Tips Memilih Suplemen Terbaik untuk Daya Tahan Tubuh

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Untuk menjaga kesehatan tubuh dan memastikan sistem imun kita kuat melawan penyakit, dibutuhkan nutrisi yang komplit dari makanan. Bukan hanya karbohidrat, protein, dan serat, tapi juga berbagai vitamin dan mineral yang menunjang daya tahan tubuh.

Tapi kesibukan dan kebiasaan makan yang tak sehat sering kali membuat banyak orang kekurangan vitamin atau mineral, dan ini mungkin perlu diatasi dengan mengonsumsi suplemen. Nah, suplemen seperti apa yang paling baik untuk menjaga sistem imun tubuh?

Kandungan suplemen daya tahan tubuh yang perlu Anda cari

1. Vitamin A

fungsi vitamin A

Vitamin A adalah jenis vitamin larut dalam lemak yang banyak ditemukan pada daging, hati, produk susu dan telur, buah-buahan, serta sayuran hijau. Selain itu, Anda juga bisa mencukupi asupan vitamin A harian dari suplemen multivitamin.

Vitamin A memiliki banyak manfaat penting untuk tubuh. Beberapa fungsi vitamin A antara lain untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan penglihatan mata.

Fungsi sistem kekebalan tubuh bergantung dengan asupan vitamin A yang cukup, karena itu vitamin A dikenal sebagai vitamin pembangkit sistem kekebalan tubuh.

Vitamin A, yang juga meliputi zat beta karoten dapat membantu retina, kornea, dan mata agar berfungsi dengan baik.

2. Vitamin B

Vitamin B terdiri dari delapan jenis yaitu: B1 (thiamine), B2 (riboflavin), B3 (niacin), B5 (pantothenic acid), B6 (piridoksin), B7 (biotin), B9 (folat), dan B12 (kobalamin). Pada dasarnya, setiap mikronutrien dalam vitamin B membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi.

Mengonsumsi vitamin B dapat meningkatkan energi, mendukung kesehatan otak, meningkatkan mood, menajamkan memori, mengurangi stres, merangsang sistem kekebalan tubuh, dan meningkatkan kesehatan rambut dan kulit.

3. Vitamin C

kebutuhan vitamin C saat puasa

Vitamin C adalah jenis vitamin larut dalam air yang berperan penting untuk pertumbuhan dan perbaikan sel-sel dalam tulang, gigi, dan kulit.

Vitamin sebagai antioksidan yang membantu mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas sehingga dapat mengurangi risiko kanker tertentu.

Selain itu, vitamin C juga berperan dalam menjaga kesehatan sistem kekebalan tubuh, sehingga dapat melindungi tubuh dari berbagai infeksi atau penyakit.

Inilah mengapa penting mencukupi asupan vitamin C. Mengonsumsi vitamin C dengan cukup dapat meningkatkan daya tahan tubuh Anda.

4. Vitamin E
makanan kaya vitamin e

Di dalam tubuh, vitamin E berperan sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Tubuh juga membutuhkan vitamin E untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga dapat melawan benda asing yang mengganggu tubuh, seperti bakteri atau virus.

5. Echinacea

manfaat bunga echinacea

Bunga echinacea adalah salah satu jenis bunga dari keluarga daisy yang banyak digunakan sebagai suplemen kesehatan untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Bunga ini memiliki campuran zat aktif yang kompleks, beberapa di antaranya disebut antimikroba. Sementara kandungan lainnya memiliki efek pada sistem kekebalan tubuh manusia.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Lancet Infectious Diseases di University of Connecticut, bunga echinacea mampu menghasilkan efek kekebalan tubuh yang lebih kuat.

Penelitian lain juga melaporkan bahwa bunga ini mampu mencegah serangan flu sekitar 58 persen dan mengurangi lamanya waktu penyembuhan flu hampir satu setengah hari lebih cepat dari tanaman obat lainnya.

6. Ginseng

manfaat ginseng buat pria

Tanaman ginseng dapat membantu Anda meningkatkan sistem kekebalan dan melawan infeksi. Akar, batang dan daun ginseng telah digunakan untuk menjaga homeostasis kekebalan dan meningkatkan ketahanan terhadap penyakit atau infeksi.

Ginseng meningkatkan kinerja sistem kekebalan Anda dengan mengatur setiap jenis sel imun, termasuk makrofag, sel pembunuh alami, sel dendritik, sel T dan sel B. Ginseng juga memiliki senyawa antimikroba yang bekerja sebagai mekanisme pertahanan terhadap infeksi bakteri dan virus.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Chinese Medicine menemukan bahwa ekstrak ginseng berhasil menginduksi respon antibodi antigen spesifik ketika diberikan secara oral. Antibodi mengikat antigen, seperti racun atau virus, dan mencegah dari kerusakan sel-sel normal tubuh. Karena kemampuan ginseng memainkan peran dalam produksi antibodi, ginseng dapat membantu tubuh untuk melawan invasi mikroorganisme atau antigen patogen.

7. Mangan

Mangan berperan dalam berbagai proses kimia, termasuk sintesis nutrisi seperti kolesterol, karbohidrat, dan protein. Mangan juga berperan dalam pembentukan massa tulang dan membantu menyeimbangkan hormon secara alami yang memengaruhi hampir seluruh kesehatan.

Mangan adalah mineral penting yang dibutuhkan untuk berbagai fungsi penting dalam tubuh, termasuk penyerapan nutrisi, produksi enzim pencernaan, perkembangan tulang dan menjaga sistem kekebalan tubuh.

8. Zinc

kebutuhan zinc saat puasa

Zinc adalah nutrisi yang dibutuhkan agar tetap sehat. Zinc dapat membantu sistem kekebalan tubuh dalam melawan virus dan bakteri ketika tubuh berhenti menerima makanan.

Zinc juga berperan dalam pemecahan karbohidrat. Sehingga, pemenuhan kebutuhan zinc juga dapat membantu mencegah Anda dari rasa lemas karena kekurangan energi.

9. Magnesium

manfaat magnesium fungsi magnesium

Magnesium membantu untuk menjaga fungsi saraf dan otot, menjaga kesehatan sistem kekebalan tubuh, membuat jantung berdetak stabil, dan membantu tulang tetap kuat. Ini juga membantu mengatur kadar glukosa darah dan membantu dalam produksi energi dan protein.

Magnesium juga memengaruhi kebugaran tubuh sehingga dapat meningkatkan performa olahraga. Mineral ini dapat membuat proses pembentukan energi lebih baik, yang membuat pengelolaan energi ketika berolahraga jauh lebih efektif.

Jadi, dengan asupan magnesium yang cukup, Anda bisa berolahraga dengan energi tinggi tanpa mudah merasa lelah.

10. Selenium

Selenium mampu merangsang sistem kekebalan tubuh. Mengonsumsi selenium dapat mengurangi risiko terbentuknya kanker tertentu, juga mencegah HIV berkembang menjadi AIDS.

Kebutuhan selenium menurut recommendation daily allowance (RDA) adalah 55 mcg per hari dan meningkat pada wanita hamil dan menyusui yaitu mencapai 60-70 mcg per hari.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca