Berapa Banyak Aktivitas Fisik yang Dibutuhkan Orang Lanjut Usia?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Oktober 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Setelah menginjak usia lanjut (65 tahun ke atas), kebanyakan orang mengurangi aktivitas fisik sehari-hari. Entah karena stamina sudah jauh berkurang, punya kondisi kesehatan tertentu, atau karena tidak ada kesempatan. Padahal, orang lanjut usia (lansia) justru harus banyak bergerak dan beraktivitas fisik setiap harinya. Di atas usia 64 tahun, lansia lebih rentan mengalami berbagai masalah kesehatan. Dengan beraktivitas fisik, Anda pun bisa mencegah munculnya masalah kesehatan sekaligus menjaga agar tubuh tetap dalam kondisi prima, meskipun Anda sudah memasuki usia lanjut. Lalu, seberapa banyak kebutuhan aktivitas fisik bagi lansia? Simak terus informasi lengkapnya di bawah ini.

BACA JUGA: 10 Makanan yang Bisa Menunda Proses Penuaan

Pentingnya beraktivitas fisik bagi lansia

Sama seperti mengonsumsi suplemen, vitamin, atau mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat, beraktivitas fisik juga mampu mencegah berbagai macam penyakit dan penurunan fungsi tubuh yang mengintai lansia. Anda yang sudah mengidap penyakit tertentu seperti diabetes atau stroke juga bisa menghindari turunnya kondisi kesehatan. Berikut adalah risiko-risiko yang bisa dihindari dengan aktivitas fisik yang mencukupi.  

1. Melatih keseimbangan tubuh

Orang lansia lebih rentan kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Hal tersebut bisa berakibat patah tulang atau bahkan serangan stroke. Beraktivitas fisik bisa jadi salah satu cara untuk melatih keseimbangan tubuh. Otot-otot serta sistem koordinasi Anda akan bekerja lebih baik, dan refleks Anda juga semakin meningkat.

2. Mencegah penyakit

Lansia yang aktif bergerak menunjukkan tingkat risiko yang lebih rendah diserang penyakit seperti osteoporosis, hipertensi, stroke, penyakit jantung koroner, diabetes, kanker payudara, dan kanker usus besar. Selain itu, beraktivitas fisik juga bisa meningkatkan berbagai fungsi tubuh seperti pernapasan, peredaran darah, dan daya tahan tubuh.  

3. Menjaga ketajaman mental

Semakin bertambah usia, lansia biasanya mengalami penurunan fungsi kognitif. Mulai dari daya ingat, ketajaman pikiran, sampai kemampuan mengelola emosi bisa terganggu. Apalagi jika tadinya Anda selalu bekerja seharian sebelum mengambil pensiun. Otak yang tidak diasah setiap hari akan semakin cepat menurun fungsinya. Beraktivitas fisik adalah cara mengasah otak yang sehat. Saat Anda bergerak dan beraktivitas fisik, saraf-saraf otak akan bekerja dan membangun sel-sel baru yang sehat untuk menggantikan sel yang sudah rusak atau mati.  

BACA JUGA: 5 Makanan Bernutrisi Baik untuk Kesehatan Otak

Aktivitas fisik yang dibutuhkan lansia

Aktivitas fisik bagi lansia sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan fisik masing-masing. Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui batasan-batasan yang aman bagi tubuh. Namun, secara umum Badan Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan setiap lansia untuk memenuhi kebutuhan fisik berikut ini.

  • Paling sedikit 150 menit aktivitas fisik berintensitas sedang atau 75 menit aktivitas fisik berintensitas berat selama seminggu
  • Setiap beraktivitas fisik, pastikan durasinya berlangsung selama paling sebentar 10 menit
  • Jika sudah terbiasa dengan anjuran minimal tersebut, biasakan untuk beraktivitas fisik sedang selama 300 menit atau beraktivitas fisik berat selama 150 menit dalam seminggu
  • Lansia yang memiliki masalah koordinasi tubuh sebaiknya melakukan latihan keseimbangan paling sedikit 3 kali seminggu
  • Latihan otot sebaiknya dilakukan paling sedikit 2 kali seminggu

Pilihan aktivitas fisik bagi lansia

Aktivitas fisik yang berintensitas sedang antara lain jalan kaki jarak dekat, bersepeda santai, bersih-bersih rumah, naik tangga, atau berkebun (mencangkul, menanam, mencabuti rumput liar, dan lain-lain). Sementara itu, aktivitas fisik bagi lansia yang intensitasnya berat antara lain yoga, tai chi, berenang, jogging, berjalan cepat jarak jauh, bersepeda di jalur yang berbukit, menggendong anak kecil usia 3 tahun ke atas, dan main bulutangkis.

BACA JUGA: Gerakan Sederhana Tai Chi untuk Pemula

Untuk menentukan aktivitas fisik bagi lansia mana yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, sebaiknya diskusikan dulu dengan dokter Anda. Jika Anda tidak dianjurkan untuk berolahraga berat, Anda bisa memenuhi kebutuhan fisik dengan rutin melakukan aktivitas fisik sedang setiap hari selama paling sebentar setengah jam sehari. Agar keseimbangan tetap terlatih, Anda bisa ikut senam, tai chi, atau yoga. Sementara untuk melatih otot sebenarnya bisa dilakukan dengan aktivitas apa pun yang menggunakan otot tertentu, misalnya otot tangan dilatih dengan cara berkebun setiap hari.

Jika Anda memiliki keterbatasan tertentu dalam beraktivitas fisik, beraktivitaslah sesuai dengan kemampuan Anda. Pastikan juga Anda tidak benar-benar sendirian saat beraktivitas fisik atau berolahraga sehingga bantuan bisa diberikan secepatnya jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

BACA JUGA: Pengobatan untuk Mengatasi Nyeri Lutut

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

    Minum susu biasanya dianjurkan untuk anak-anak. Lalu, jika sudah lanjut usia, apakah masih perlu minum susu? Berapa banyak susu yang harus diminum?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Kenali Kejang Otot, Mulai dari Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Nyeri akibat kejang otot punggung bisa terasa makin parah ketika Anda membungkukkan badan. Simak berbagai cara mudah mengatasi kejang otot punggung di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Kesehatan Muskuloskeletal, Myalgia (Nyeri Otot) 19 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

    Kenali Penyebab yang Mungkin Membuat Anda Mengalami Kram Otot

    Semua orang mungkin pernah mengalami kram otot. Memahami penyebab kram otot dapat membantu Anda menghindarinya. Apa saja penyebab kondisi ini?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Kesehatan Muskuloskeletal, Myalgia (Nyeri Otot) 19 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

    Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

    MMR adalah singkatan dari tiga macam penyakit infeksi fatal yang paling rentan menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupannya. Kapan harus vaksin MMR?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    masalah seks pada pria

    5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    pekerjaan rumah tangga saat hamil

    Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
    bikin kopi yang sehat

    6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
    daging ayam belum matang

    4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit