Mengenal Alat Reproduksi Wanita dan Fungsinya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Wanita memiliki banyak karakteristik fisik yang berbeda dari pria karena peran pentingnya dalam reproduksi. Fungsi sistem reproduksi wanita ada duauntuk memungkinkan pembuahan dari pertemuan sperma dan sel telur, serta melindungi organ dalam kewanitaan dari patogen penyebab infeksi. Berikut semua yang perlu Anda tahu seputar alat reproduksi wanita beserta perannya dalam kesehatan tubuh.

Bagaimana cara kerja alat reproduksi wanita?

Alat reproduksi wanita terdiri atas beberapa organ tubuh yang memiliki fungsi-fungsi tertentu. Sederhananya, organ reproduksi wanita membantu agar tubuh dapat melakukan fungsi berikut:

  • Menghasilkan sel telur
  • Melindungi dan memelihara sel telur yang telah dibuahi sperma, hingga berkembang seutuhnya
  • Melahirkan bayi

Cara kerja sistem reproduksi wanita tidak dapat berjalan tanpa adanya kelenjar seks atau gonad. Baik pria maupun wanita sama-sama memiliki gonad sebagai salah satu alat reproduksi. Pada wanita, gonad berupa ovarium yang menghasilkan sel telur (ovum).

Menurut WebMD, saat bayi perempuan baru lahir, telah terdapat jutaan sel telur di dalam ovariumnya. Namun, sel-sel telur tersebut masih belum aktif hingga ia memasuki masa pubertas. Jumlahnya pun akan menurun menjadi sekitar 300.000 saat masa pubertas tiba.

Ketika pubertas dimulai, kelenjar pituitari yang terdapat di otak akan merangsang ovarium untuk menghasilkan hormon seks wanita, termasuk estrogen.

Setiap bulan, pada masa ovulasi (masa subur), sel telur akan berpindah ke tuba falopi. Di tuba falopi inilah pembuahan sel telur oleh sel sperma dapat terjadi. Sel telur yang telah dibuahi kemudian akan berpindah ke dinding rahim (uterus) yang telah menebal.

Penebalan dinding rahim ini terjadi akibat respons dari hormon siklus reproduksi. Setelah sel telur yang dibuahi tertanam (implantasi) di dinding rahim, sel telur tersebut akan berkembang.

Namun, apabila sel telur tidak dibuahi, dinding rahim yang telah menebal akan meluruh. Darah beserta jaringan dinding rahim kemudian akan keluar. Fase inilah yang disebut dengan menstruasi dan akan berlangsung selama 3-5 hari.

Seiring waktu, kinerja organ reproduksi wanita akan mencapai titik akhir, yakni saat siklus menstruasi berhenti dan tubuh tidak lagi menghasilkan hormon seks. Kondisi ini disebut dengan menopause.

Apa saja organ yang termasuk ]alat reproduksi wanita?

Setelah mengetahui bagaimana organ reproduksi wanita bekerja, Anda perlu mengenali bagian tubuh mana saja yang termasuk alat reproduksi.

Pada dasarnya, sistem reproduksi wanita terbagi menjadi dua, yaitu bagian luar dan dalam.

Anatomi organ dalam sistem reproduksi wanita (sumber: Anatomy Library)

Alat reproduksi wanita bagian luar

Fungsi dari alat reproduksi wanita bagian luar adalah sebagai jalur masuk sperma serta melindungi alat reproduksi wanita bagian dalam dari infeksi.

Berikut adalah bagian-bagian dari alat reproduksi wanita yang terletak di luar:

1. Vulva

Tampak luar anatomi vagina dan vulva (sumber: Our Bodies Ourselves)

Vulva adalah tampak luar anatomi vagina yang terdiri dari labia majora, labia minora, bukaan saluran kemih untuk buang air kecil, dan klitoris. Fungsinya untuk melindungi vagina.

Labia majora dan minora adalah lipatan kulit yang terletak di sekeliling bukaan vagina dan saluran kemih. Labia majora adalah bagian terluar, sedangkan labia minora berada di dalam labia majora.

Klitoris adalah bagian alat reproduksi wanita yang sangat sensitif. Letaknya berada di antara ujung lipatan labia. Organ ini sangat sensitif dan mudah dirangsang, sehingga menghasilkan kenikmatan seksual pada wanita.

2. Payudara dan kelenjar susu

anatomi payudara wanita (sumber: Komen NYC)

Payudara juga termasuk salah satu organ yang terlibat dalam sistem reproduksi wanita. Payudara terdiri atas kelenjar susu, saluran susu, dan kelenjar adiposa. Kelenjar susu adalah jenis kelenjar sudoriferus khusus yang telah diubah untuk menghasilkan susu untuk memberi makan bayi.

Alat reproduksi wanita bagian dalam

Wanita juga memiliki alat reproduksi bagian dalam. Berikut ini adalah organ-organ yang termasuk ke dalam sistem reproduksi wanita bagian dalam.

1. Vagina

Pada vulva, terdapat bukaan vagina. Vagina itu sendiri sebenarnya terletak dalam tubuh di belakang kandung kemih, lebih rendah dari rahim.

Salah satu fungsi vagina sebagai alat  reproduksi wanita adalah menjadi jalan keluar darah saat menstruasi, dan jalur lahir bayi saat persalinan. Tanggung jawab utamanya adalah sebagai “terowongan” bagi sperma berenang menuju rahim dan tuba falopi untuk pembuahan.

2. Ovarium

Ovarium, atau indung telur, berada di sisi kanan dan kiri rongga panggul yang bersebelahan dengan bagian rahim atas. Ovarium sebagai alat reproduksi wanita bertanggung jawab untuk memproduksi hormon seks wanita seperti estrogen, progesteron dan, ovum yang biasa disebut sel telur.

3. Tuba falopi

Tuba falopi memiliki bentuk seperti saluran bercorong yang masing-masing membentang dari ujung kanan dan kiri pada rahim atas ke ujung ovarium. Tuba falopi bertugas untuk mengangkut ovum yang dilepaskan dan membawanya ke dalam infundibulum (bagian ujung tuba falopi) untuk dipindahkan ke rahim.

4. Rahim (uterus)

Rahim (uterus) adalah organ reproduksi wanita tempat embrio ditanamkan dan kemudian tumbuh. Bagian ini menyelimuti dan mendukung janin yang sedang berkembang.

Selain itu, rahim menyokong embrio selama tahap perkembangan awal. Otot-otot dinding rahim berkontraksi selama persalinan untuk mendorong janin melewati jalan lahir.

5. Leher rahim (serviks)

Leher rahim, atau serviks, adalah organ berbentuk silinder atau tabung yang menghubungkan vagina dengan rahim. Serviks terdiri dari dua bagian, yaitu ektoserviks dan endoserviks.

Serviks memproduksi lendir yang akan memiliki tekstur berubah-ubah selama siklus menstruasi. Perubahan tekstur lendir serviks bertujuan untuk mencegah atau membantu terjadinya kehamilan.

Apa yang terjadi dengan alat reproduksi wanita selama siklus menstruasi?

Alat atau organ reproduksi wanita akan mengalami menstruasi ketika anak perempuan mulai memasuki usia pubertas, yaitu sekitar 11-16 tahun. Rata-rata siklus menstruasi berlangung selama 28 hari.

Terdapat 4 hormon utama yang terlibat dalam siklus menstruasi wanita. Hormon-hormon tersebut adalah:

  • Hormon perangsang folikel atau follicle-stimulating hormone (FSH)
  • Hormon pelutein atau luteinizing hormone (LH)
  • Estrogen
  • Progesteron

Pada setiap siklus menstruasi, terdapat tiga fase yang meliputi:

1. Fase folikuler dalam siklus menstruasi

Pada fase ini, hormon FSH dan LH dilepaskan oleh otak dan melewati aliran darah menuju alat reproduksi wanita. Kedua hormon tersebut akan memicu ovarium untuk memproduksi 15-20 sel telur, yang kemudian masing-masing akan tersimpan di dalam folikel.

Hormon FSH dan LH juga merangsang produksi hormon seks estrogen. Ketika kadar estrogen meningkat, produksi hormon FSH akan menurun.

Seiring dengan berjalannya waktu, salah satu folikel yang mengandung sel telur akan terus tumbuh hingga matang. Pertumbuhan satu sel telur yang dominan ini menekan sel-sel telur dan folikel lainnya, sehingga hanya akan tersisa satu sel telur dan folikel.

2. Fase ovulasi dalam siklus menstruasi

Fase ovulasi biasanya terjadi 14 hari setelah fase folikuler dimulai di alat reproduksi wanita. Umumnya, menstruasi akan terjadi 2 minggu setelah hari pertama fase ovulasi.

Pada tahap ini, kadar estrogen dari folikel yang dominan akan memicu folikel untuk melepaskan sel telur dari ovarium. Saat sel telur telah terlepas, sel telur tersebut akan tersimpan di dalam tuba falopi dan siap untuk dibuahi.

Alat reproduksi wanita juga akan menghasilkan lebih banyak lendir dari serviks atau leher rahim. Jadi, ketika terdapat sperma yang masuk ke dalam vagina, lendir tersebut akan membantu sperma bergerak menuju sel telur untuk proses pembuahan.

3. Fase luteal dalam siklus menstruasi

Fase luteal pada alat atau sistem reproduksi wanita dimulai setelah ovulasi. Ketika folikel di ovarium sudah melepaskan sel telur, folikel yang “kosong” tersebut akan menciptakan suatu struktur yang disebut dengan corpus luteum.

Corpus luteum akan menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Hormon progesteron berperan dalam mempersiapkan rahim untuk sel telur yang sudah dibuahi. Jika sel telur yang terlepas dibuahi oleh sperma, sel telur tersebut akan berpindah dari tuba falopi menuju dinding rahim. Dari sinilah kehamilan dimulai.

Namun, apabila sel telur tersebut tidak dibuahi oleh sperma, sel telur akan melewati rahim begitu saja. Dinding rahim yang menebal dan tidak dihinggapi sel telur yang dibuahi akan meluruh. Silus mentruasi berikutnya kemudian akan dimulai lagi dari awal.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Juli 6, 2017 | Terakhir Diedit: Februari 25, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca