Perlukah Minum Suplemen Vitamin D Setiap Hari?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tubuh manusia memang memerlukan vitamin D. Pasalnya, vitamin D berfungsi untuk menyerap kalsium dan fosfor di dalam tulang, menguatkan hubungan antar sel, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain dari sinar matahari dan makanan, vitamin D juga bisa didapatkan dalam bentuk suplemen. Namun, perlukah minum suplemen vitamin D tambahan? Cari tahu dalam ulasan berikut ini.

Apa itu suplemen vitamin D?

Vitamin D dikenal sebagai vitamin sinar matahari. Ya, vitamin yang satu ini bisa Anda dapatkan secara gratis hanya dengan rutin berjemur di pagi hari. Selain itu, vitamin D juga bisa didapatkan dari makanan kaya vitamin D dan suplemen.

Suplemen vitamin D tersedia dalam berbagai dosis, mulai dari 2.000 hingga 10.000 IU per hari, 50.000 IU per minggu, atau bahkan terkadang lebih. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi suplemen vitamin D dapat membantu mengurangi rasa sakit dan gejala depresi pada wanita dengan diabetes tipe 2. Tidak hanya itu, asupan vitamin D tambahan terbukti dapat mencegah gangguan kognitif pada orang denganĀ penyakit Parkinson dan menguatkan otot-otot pada ibu hamil.

Apa perlu minum suplemen vitamin D setiap hari?

manfaat vitamin d untuk wanita

Sama seperti vitamin lainnya, kelebihan asupan vitamin D dapat menimbulkan masalah kesehatan. Hal ini berlaku pula bila Anda mengonsumsi suplemen vitamin D tanpa anjuran dari dokter.

Vitamin D adalah salah satu vitamin yang larut lemak. Artinya, setiap kelebihan vitamin D akan disimpan di dalam tubuh, bukan dibuang. Nah, saat Anda minum suplemen vitamin D setiap hari padahal Anda tidak membutuhkannya, vitamin D dalam tubuh akan menumpuk.

Dilansir dari Reader’s Digest, menurut Madeline Basler MS, RDN, CDN dari Real You Nutrition, orang yang kelebihan dosis suplemen vitamin D akan merasakan gejala seperti:

mual dan muntah, turunnya nafsu makan, sembelit, lemas, dan berat badan turun. Bahkan, tidak sedikit suplemen yang mengandung vitamin D3 hingga 22 persen lebih tinggi daripada jumlah yang tercantum pada label. Ini sebabnya pasokan vitamin D dalam tubuh menjadi kian berlebih.

Mari kita lihat dari salah satu fungsi vitamin D, yaitu membantu menyerap kalsium di dalam tulang. Jika tubuh kelebihan asupan vitamin D, maka otomatis penyerapan kalsium akan ikut berlebih. Selanjutnya, kondisi ini bisa memicu batu ginjal dan gangguan pencernaan. Dalam kondisi yang parah, tubuh bisa keracunan vitamin D saat Anda mengonsumsi 50.000 IU vitamin D setiap hari.

Oleh karena itu, pada dasarnya Anda tidak perlu minum suplemen vitamin D setiap hari bila kondisi tubuh Anda sehat dan tidak mengalami masalah medis apapun. Sebab, hanya orang-orang tertentu saja yang disarankan oleh dokter yang boleh minum suplemen vitamin D sesuai dengan kebutuhan.

Suplemen vitamin D hanya dianjurkan untuk orang-orang tertentu saja

obat pereda nyeri kanker

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada American Journal of Clinical Nutrition, orang yang berusia 70 tahun ke atas cenderung mengalami penurunan kemampuan dalam memproduksi vitamin D hingga 75 persen. Ini sebabnya para lansia diperbolehkan untuk mengonsumsi suplemen vitamin D.

Selain itu, orang yang mengalami obesitas cenderung membutuhkan lebih banyak vitamin D. Ini karena sel-sel lemak yang menumpuk di dalam tubuhnya cenderung menyerap vitamin D lebih banyak sehingga persediaan vitamin D di dalam tubuh tidak mencukupi.

Berikut adalah kelompok orang yang membutuhkan suplemen vitamin D, di antaranya:

  • Wanita pascamenopause
  • Pria dan wanita yang membutuhkan steroid jangka panjang
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Orang dengan penyakit ginjal kronis
  • Orang dengan penyakit paratiroid

Beberapa makanan seperti ikan berlemak, telur, hati sapi, keju, dan jamur mengandung vitamin D, walaupun jumlahnya sangat kecil. Meski demikian, Anda sebenarnya tidak perlu cemas akan kekurangan vitamin D. Pasalnya, konsumsi makanan kaya vitamin D tersebut akan tetap memenuhi kebutuhan vitamin D harian Anda, terlebih bila diimbangi dengan kebiasaan berjemur di bawah sinar matahari pagi.

Jadi, Anda tidak perlu cemas akan kekurangan vitamin D bila tidak mengonsumsi suplemen vitamin D, selama Anda tidak termasuk golongan orang yang membutuhkan suplemen tambahan. Namun, untuk memastikannya lagi, periksakan diri ke dokter untuk mengetahui berapa kadar vitamin D dalam tubuh dan apakah Anda membutuhkan suplemen vitamin D.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Diet Tinggi Serat, Cara Sehat untuk Turunkan Berat Badan

Salah satu diet yang dipercaya mampu menurunkan berat badan dengan aman dan sehat adalah diet tinggi serat. Seperti apa aturannya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Nutrisi, Hidup Sehat 11 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Antara Dada dan Paha Ayam, Mana yang Lebih Banyak Gizinya?

Paha ayam lebih murah dan lebih mudah untuk diolah. Di sisi lain, dada ayam lebih ekonomis karena dagingnya lebih banyak. Bagaimana dari sisi kesehatannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Nutrisi, Hidup Sehat 1 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

Nutrisi memegang peranan yang besar untuk mencegah kemungkinan risiko COVID-19. Yuk, cari tahu nutrisi utama yang perlu ditambahkan dalam menu harian Anda.

Ditulis oleh: Maria Amanda
Nutrisi, Hidup Sehat 30 Juli 2020 . Waktu baca 9 menit

13 Tips Makan Sehat untuk Orang yang Super Sibuk

Banyak yang mengira makan makanan sehat itu susah dan perlu banyak usaha, jadi orang yang sibuk tidak akan bisa. Padahal, kenyataannya tidak begitu.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Nutrisi, Hidup Sehat 22 Juli 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
wanita aktif karena rutin berolahraga dan mengonsumsi suplemen cegah osteoporosis

Cari 3 Kandungan Suplemen Ini untuk Cegah Osteoporosis

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
osteoporosis

Osteoporosis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 10 menit
Konten Bersponsor
lansia bermain di pantai berkat kesehatan yang baik, seperti menjaga keseimbangan mikrobiota usus dengan probiotik

Begini Peran Penting Probiotik untuk Kesehatan Lansia

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit
multivitamin gummy dewasa

Multivitamin Gummy untuk Dewasa, Benarkah Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit