Pernahkah Anda merasa bahwa berat badan Anda bertambah meskipun Anda tidak makan lebih banyak dari yang biasanya? Atau, pernahkah Anda merasa heran karena tiba-tiba berat badan naik?

Mungkin Anda akan berpikir bahwa penyebab berat badan Anda terus meningkat adalah karena asupan makanan. Akibatnya, untuk menurunkan berat badan, Anda akan mengurangi asupan makanan Anda. Padahal, penyebab berat badan naik bukan hanya karena asupan makanan saja, melainkan juga dapat disebabkan oleh gaya hidup Anda.

Penyebab tak terduga berat badan naik

Berikut adalah beberapa penyebab unik berat badan naik yang perlu Anda ketahui :

1. Terlalu banyak variasi makanan

Tanpa Anda sadari, ketika Anda memiliki banyak variasi makanan, Anda akan cenderung lebih banyak makan dari apa yang seharusnya. Anda bisa saja memiliki banyak variasi makanan, hanya saja, Anda perlu memperhatikan asupan gizi yang terkandung di dalamnya. Perbanyak makanan yang rendah kalori dan kaya akan nutrisi, seperti buah-buahan, kacang-kacangan, sayuran, sup kaldu, biji-bijian, dan produk susu rendah lemak.

2. Depresi

Sebuah studi baru di University of Alabama di Birmingham (UAB) menegaskan bahwa terdapat hubungan antara depresi dan obesitas, yang telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker dan penyakit kardiovaskular.

Menurut Psychology Today, wanita lebih rentan untuk mengalami depresi dibandingkan dengan pria. Dan biasanya, wanita yang mengalami depresi akan cenderung meningkatkan asupan makan dan tidur terus menerus. Sehingga, tidak heran jika hal tersebut akan berdampak pada meningkatnya berat badan.

3. Kecanduan gadget

Menggunakan gadget sebelum tidur tidak hanya dapat mempengaruhi kualitas tidur Anda. Studi yang dilakukan oleh Harvard T H Chan School of Public Health menemukan bahwa remaja yang menggunakan smartphone atau komputer selama berjam-jam cenderung lebih berisiko untuk mengalami kegemukan. Hal tersebut terjadi karena remaja yang “kecanduan” smartphone atau gadget biasanya akan cenderung minum-minuman yang manis dan kurang aktivitas fisik. Akibatnya, remaja tersebut akan memiliki risiko 43 kali lebih besar untuk mengalami obesitas dibandingkan dengan yang tidak.

4. Makan sambil melakukan aktivitas lain

Multitasking seperti makan sambil menonton televisi atau sambil bekerja di depan komputer ternyata dapat meningkatkan berat badan Anda. Tanpa Anda sadari, ketika Anda makan sambil melakukan aktivitas lainnya, aktivitas makan Anda menjadi terganggu dan Anda akan cenderung tidak dapat mengendalikan asupan makanan Anda.

Ketika Anda tidak sadar dengan apa yang masuk ke dalam mulut Anda, Anda tidak dapat memproses informasi tersebut. Informasi tersebut tidak akan disimpan di dalam memori otak Anda. Akibatnya, tanpa memori setelah makan, Anda lebih mungkin untuk makan lebih cepat dari waktu yang seharusnya.

Oleh karena itu, hindari makan sambil melakukan aktivitas lainnya. Ketika Anda menikmati apa yang Anda makan, Anda akan lebih cepat merasa kenyang sehingga dapat mengendalikan asupan makanan pada tubuh Anda.

5. Pertambahan usia

Tanpa Anda sadari, pertambahan usia dapat meningkatkan risiko peningkatan berat badan. Ini adalah hal yang tidak bisa Anda hindari. Namun, hal tersebut terjadi karena beberapa faktor, di antaranya seperti pola makan yang buruk, gaya hidup, genetik, faktor sosial, obat-obatan, atau ketidakseimbangan hormon.

Berikut adalah beberapa penyebab terjadinya peningkatan berat badan saat Anda bertambah usia:

  • Aktivitas fisik berkurang. Biasanya, seiring pertambahan usia, Anda akan lebih sering duduk untuk mengerjakan segala deadline Akibatnya, aktivitas fisik Anda akan berkurang sehingga asupan gizi seperti kalori bukannya diubah menjadi energi melainkan akan disimpan sebagai lemak.
  • Seiring bertambahnya usia, Anda akan lebih sering stres. Akibatnya, stres dapat mempengaruhi kemampuan tubuh dalam memproses makanan yang masuk ke dalam tubuh Anda.
  • Proses penuaan seringkali dikaitkan dengan penurunan hormon, di antaranya hormon pertumbuhan, estrogen, progesterone, testosterone, dan dua hormon tiroid. Penurunan alami ini disebut sebagai “penurunan hormon yang berkaitan dengan usia”, dan penurunan hormon akan terus berlangsung hingga 30 tahun.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca