Panduan Memilih Produk Deodoran yang Aman untuk Kulit Sensitif

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Pemilik ketiak sensitif harus pintar-pintar memilih deodoran. Alih-alih terbebas dari bau badan, produk deodoran yang tidak tepat justru dapat memicu iritasi ketiak Anda. Namun, jangan khawatir. Simak panduan memilih produk deodoran untuk kulit ketiak sensitif yang benar di bawah ini.

Penyebab kulit ketiak sensitif

infeksi jamur di ketiak

Ketika ditemui oleh Tim Hello Sehat pada acara peluncuran produk deodoran di bilangan Menteng, dr. Melyawati Hermawan, Sp.KK, menjelaskan bahwa ketiak adalah daerah yang unik.

Pasalnya, kulit di ketiak lebih tipis dan cenderung lebih sering bergesekan dengan pakaian. Ditambah lagi keadaan ketiak yang hangat dan lembap memungkinkan bakteri berkembang biak lebih banyak di sana.

Bila Anda tidak melakukan perawatan yang tepat, bagian tubuh ini lebih sensitif sehingga ANda mudah mengalami iritasi ketimbang bagian tubuh lainnya.

Memilih deodoran untuk kulit sensitif menurut ahli

Pada orang yang punya kulit sensitif, sembarangan pakai produk dapat memicu peradangan di kulit ketiaknya. Maka itu, orang yang punya kulit sensitif harus sangat hati-hati ketika memilih produk yang digunakan, termasuk deodoran.

“Pemilik kulit sensitif jangan asal sibuk pilih produk deodoran, tapi penting juga untuk melihat bahan kimia yang terkandung di dalamnya,” ungkap dr. Melyawati yang ditemui di kawasan Menteng Jakarta Pusat pada Kamis (11/7).

Menurut dr. Melyawati, terdapat sejumlah bahan yang perlu dihindari bagi mereka yang punya kulit sensitif di antaranya:

1. Parfum (wewangian)

Rasanya sudah jadi hal lumrah bila setiap membeli produk perawatan diri, pasti hal pertama yang akan dicek adalah aromanya. Entah itu aroma manis, segar, maupun sensual. Sayangnya, pewangi tambahan dapat menyebabkan iritasi.

Hal ini pun dibenarkan oleh dr. Melyawati, yang juga merupakan anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia Jakarta (PERDOSKI Jaya).

“Berdasarkan penelitian yang sudah ada, pewangi dan pengharum merupakan penyebab iritasi yang paling sering pada orang dengan kulit sensitif,” terang dr. Melyawati.

Pewangi yang berasal dari minyak alami juga sebaiknya dihindari. Pasalnya, tidak semua produk alami aman untuk kulit.

Reaksi yang muncul akibat kandungan wewangian dalam produk deodoran mungkin berbeda-beda pada setiap orang. Mulai dari sensasi terbakar (burning) di kulit ketiak, gatal, kemerahan, dan lain sebagainya.

Maka dari itu, sebaiknya pilih produk deodoran yang bebas pewangi atau fragrance-free supaya tidak memicu reaksi negatif pada kulit Anda.

2. Alkohol

Senyawa aluminium dan bahan antiperspiran (antikeringat) aktif lainnya sering dilarutkan dalam alkohol. Hal ini dikarenakan alkohol dapat membuat bahan-bahan tersebut lebih cepat kering dan terasa dingin ketika dipakai di kulit.

Sayangnya, alkohol dapat membuat kulit kering dan memicu iritasi bagi orang-orang dengan kulit sensitif. Oleh sebab itu, dr. Melyawati menyarankan orang dengan kulit sensitif untuk memilih produk deodoran yang bebas alkohol.

3. Paraben

Paraben adalah bahan pengawet yang paling banyak digunakan dalam produk-produk kosmetik. Sayangnya, bahan kimia satu ini dapat mengiritasi kulit bagi seseorang yang punya kulit sensitif.

Bagi Anda pemilik kulit sensitif, maka penting untuk menghindari produk deodoran yang mengandung paraben. Senyawa ini ditandai dengan namanya yang berakhiran paraben, seperti metilparaben atau propilparaben.

4. Aluminium

Aluminium adalah bahan aktif yang terdapat pada kebanyakan produk deodoran dan antiperspiran. Fungsi aluminium dalam produk deodoran adalah menghambat kelenjar keringat pada ketiak.

Alhasil tubuh Anda tidak akan menghasilkan keringat sebanyak biasanya. Kabar buruknya, aluminium mungkin dapat memicu reaksi iritasi bagi mereka yang punya kulit sensitif.

Itu sebabnya, sebelum beli produk deodoran, pastikan Anda melihat dengan teliti setiap kandungan bahan kimia di dalamnya. Jangan sampai produk yang Anda beli justru memberi dampak yang negatif untuk kulit Anda.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca