Obesitas pada anak merupakan suatu masalah kesehatan yang serius, karena dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak, serta memicu penyakit kronis pada usia yang lebih dini. Obesitas pada anak bisa jadi diakibatkan faktor keturunan, namun faktor lingkungan akibat orangtua yang mengalami obesitas juga sangat bisa memicu terjadinya obesitas pada anak.  

Berbagai faktor yang memicu obesitas pada anak

Korelasi antara orang tua yang obesitas dan anak yang obesitas sudah dikenal sejak beberapa dekade yang lalu. Selain faktor genetik, obesitas pada anak juga cenderung terjadi karena anak tinggal di lingkungan sosial yang sama dengan orang tua yang obesitas.

Menurut Profesor Lesley Regan, seorang ahli kandungan, obesitas merupakan masalah kesehatan pandemi yang terjadi secara global dan hal ini sudah mulai dari dalam kandungan. Ia juga menjelaskan ibu hamil dengan obesitas meningkatkan risiko komplikasi yang dapat berdampak kesehatan dan gangguan perkembangan pada anak yang dilahirkan.

Ibu hamil yang mengalami obesitas dapat dapat berdampak pada kemampuan untuk mengatur hormon dan menyerap nutrisi setelah bayi dilahirkan. Kemudian, faktor lingkungan seperti penyediaan nutrisi dan pemilihan makanan oleh orang tua akan mempengaruhi  pola makan anak pada masa pertumbuhan hingga dewasa.

Bagaimana obesitas pada orangtua dapat memicu obesitas pada anak?

Kondisi obesitas pada orang tua dapat memicu obesitas pada anak dalam berbagai cara, di antaranya:

1. Obesitas saat kehamilan

Dampak utama pada anak yang dilahirkan dari ibu yang mengalami obesitas adalah risiko gangguan perkembangan proses metabolik dan sistem neuroendokrin bayi. Gangguan pada kedua faktor genetik tersebut akan mempengaruhi bagaimana tubuh anak beradaptasi dengan konsumsi makanan di masa perkembangan, dan lebih berisiko memicu obesitas.

Selain itu, obesitas saat hamil erat kaitannya dengan masalah kesehatan anak dalam jangka panjang seperti penyakit jantung dan diabetes mellitus. Obesitas saat hamil juga dapat mengganggu perkembangan otak janin dan munculnya penyakit asma pada anak, yang mengakibatkan anak lebih sedikit aktif berpartisipasi kegiatan aktivitas fisik.

2. Pola makan saat hamil

Kebiasaan pola makan orang tua sudah dapat diturunkan sejak bayi dalam kandungan. Proses ini dikarenakan jenis makanan yang dikonsumsi akan mempengaruhi cairan ketuban, suatu cairan yang berada di sekitar bayi dan mempengaruhi paparan sensori bayi selama masa kandungan.

Cairan ketuban menerima respon rasa dari makanan selama kehamilan dan membuat bayi terbiasa dan dapat beradaptasi dengan makanan padat  yang memiliki rasa serupa. Itulah sebabnya pola makan yang kurang sehat seperti konsumsi tinggi gula atau lemak selama menjani kehamilan dapat membuat anak memiliki kebiasaan pemilihan makanan serupa saat masa perkembangan.

3. Asupan nutrisi di masa pertumbuhan

Pemenuhan nutrisi anak sudah dimulai semenjak dilahirkan, hal ini biasanya dimulai dengan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Pada masa ini, pemberian ASI ekslusif bertujuan untuk membentuk adaptasi tubuh bayi terhadap konsumsi kalori, dan ASI itu sendiri sudah mencukupi kebutuhan kalori bayi. Sebaliknya, kebiasaan memberikan makanan tambahan sebelum waktunya dan melewatkan ASI eksklusif akan menyebabkan bayi mengonsumsi kalori berlebih yang ia tidak butuhkan, sehingga lebih mungkin memicu obesitas pada masa anak-anak.

Selanjutnya, saat mulai memasuki usia anak-anak dari usia balita, pada umumnya anak-anak menjadi lebih pemilih terhadap makanan dan lebih ingin mencoba jenis makanan yang baru, seperti jenis makanan yang dikonsumsi oleh orang tua ataupun yang disajikan di rumah. Pola makan orang tua yang kurang sehat dan kebiasaan memberikan makanan tinggi lemak dan karbohidrat akan memicu kebiasaan yang tidak sehat dan menyebabkan obesitas pada anak.

4. Orangtua obesitas sebagai role-model

Pada dasarnya, seorang anak akan meniru kondisi sekitarnya terutama kedua orang tuanya. Kebiasaan orang tua yang tidak sehat sehingga memicu obesitas juga dapat dialami oleh anak karena mereka hidup di dalam keluarga dengan lingkungan yang sama.

Suatu penelitian menunjukkan anak dengan orang tua yang mengalami obesitas memiliki proporsi tingkat aktivitas fisik yang lebih rendah dan lebih cenderung mengonsumsi makanan yang tidak sehat, serta kurang konsumsi sayur dan buah. Selain itu, dalam memulai hidup sehat diperlukan seorang contoh, dan dalam hal ini peran orang tua sangat dibutuhkan untuk mendorong perilaku hidup sehat dan mencegah terjadinya obesitas pada anak.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca