5 Kebiasaan Sepele yang Bikin Berat Badan Cepat Naik

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Panik karena berat badan cepat naik? Tunggu dulu. Mungkin ada yang keliru dari kebiasaan sehari-hari Anda. Pasalnya, pertambahan berat badan tidak selalu karena Anda banyak makan. Ada berbagai kebiasaan sepele harian yang tanpa disadari bisa membuat berat badan cepat naik. Apa saja? Berikut ulasannya.

Berbagai kebiasaan yang bikin berat badan cepat naik

1. Makan terlalu cepat

mengunyah makanan

Kegiatan harian yang padat hingga tumpukan pekerjaan yang menunggu untuk diselesaikan tak jarang membuat Anda mempersingkat waktu makan setiap harinya. Alih-alih makan dengan santai, Anda justru makan dengan kecepatan super, dengan prinsip asal perut terisi. Jika kebiasaan ini terus Anda pertahankan, jangan heran jika timbangan berat badan mengalami kenaikan.

Dikutip dari Healthline, sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki kebiasaan makan buru-buru, cenderung mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Saat makan terlalu cepat, tubuh tidak diberikan kesempatan untuk memberi tahu otak bahwa perut sudah kenyang. Oleh karena itu, Anda akan makan lebih banyak dari yang dibutuhkan tubuh.

Solusinya, cobalah untuk memperlambat waktu makan dengan mengunyah lebih banyak dan menikmati setiap suapannya. Sehingga tubuh memiliki waktu untuk memberikan informasi ke otak bahwa ia sudah terisi penuh.

2. Kurang tidur

ngantuk saat puasa

Michael Breus, ahli yang berfokus menangani gangguan tidur di Amerika, menyatakan bahwa ketika kita terlalu sedikit menutup mata untuk tidur, metabolisme tubuh akan melambat untuk menghemat energi. Perlambatan ini kemudian memicu hormon kortisol yang dapat meningkatkan nafsu makan. Tubuh kemudian berpikir bahwa Anda membutuhkan banyak energi sehingga ia meminta lebih banyak makanan.

Selain itu, kurang tidur membuat tubuh melepaskan lebih banyak ghrelin (hormon yang memberi sinyal rasa lapar) dan mengurangi leptin (hormon yang memberi sinyal perasaan kenyang). Tidak teraturnya hormon-hormon ini pada akhirnya membuat Anda menginginkan lebih banyak makan dan tidak memiliki kepekaan untuk mengetahui kapan harus berhenti mengunyah.

Tak hanya itu, dalam penelitian lain ditemukan bukti bahwa orang-orang yang kurang tidur berisiko memiliki lemak perut atau visceral. Jika dibiarkan terus menerus, lemak perut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

3. Kurang minum

Jika menurut Anda kurang minum adalah kebiasaan yang sepele, maka sebaiknya hentikan pemikiran tersebut. Orang yang kurang minum berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan, salah satunya bisa membuat berat badan cepat naik.

Penelitian membuktikan rasa haus sering disalahartikan oleh tubuh sebagai sinyal rasa lapar oleh tubuh. Oleh sebab itu, hasil penelitian membuktikan bahwa orang yang minum dua cangkir air sebelum sarapan mengonsumsi 22 persen kalori yang lebih rendah pada makanan  dibandingkan dengan yang tidak minum air sama sekali.

Namun jangan salah kaprah, tidak semua minuman bisa Anda konsumsi semaunya. Penelitian membuktikan orang yang minum soda setiap hari memiliki ukuran pinggang enam kali lebih besar dibandingkan dengan mereka yang tidak minum sama sekali. Minuman manis lainnya yang mengandung gula seperti minuman kemasan juga dapat membuat berat badan cepat naik jika dikonsumsi setiap hari.

Untuk itu, usahakan untuk meminum air putih karena tidak memiliki kalori sama sekali sehingga Anda akan terhindar dari kegemukan. Selain itu, minum air putih juga memiliki berbagai manfaat lain seperti menyehatkan kulit, membantu mengeluarkan racun tubuh, dan melancarkan sistem pencernaan Anda.

4. Makan camilan tidak sehat

penyebab impotensi

Rasa lapar yang berlebih adalah salah satu penyebab mengapa orang mengalami kenaikan berat badan. Ketika seseorang merasa lapar, ia akan makan dalam porsi yang besar. Akibatnya, nafsu makan menjadi tidak terkendali dan melahap semua makanan yang ada di depannya baik yang sehat maupun yang tidak.

Nah, salah satu cara memerangi rasa lapar yang berlebih ialah dengan mengonsumsi camilan di sela-sela waktu makan. Namun bukan sembarang camilan, karena sebaiknya Anda memilih snack sehat yang dapat mengatasi rasa lapar sekaligus mengekang keinginan untuk makan makanan yang tidak sehat.

Usahakan untuk mengonsumsi makanan ringan dengan indeks glikemik yang rendah di antara waktu makan besar. Camilan dengan indeks glikemik yang rendah dapat membantu Anda kenyang lebih lama sehingga mencegah makan dengan porsi besar.

Salah satu bahan makanan sehat dengan indeks glikemik rendah yang dapat dijadikan camilan yaitu kedelai. Kedelai mengandung asam lemak tak jenuh, serat, antioksidan, dan juga protein. Kandungan serat dan protein yang tinggi pada kedelai mampu memberikan energi yang dibutuhkan dan membuat Anda kenyang lebih lama. Dengan begitu Anda tidak akan kalap ketika melihat makanan di waktu makan Anda berikutnya. Untuk itu, pilihlah camilan sehat dari olahan kedelai untuk mengisi jeda waktu makan Anda.

5. Makan tanpa jadwal yang teratur

waktu makan tak teratur sebabkan penyakit jantung

Walaupun sering dianggap sepele, makan di jam yang teratur ternyata memiliki manfaat untuk kesehatan Anda. Jika Anda tidak memiliki waktu makan yang teratur, maka ada waktu-waktu di mana Anda akan merasa sangat lapar. Alhasil, Anda akan makan sesuka hati tanpa terkendali.

Selain itu, penelitian membuktikan orang-orang yang memiliki waktu makan teratur cenderung merasa kurang lapar sebelum makan dan akan merasa lebih kenyang setelah makan. Sebaliknya, orang yang jadwal makannya berantakan akan merasa lebih lapar dan makan lebih banyak.

Hal ini juga akan mengacaukan jam internal tubuh yang seharusnya memiliki proses yang teratur seperti nafsu makan dan metabolisme serta pencernaan makanan. Akibatnya, orang-orang yang tidak memiliki waktu makan teratur berisiko tinggi memiliki penyakit kronis seperti sindrom metabolik, penyakit jantung, resistensi insulin dan kontrol gula darah yang buruk. 

Dengan memiliki waktu makan yang teratur, Anda akan dengan mudah mengendalikan porsi dan jenis makanan yang dikonsumsi. Selain itu, makan dengan jadwal yang teratur juga baik untuk kesehatan pankreas. Pasalnya, pankreas tidak dapat bekerja maksimal untuk memproduksi insulin saat perut kosong.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Tidur Berlebihan Bisa Meningkatkan Risiko Pikun?

Anda mungkin sudah mengetahui bahwa kurang tidur berdampak buruk pada kesehatan. Tapi, tidur berlebihan meningkatkan risiko Anda terkena demensia.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Otak dan Saraf, Alzheimer dan Demensia 8 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Hernia Inguinalis

Hernia Inguinalis adalah kondisi menonjolnya organ dalam tubuh di bagian perut. Cari tahu gejala hingga pengobatannya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 4 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

Sindrom Metabolik

Sindrom Metabolik adalah kondisi yang menyebabkan risiko penyakit. Berikut gejala, penyebab, diagnosis, dan pengobatan penyakit ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 2 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Hernia (Turun Berok)

Hernia adalah istilah medis untuk kondisi turun berok. Cari tahu apa penyebab, gejala, hingga cara mengobati di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 1 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit


Direkomendasikan untuk Anda

Berapa Asupan Karbohidrat untuk Menambah Berat Badan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
gula darah turun

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
mie instan atau nasi

Mie Instan atau Nasi: Mana yang Bikin Lebih Cepat Gemuk?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 20 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
menambah berat badan

3 Jenis Nutrisi untuk Menambah Berat Badan Dengan Cepat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 20 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit