Proses Terjadinya Kehamilan: Dari Hubungan Intim Hingga Jadi Janin

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 November 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Pasti Anda sudah tahu jika kehamilan terjadi ketika sel sperma dari pria bertemu dengan sel telur dari wanita. Proses inilah yang dinamakan sebagai pembuahan atau konsepsi. Lalu, bagaimana cara sel sperma dan sel telur bertemu? Ini bukanlah proses yang sederhana, bahkan membutuhkan waktu yang lama. Simak penjelasan mengenai proses pembuahan atau kehamilan pada wanita di bawah ini.

Produksi sel telur dan sperma

proses kehamilan

Seperti yang sudah disebutkan di atas, agar terjadi proses pembuahan, dua unsur penting yang harus ada adalah sel telur dan sperma.

Setiap bulan, wanita akan melepaskan satu sel telur yang sudah matang dari salah satu ovarium. Proses ini bersamaan ketika wanita mengalami masa subur sehingga terjadi ovulasi.

Setelah dilepaskan, sel telur akan melewati tuba falopi yang memiliki panjang sekitar 10 cm menuju rahim Anda.

Sel telur ini rata-rata dapat bertahan hidup sampai 24 jam semenjak dilepaskan.

Berbeda dengan wanita yang melepaskan satu sel telur setiap bulan, pria dapat terus menghasilkan sperma.

Dapat dikatakan, tubuh pria secara teratur memproduksi sperma sepanjang hidupnya.

Diperlukan waktu sekitar 2-3 bulan untuk membentuk sel sperma baru atau biasa disebut sebagai spermatogenesis.

Pada pria yang sehat Anda bisa melepaskan 20 hingga 300 juta sel sperma dalam 1 ml air mani. Namun, hanya dibutuhkan satu sel sperma agar terjadi proses pembuahan.

Bagaimana terjadinya proses kehamilan?

proses kehamilan

Setiap pasangan mempunyai pengalaman masing-masing dalam proses terjadinya kehamilan.

Baik pada kehamilan secara alami atau yang menjalani perencanaan kehamilan. Hal ini karena keduanya membutuhkan waktu dengan proses masing-masing.

Dikutip dari Cleveland Clinic, inti dari proses pembuahan adalah ketika sel sperma masuk ke dalam rahim, berhasil melalui tuba falopi, lalu bertemu dengan sel telur di rahim.

Tuba falopi adalah saluran yang menghubungkan ovarium dengan rahim.

Biasanya, dibutuhkan waktu dua hingga tiga minggu setelah berhubungan seks agar terjadi kehamilan.

Jika tidak ada sperma yang membuahi sel telur, maka sel telur akan hancur dan terjadilah menstruasi.

Berikut tahapan atau proses pembuahan atau kehamilan cara cepat hamil yang perlu diketahui:

Saat proses pembuahan

1. Ejakulasi pada pria

Pada saat berhubungan seksual dengan pasangan, pria akan mencapai orgasme dan menghasilkan ejakulasi.

Ejakulasi yang dihasilkan ini akan mendorong cairan semen atau air mani yang mengandung sperma ke dalam vagina menuju leher rahim.

Perlu diketahui apabila diperlukan minimal 15 juta sperma per ml saat ejakulasi agar proses kehamilan terjadi.

Air mani yang sehat memberikan makanan sebagai bekal untuk sperma dalam melakukan perjalanan sehingga menuju ke tempat yang tepat.

Kekuatan ejakulasi memberikan dorongan kepada sperma rata-rata 10 ml per jam untuk mencapai sel telur.

Bagaimana dengan cairan pra-ejakulasi? Rangsangan seksual menjadi pemicu cairan ini keluar.

Perlu diketahui jika tidak semua cairan pra-ejakulasi mempunyai kandungan sperma.

Namun, apabila terdapat kandungan sperma, maka tidak menutup kemungkinan sperma akan masuk ke dalam rahim.

Berbeda lagi dengan kondisi air mani yang tidak keluar, apakah tetap bisa hamil?

Ketika penis dalam keadaan kering alias tidak ada cairan apa pun yang keluar, kecil atau hampir tidak ada kemungkinan wanita bisa hamil.

Apabila Anda tidak sampai ejakulasi tapi penis masih basah karena cairan praejakulasi, tetap ada peluang hamil.

2. Perjalanan menuju sel telur

Meskipun pria membutuhkan orgasme untuk melepaskan sperma, wanita tidak memerlukan orgasme agar terjadi konsepsi.

Setelah sperma masuk ke dalam tubuh wanita, perjalanan sperma mencari sel telur untuk dibuahi baru akan dimulai.

Ini merupakan perjalanan yang panjang bagi sperma dan tidak mudah untuk dilewati.

Terdapat berbagai tantangan untuk mencapai keberhasilan membuahi sel telur sehingga terjadi proses kehamilan.

Tantangan pertama, yaitu lingkungan asam pada vagina yang membuat sperma tidak mampu hidup lama di vagina dan akhirnya mati.

Tantangan kedua, yaitu lendir serviks. Hanya sperma dengan kemampuan berenang paling kuat yang dapat menembus lendir serviks ini.

3. Kemampuan sperma menuju sel telur

Setelah berhasil melewati lendir serviks, sperma kemudian harus berenang sekitar 18 cm dari serviks menuju ke rahim.

Kemudian, sperma menuju tuba falopi untuk mencapai sel telur.

Pada tahap ini, sperma bisa terjebak ke tuba falopi yang salah atau bahkan bisa mati di tengah pencariannya.

Rata-rata sperma mampu berjalan sepanjang 2,5 cm setiap 15 menit. Sperma yang mampu berenang sangat cepat mungkin mampu bertemu dengan sel telur dalam waktu 45 menit.

Jika pergerakannya lambat, maka dapat memakan waktu hingga 12 jam.

Perjalanan sperma belum selesai walaupun sudah bertemu dengan sel telur. Satu telur mungkin bisa didekati oleh ratusan sperma.

Namun, hanya sperma terkuat yang dapat menembus dinding luar sel telur.

4. Sperma berhasil bertemu sel telur

Ketika ada satu sperma masuk sampai inti sel telur, maka sel telur membentuk pertahanan diri sehingga mencegah sperma lainnya masuk.

Pada tahap ini lah terjadi proses pembuahan atau konsepsi.

Jika sperma tidak mampu bertemu dengan sel telur, maka sperma mampu bertahan dalam tubuh wanita sampai 7 hari.

Ketika wanita melepaskan sel telur pada masa ini, kesempatan untuk bisa hamil masih terbuka lebar.

Jadi, perhatikan cara menghitung masa subur sehingga Anda bisa menyesuaikan dengan melakukan hubungan seksual di masa itu.

Setelah proses pembuahan

Apabila sperma sudah berhasil bertemu dengan sel telur, maka di tahap ini lah proses pembuahan berlanjut menjadi kehamilan.

Materi genetik antara sperma dan sel telur kemudian melakukan penggabungan agar janin terbentuk.

Setidaknya, dalam waktu 24 jam pembuahan akan berubah menjadi zigot. Setelah itu, zigot akan berkembang menjadi janin.

Jenis kelamin bayi Anda juga ditentukan dari proses pembuahan atau kehamilan ini.

Jika sperma yang berhasil membuahi sel telur membawa kromoson Y, maka bayi Anda akan berjenis kelamin laki-laki.

Sedangkan, jika sperma membawa kromoson X, maka bayi Anda akan berjenis kelamin perempuan.

Proses pembentukan janin

Sel-sel baru dengan jumlah sekitar 100 sel akan membentuk bundelan yang disebut dengan blastokista.

Blastokista ini kemudian akan berjalan menuju rahim, dapat memakan waktu sampai 3 hari atau lebih.

Di rahim, kemudian blastokista akan menempel pada dinding rahim yang kemudian akan berkembang menjadi embrio dan plasenta.

Perlu diketahui bahwa embrio adalah bakal janin yang ada di dalam rahim.

Ini membutuhkan waktu sampai beberapa minggu sampai Anda menduga bahwa proses kehamilan berhasil.

Perlukah melakukan tes kehamilan?

Apabila Anda mengalami gejala tertentu yang berhubungan dengan kehamilan, ada kemungkinan proses kehamilan pada wanita berhasil.

Kondisi pertama yang paling mudah dikenali adalah ketika Anda tidak mengalami menstruasi ketika sudah waktunya.

Cara untuk memastikan agar lebih akurat, Anda perlu untuk melakukan tes kehamilan dengan menggunakan test pack.

Hal ini pun sebaiknya dilakukan apabila Anda tidak mengalami telat menstruasi dalam jangka waktu satu minggu.

Apabila ingin mendapatkan jawaban yang lebih pasti, sebaiknya segera temui dokter Anda.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Nutrisi yang Harus Dipenuhi Ibu Hamil di Trimester Ketiga

Di trimester ketiga, janin masih banyak melakukan perkembangan sehingga asupan nutrisi perlu dipenuhi. Apa saja nutrisi trimester ketiga untuk ibu hamil?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Akibatnya Jika Ibu Mengandung Bayi Besar?

Tak ada ibu yang ingin bayinya lahir dengan berat rendah. Tapi, tahukah Anda bahwa bayi yang terlalu besar dalam kandungan juga bisa menimbulkan bahaya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 25 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Berapa Kali Hamil dan Melahirkan yang Aman Bagi Kesehatan?

Untuk wanita, adakah batasan maksimal berapa kali hamil dan melahirkan? Apa ada dampak tertentu jika hamil dan melahirkan hingga lebih dari 5 kali?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Ibu, Perawatan Setelah Persalinan, Kehamilan 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit

3 Hal yang Membuat Anda Susah Hamil Anak Kedua

Bagi beberapa pasangan, mendapatkan anak kedua tidak semudah memiliki anak pertama/ Apa penyebabnya susah hamil lagi, meskipun sudah pernah hamil?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Masalah Kesuburan, Kesuburan, Kehamilan 18 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tidur larut malam rusak kualitas sperma

Awas! Kebiasaan Tidur Larut Malam Bisa Membuat Kualitas Sperma Menurun

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
hamil di usia 20-an

Kelebihan dan Kekurangan Hamil di Usia 20-an

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
bersepeda saat hamil

Apakah Bersepeda Saat Hamil Aman Bagi Janin?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
waktu bermain video game

Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit