Perlukah Kita Minum Multivitamin Setiap Hari?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Multivitamin dianggap banyak orang sebagai pencegah penyakit jantung, kanker, penurunan kinerja otak, dan juga peningkat kesehatan. Namun, apakah anggapan tersebut benar? Jawabannya bisa ya, bisa juga tidak. Hal itu sangat bergantung pada cara pemakaian multivitamin sehari-hari. Banyak peneliti yang melarang penggunaan multivitamin terlalu sering dan dalam jangka waktu yang lama, namun hingga saat ini banyak orang yang mengacuhkannya.

Anda pasti tahu bahwa antibiotik tidak boleh diminum dalam jangka waktu yang panjang. Mengapa? Karena lama kelamaan tubuh akan kebal terhadap antibiotik. Jika, antibiotik memiliki efek samping seperti itu jika terlalu sering digunakan, tentunya multivitamin juga tak jauh berbeda. 

Dampak multivitamin jika dikonsumsi terlalu sering

Minum multivitamin setiap saat mungkin terdengar sebagai cara untuk membantu menutupi kebutuhan gizi dasar Anda, terutama jika makanan Anda tidak mencukupi nilai gizi harian yang baik. Tapi, secara rutin mendapatkan vitamin dan mineral berlebih dapat berbahaya bagi Anda. Perlu diketahui bahwa sebagian besar vitamin mengandung vitamin A, vitamin C, zat besi, dan kalsium sebanyak 100% atau lebih. Terlalu banyak vitamin C atau zinc dapat menyebabkan perut kram, mual, dan diare. Terlalu banyak selenium dapat menyebabkan rambut rontok, gangguan pencernaan, kelelahan, dan kerusakan saraf ringan.

Menurut Johanna Dwyer, seorang ilmuwan peneliti senior dari National Institutes of Health’s Office of Dietary Supplements, Vitamin D, kalsium, dan asam folat merupakan tiga nutrisi yang sering kali Anda dapatkan terlalu banyak. Mengonsumsi vitamin D yang terlalu banyak dapat menyebabkan masalah jantung yang serius.

Selain itu, dalam sebuah jurnal editorial Annals of Internal Medicine yang berjudul “Enough is Enough: Stop Wasting Money on Vitamin and Mineral Supplements,” para peneliti dari rumah sakit John Hopkins mengulas beberapa bukti mengenai suplemen, yaitu:

  • Sebuah analisis dari penelitian yang melibatkan 450 ribu orang menemukan bahwa multivitamin tidak menurunkan risiko penyakit jantung atau kanker.
  • Sebuah studi yang melacak fungsi mental dan penggunaan multivitamin dari 5.947 pria selama 12 tahun menemukan bahwa multivitamin tidak mengurangi risiko penurunan mental, seperti kehilangan ingatan atau kelambatan berpikir.
  • Sebuah studi dari 1.708 korban serangan jantung yang meminum multivitamin dosis tinggi dan placebo selama 55 bulan, berakhir dengan mengalami operasi jantung dan kematian pada tingkat yang serupa dari kedua kelompok.

Bagaimana cara mengonsumsi multivitamin yang aman?

1. Menempatkan makanan sebagai prioritas pertama

“Ahli gizi merekomendasikan makanan sebagai prioritas utama, karena makanan memberikan berbagai vitamin, mineral, dan juga faktor makanan lain yang tidak ditemukan dalam suplemen vitamin atau mineral,” jelas Penny Kris-Etherton, seorang Dosen nutrisi di Pennsylvania State University’s College of Health and Human Development.

Misalnya, ia menunjukkan bahwa makanan memberikan banyak senyawa bioaktif dan serat makanan yang biasanya tidak ditemukan di dalam suplemen. Dan, beberapa suplemen tidak memungkinkan untuk penyerapan vitamin secara penuh.

“Jika diminum pada keadaan perut kosong tanpa makanan, beberapa vitamin yang larut dalam lemak tidak akan diserap sebaik ketika suplemen tersebut dikonsumsi dengan makanan yang menyediakan lemak,” kata Kris-Etherton.

2. Multivitamin hanyalah pelengkap

Jika diet adalah kunci untuk mendapatkan vitamin dan mineral terbaik, maka suplemen adalah pelengkap dari diet Anda. Misalnya, jika Anda telah melakukan yang terbaik untuk makan makanan sehat, tetapi masih merasa kurang di beberapa tempat, maka suplemen multivitamin dapat membantu. Anda disarankan untuk menggunakan suplemen jika seorang ahli kesehatan telah merekomendasikannya kepada Anda.

“Suplemen umumnya akan memberikan 100% dari seluruh kebutuhan harian vitamin dan mineral dalam tubuh,” kata Kris-Etherton. “Oleh karena itu, banyak ahli gizi akan setuju bahwa suplemen boleh dikonsumsi jika kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi oleh makanan berbasis diet sehat.”

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca