Proses Terjadinya Kehamilan: Dari Hubungan Intim Hingga Jadi Janin

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/04/2020 . 6 menit baca
Bagikan sekarang

Pasti Anda sudah tahu, kehamilan terjadi ketika sel sperma dari pria bertemu dengan sel telur dari wanita. Proses inilah yang dinamakan sebagai pembuahan atau konsepsi. Namun, apakah Anda pernah berpikir bagaimana cara sel sperma dan sel telur bertemu? Ini bukanlah proses yang sederhana, bahkan membutuhkan waktu yang lama.

Banyak sel sperma yang masuk ke tubuh wanita untuk mencapai sel telur, tetapi hanya satu spermalah yang kemudian dapat membuahi sel telur dan semenjak saat itu terjadilah kehamilan. Bagaimana proses yang rumit ini terjadi? Mari kita bahas.

Sel telur dan sperma

Untuk mencapai pembuahan, dua unsur penting yang harus ada adalah sel telur dan sperma.

Sel telur diproduksi oleh indung telur atau ovarium wanita. Setiap bulan wanita akan melepaskan satu sel telur yang sudah matang dari salah satu ovarium yang dimiliki wanita. Proses ini disebut ovulasi. Setelah sel telur dilepaskan, sel telur akan melewati tuba falopi  (saluran yang menghubungkan ovarium dengan rahim) yang memiliki panjang sekitar 10 cm menuju rahim Anda.

Sel telur ini rata-rata dapat bertahan hidup sampai 24 jam semenjak dilepaskan. Sehingga, pada waktu ini, sel sperma harus membuahi sel telur agar terjadi konsepsi atau kehamilan. Jika tidak ada sperma yang membuahi sel telur, maka sel telur akan hancur dan terjadilah menstruasi.

Berbeda dengan wanita yang melepaskan satu sel telur setiap bulan, pria yang dapat terus bekerja untuk menghasilkan sperma. Dibutuhkan 2-3 bulan untuk membentuk sel sperma baru, kemudian sel sperma ini akan hidup selama beberapa minggu di tubuh pria. Ketika cairan sperma dikeluarkan atau pria mengalami ejakulasi, sperma yang mampu dilepaskan mencapai 40 juta. Ya, tubuh pria secara teratur memproduksi sperma sepanjang hidup mereka, sehingga ia dapat melepaskan sperma sebanyak itu. Namun, walaupun pria mampu melepaskan sebanyak 40 juta sperma setiap ejakulasi, hanya satu sperma yang mampu mencapai sel telur wanita.

Bagaimana terjadinya pembuahan?

Pada saat Anda berhubungan seksual dengan pasangan Anda, pria akan mencapai orgasme dan menghasilkan ejakulasi. Ejakulasi yang dihasilkan ini akan mendorong cairan semen yang mengandung sperma ke dalam vagina wanita menuju leher rahim. Cairan semen ini memberikan makanan sebagai bekal untuk sperma dalam melakukan perjalanan, dan juga dapat memberikan petunjuk arah bagi sperma.

Kekuatan ejakulasi memberikan dorongan kepada sperma rata-rata 10 ml per jam untuk mencapai sel telur. Meski pria membutuhkan orgasme untuk melepaskan sperma, wanita tidak memerlukan orgasme agar terjadi konsepsi.

Setelah sperma masuk ke dalam tubuh wanita, perjalanan sperma mencari sel telur untuk dibuahi baru akan dimulai. Ini merupakan perjalanan yang panjang bagi sperma dan tidak mudah untuk dilewati. Terdapat berbagai tantangan untuk mencapai keberhasilan membuahi sel telur. Tantangan pertama, yaitu lingkungan asam pada vagina yang membuat sperma tidak mampu hidup lama di vagina dan akhirnya mati. Tantangan kedua, yaitu lendir serviks. Hanya sperma yang memiliki kemampuan berenang paling kuat yang dapat menembus lendir serviks ini.

Setelah berhasil melewati jaring-jaring dari lendir serviks, sperma kemudian harus berenang sekitar 18 cm dari serviks menuju ke rahim, kemudian ke tuba falopi untuk mencapai sel telur. Sperma bisa terjebak atau nyasar ke tuba falopi yang salah, atau bahkan bisa mati di tengah pencariannya. Rata-rata sperma mampu berjalan sepanjang 2,5 cm setiap 15 menit. Sperma yang mampu berenang sangat cepat mungkin mampu bertemu dengan sel telur dalam waktu 45 menit atau jika tidak, maka dapat memakan waktu sampai 12 jam.

Perjalanan sperma belum selesai walaupun sudah bertemu dengan sel telur. Satu telur mungkin bisa didekati oleh ratusan sperma, namun hanya sperma terkuat yang dapat menembus dinding luar sel telur. Ketika ada satu sperma yang mampu memasuki sel telur sampai inti sel telur, maka sel telur membentuk pertahanan diri sehingga mencegah sperma lain memasukinya. Dan akhirnya, terjadilah pembuahan atau konsepsi.

Jika sperma tidak mampu bertemu dengan sel telur, maka sperma mampu bertahan dalam tubuh wanita sampai 7 hari. Jika wanita melepaskan sel telur pada masa ini, kesempatan untuk bisa hamil masih terbuka lebar. Jadi, perhatikan waktu yang tepat dalam melakukan hubungan seksual untuk mencapai kehamilan.

Lalu, selanjutnya apa yang terjadi?

Perjalanan belum berakhir. Walaupun sperma sudah memasuki sel telur, bukan berarti ia sudah sukses mencapai kehamilan.

Setelah sperma masuk ke dalam sel telur dan sel telur membentuk pertahanan diri, materi genetik antara sperma dan sel telur kemudian melakukan penggabungan. Nah, jenis kelamin bayi Anda ditentukan dari sini. Jika sperma yang berhasil membuahi sel telur membawa kromoson Y, maka bayi Anda akan berjenis kelamin laki-laki. Sedangkan, jika sperma membawa kromoson X, maka bayi Anda akan berjenis kelamin perempuan.

Sel-sel baru dengan jumlah sekitar 100 sel akan membentuk bundelan yang disebut dengan blastokista. Blastokista ini kemudian akan berjalan menuju rahim, dapat memakan waktu sampai 3 hari atau lebih. Di rahim, kemudian blastokista akan menempel pada dinding rahim (implantasi) yang kemudian akan berkembang menjadi embrio dan plasenta. Ini membutuhkan waktu sampai beberapa minggu sampai Anda menduga bahwa Anda hamil dan tes kehamilan menunjukkan hal yang sama.

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . 5 menit baca

    Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

    Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . 4 menit baca

    4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

    Ibu hamil boleh puasa. Meski begitu, meneruskan puasa bagi ibu hamil dengan kondisi-kondisi ini tak cuma membahayakan kesehatannya, tapi juga bayinya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hari Raya, Ramadan 14/05/2020 . 4 menit baca

    Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

    Gangguan makan yang dialami oleh ibu hamil tentu akan memberikan dampak yang berbahaya bagi keselamatan dan perkembangan janin.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 12/05/2020 . 5 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 9 menit baca
    kista saat hamil di usia tua

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 menit baca
    depresi pasca melahirkan ayah

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 5 menit baca
    tanda istri hamil

    Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 6 menit baca