5 Nutrisi Penting untuk Menjaga Kesehatan Paru-paru

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Dalam kondisi rileks, Anda bisa bernapas hingga 30 ribu kali setiap harinya. Penyakit seperti kanker paru, pneumonia, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), hingga asma dapat membatasi kemampuan Anda untuk menghirup oksigen. Oksigen sendiri dibutuhkan oleh setiap sel dan jaringan tubuh untuk berfungsi optimal. Untuk itu, sama seperti bagian tubuh lainnya, Anda perlu mendapatkan nutrisi dari makanan sehat agar kesehatan paru-paru senantiasa terjaga.

Apa saja nutrisi yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan paru-paru?

Berikut ini adalah daftar nutrisi penting yang dibutuhkan oleh paru-paru, agar Anda dapat bernapas lebih baik.

1. Karotenoid

Karotenoid adalah pigmen yang memberi warna cerah pada wortel, bayam, kangkung, tomat, labu kuning, dan ubi jalar.

Kegunaan karotenoid sebagai nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan paru-paru adalah membantu mengurangi stres oksidatif. Manfaat ini dapat mencegah kanker paru-paru serta memperbaiki kapasitas paru untuk bernapas pada orang-orang yang memiliki asma dan PPOK.

Salah satu jenis karotenoid yaitu lycopene diketahui dapat mengurangi peradangan pada saluran pernapasan.

Selain itu, beta-karoten yang terkandung dalam wortel yang kemudian diubah menjadi vitamin A dalam tubuh juga dapat mengurangi kekambuhan asma akibat olahraga.

2. Vitamin C

Vitamin C erat kaitannya dengan nutrisi penangkal flu dan pilek.

Namun sebuah studi ulasan terbitan Journal of the Royal Society of Medicine menunjukkan bahwa asupan antioksidan ini juga bermanfaat untuk menjauhkan Anda dari pneumonia, setelah mengkaji lima penelitian berbeda.

Bukti lainnya menunjukkan bahwa vitamin C merupakan nutrisi yang baik untuk kesehatan paru-paru karena mencegah perkembangan PPOK serta kemajuan penanganannya.

Selain itu, vitamin C juga dilaporkan dapat mencegah dan mengendalikan gejala asma. Asupan vitamin C selama kehamilan dikaitkan dengan penurunan risiko mengi (napas bunyi “ngik-ngik) pada anak usia dini.

Manfaat yang sama juga ditemukan pada konsumsi vitamin C selama masa kanak-kanak. Dalam ulasan ilmiah ini, disebutkan salah satu studi menemukan kejadian asma terjadi paling rendah pada anak-anak prasekolah yang mendapat lebih banyak asupan vitamin C harian daripada yang tidak.

Selain jeruk, Anda juga bisa mendapatkan asupan vitamin ini dari paprika kuning, pepaya, jambu biji, kiwi, dan mangga.

Vitamin C juga terdapat dalam jahe. Bahan alami ini bersifat menghangatkan sehingga bisa mengencerkan dahak. Maka dari itu, bisa digunakan sebagai obat batuk alami untuk batuk berdahak.

Makan bernutrisi

3. Mineral

Beberapa mineral ditemukan sangat bermanfaat untuk melindungi Anda dari gangguan pernapasan. Pada anak-anak, peningkatan asupan magnesium, kalsium, selenium, dan potasium dari makanan segar diketahui menurunkan risiko kambuhnya asma.

Magnesium bisa mengendurkan otot-otot di sekitar bronkus paru, sehingga membuat saluran pernapasan tetap terbuka. Penyempitan bronkus adalah yang memicu serangan asma.

Anda bisa mendapatkan sekelompok mineral untuk nutrisi kesehatan paru-paru ini dari sayuran berwarna hijau, kacang dan biji-bijian, gandum, daging sapi dan ayam, ikan, telur, buah-buahan, dan bawang putih.

Manfaat bawang putih selain mengandung selenium, juga mengandung alisin yang dapat meningkatkan aliran darah ke paru-paru agar Anda dapat bernapas lebih baik.

4. Vitamin E

Vitamin E (α-tocopherol) adalah sumber antioksidan yang bermanfaat untuk membantu memperlambat penuaan. Tapi selain itu, nutrisi vitamin E dipercaya berguna untuk kesehatan paru-paru karena dapat mengatasi masalah suara mengi sekaligus meningkatkan fungsi organ pernapasan ini.

Bukti dari studi observasional berjudul Nutrition and Respiratory Health juga menunjukkan bahwa meningkatkan asupan sumber makanan kaya vitamin E selama hamil dan menyusui dapat mengurangi risiko asma dan suara mengi pada anak-anak.

Selain itu, peningkatan asupan vitamin E telah terbukti dapat mengurangi frekuensi kekambuhan masalah pernapasan pada orang dewasa pengidap PPOK. Risiko perkembangan PPOK juga ditemukan menurun hingga 10% pada wanita yang mengonsumsi suplemen vitamin E 600 IU.

Vitamin E bisa Anda dapatkan dari kacang-kacangan, sayuran hijau, minyak bunga matahari, gandum, dan minuman berbasis susu.

Untuk mendapatkan manfaat kesehatan paru-paru yang paling maksimal dari vitamin E, konsumsilah bersama sumber makanan kaya vitamin C. Kedua vitamain ini mampu bekerja dengan efektif melawan radikal bebas dalam tubuh.

Daftar Pantangan dan Anjuran Makanan untuk Penderita PPOK

5. Vitamin B

Meningkatkan nutrisi dari makanan kaya asam folat (vitamin B-9) juga dapat membantu melindungi kesehatan paru-paru Anda dari penyakit paru obstruktif kronik, atau PPOK — sebuah istilah yang mencakup berbagai kondisi untuk penyakit paru-paru, termasuk emfisema, bronkitis kronis, dan beberapa bentuk asma.

Sebuah studi tentang orang dewasa pemilik PPOK yang diterbitkan di jurnal Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition pada tahun 2010 menemukan bahwa gejala sesak napas akibat PPOK terkait dengan rendahnya asupan makanan kaya folat.

Selain itu, vitamin B-6 dikaitkan dengan fungsi paru yang lebih baik secara keseluruhan dan perlindungan terhadap kanker paru.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association pada tahun 2010, risiko kanker paru ditemukan lebih rendah pada sampel darah baik milik perokok dan non-perokok yang meningkatkan asupan makanan tinggi vitamin B-6.

Beberapa makanan sumber vitamin B terbaik adalah salmon, brokoli, bayam, selada, ikan, telur, susu, gandum, dan kacang-kacangan.

Itulah kelima nutrisi yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan sistem pernapasan khususnya paru-paru. Sebagian besar nutrisi ini tidak hanya berguna mencegah berbagai ancaman penyakit pernapasan, tapi juga membantu pengobatan beberapa penyakit.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

Nutrisi memegang peranan yang besar untuk mencegah kemungkinan risiko COVID-19. Yuk, cari tahu nutrisi utama yang perlu ditambahkan dalam menu harian Anda.

Ditulis oleh: Maria Amanda
Nutrisi, Hidup Sehat 30/07/2020 . Waktu baca 9 menit

Lemak Paha Anda Sulit Dihilangkan? Ini Penyebabnya

Tahukah Anda bahwa lemak paha adalah lemak yang sulit dihilangkan dibandingkan dengan lemak yang ada di bagian tubuh lain? Lalu apa penyebabnya?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 30/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Tips untuk Freelancer Menjaga Kesehatan dan Memilih Asuransi

Ikuti tips menjaga kesehatan ini untuk para freelancer termasuk cara dalam menjamin kesehatan dengan upaya memiliki asuransi.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
asuransi kesehatan untuk freelancer
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/07/2020 . Waktu baca 5 menit

5 Manfaat Punya Asuransi di Masa Pandemi COVID-19

Saatnya mempertimbangkan asuransi di masa pandemi COVID-19 sebagai perlindungan kehidupan. Ketahui beragam manfaat asuransi di masa new normal.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
asuransi di masa pandemi
Asuransi, Hidup Sehat 29/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berat badan turun bukan berarti lemak berkurang

Berat Badan Turun, Bukan Berarti Lemak Tubuh Berkurang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 03/08/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
menghadapi kecemasan di new normal

Tips Menghadapi Kecemasan Kembali Beraktivitas di Era New Normal

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 03/08/2020 . Waktu baca 5 menit
makan tidak teratur

6 Dampak Buruk Akibat Makan Tidak Teratur

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 03/08/2020 . Waktu baca 4 menit
common cold selesma batuk pilek

Common Cold (Selesma)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 31/07/2020 . Waktu baca 8 menit