Apakah Anda pernah mengalami biduran? Tentu rasanya sangat gatal, bukan? Biduran yang dikenal dengan urtikaria dalam istilah medis merupakan masalah kulit yang bisa berkembang dengan cepat. Bagian tubuh yang sering terkena adalah wajah, badan, lengan, atau kaki.

Banyak orang menyepelekan kondisi ini. Padahal, para ahli menduga bahwa biduran bisa muncul karena kondisi kesehatan lainnya yang perlu diwaspadai. Salah satunya adalah penyakit autoimun. Apa hubungannya, ya? Simak ulasan lengkap berikut ini

Sebenarnya apa itu biduran?

Berdasarkan lama waktu timbulnya, biduran atau urtikaria terbagi menjadi dua, yaitu akut dan kronis. Urtikaria akut timbul dengan waktu kurang dari enam bulan. Sedangkan urtikaria kronis sudah dialami lebih dari enam bulan atau sudah berkali-kali kambuh lagi. Berikut adalah pemicu dari urtikaria kronis:

  • Pada beberapa kasus, urtikaria kronis merupakan bagian dari alergi makanan. Misalnya kacang-kacangan, ikan, gandum, telur, atau susu dan produk-produk turunannya.
  • Pada kasus lain, alergi debu, tungau, atau serbuk sari bunga juga bisa turut memicu terjadinya urtikaria.
  • Pada beberapa orang, gigitan serangga juga dapat memicu timbulnya urtikaria.

Sayangnya, hingga saat ini kondisi kulit yang sudah sering menyerang banyak orang ini belum diketahui secara pasti penyebabnya. Selain alergi pada umumnya, para ahli meyakini bahwa biduran bisa disebabkan oleh suatu penyakit autoimun.

Penyakit autoimun terjadi ketika sistem imun (kekebalan tubuh) keliru menyerang sel-sel sehat yang ada di tubuh sendiri. Sistem imun Anda malah menganggap bahwa sel Anda adalah organisme asing yang berbahaya.

Bagaimana bisa biduran dikaitkan dengan penyakit autoimun?

Salah satu penyakit autoimun yang paling banyak dikaitkan dengan kasus urtikaria kronis adalah penyakit tiroid. Penyakit tiroid sendiri adalah gangguan pada kelenjar tiroid yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon.

Dalam penelitian, ditemukan bahwa sekitar 45 sampai 55 persen orang dengan urtikaria kronis memang punya masalah autoimun. Orang yang punya penyakit autoimun juga cenderung mengalami urtikaria yang jauh lebih parah dari orang pada umumnya. Selain penyakit tiroid, ada beberapa jenis penyakit autoimun lainnya yang ditunjukkan dengan gejala urtikaria. Misalnya rematik, diabetes tipe 1, lupus, penyakit Celiac, dan vitiligo.  

Biduran atau urtikaria sendiri adalah reaksi yang terjadi ketika tubuh menyerang antibodi khusus yang memang dihasilkan oleh sistem imun. Jadi, sistem kekebalan tubuh Anda malah berbalik menyerang dirinya sendiri. Karena itulah ada kaitan yang sangat erat antara urtikaria dengan berbagai macam penyakit autoimun.

Akan tetapi, para ahli belum memahami sepenuhnya mengapa sistem kekebalan tubuh seseorang bisa menyerang diri sendiri sehingga menyebabkan biduran.

Sebaiknya periksa ke dokter kalau Anda mengalami urtikaria kronis

Karena urtikaria kronis sangat erat kaitannya dengan penyakit autoimun, ada baiknya Anda segera periksa ke dokter kalau Anda mengalami biduran yang tidak sembuh-sembuh atau sering kambuh. Jangan disepelekan atau mengharapkan suatu hari kondisi tersebut akan hilang dengan sendirinya.

Semakin cepat Anda mendeteksi adanya masalah autoimun, gejala yang Anda alami juga bisa ditangani lebih cepat sebelum tambah parah.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca