Mengenal Berbagai Jenis Status Gizi: Anda yang Mana?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/06/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Sebagian besar dari Anda mungkin hanya mengetahui bahwa tubuh seseorang gemuk, kurus, dan normal. Tetapi, lebih jauh dari hanya ketiga istilah tersebut, WHO sebagai organisasi kesehatan dunia telah mengklasifikasikan status gizi seseorang berdasarkan tinggi badan, berat badan, dan usia.

Apa itu status gizi?

Setiap orang pasti mendambakan status gizinya normal, mempunyai berat badan dan tinggi badan yang ideal. Status gizi normal menunjukkan Anda mempunyai status kesehatan yang baik. Status gizi normal dapat menurunkan risiko Anda terkena penyakit.

Status gizi merupakan kondisi kesehatan yang dipengaruhi oleh asupan dan penggunaan zat gizi. Ketika asupan gizi Anda memenuhi kebutuhan Anda, maka Anda akan mempunyai status gizi yang baik. Namun, ketika asupan gizi Anda kurang atau berlebihan, hal ini akan menimbulkan ketidakseimbangan dalam tubuh Anda.

Macam-macam status gizi

Status gizi merupakan salah satu indikator kesehatan seseorang. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengetahui status gizi yang Anda miliki, terutama bagi anak Anda karena ia sedang masa pertumbuhan dan perkembangan. Kadang seseorang memiliki anggapan yang salah terhadap status gizinya.

Berikut ini merupakan beberapa status gizi yang perlu Anda perhatikan. Karena jika Anda memiliki status gizi seperti di bawah ini, maka risiko Anda mengalami penyakit tertentu akan lebih besar daripada individu lain yang memiliki status gizi normal. Status gizi di bawah ini dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu untuk anak di bawah 5 tahun, anak usia 5-18 tahun, dan orang dewasa.

Untuk anak di bawah usia 5 tahun

Indikator yang biasa dipakai untuk anak usia ini adalah berat badan terhadap umur (BB/U), tinggi badan terhadap umur (TB/U), dan berat badan terhadap tinggi badan (BB/TB). Ketiga indikator ini dapat menunjukkan apakah seorang anak memiliki status gizi yang kurang, pendek (stunting), kurus (wasting), dan obesitas.

Berat kurang (underweight)

Underweight merupakan klasifikasi dari status gizi BB/U. BB/U menunjukkan pertumbuhan berat badan anak terhadap umurnya, apakah sesuai atau tidak. Jika berat badan anak di bawah rata-rata anak seusianya, maka dikatakan anak tersebut underweight. Namun, jangan khawatir karena berat badan anak dapat selalu berubah dengan mudah. Sehingga, indikator ini tidak memberi indikasi masalah gizi yang berat pada anak.

Pendek (stunting)

Stunting merupakan klasifikasi dari indikator status gizi TB/U. Anak yang dikatakan stunting adalah ia yang memiliki tinggi badan tidak sesuai dengan umurnya, biasanya ia akan lebih pendek daripada anak seusianya. Stunting merupakan akibat dari kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu yang panjang, sehingga anak tidak bisa mengejar ketertinggalan pertumbuhan tinggi badannya.

Kurus (wasting)

Wasting merupakan salah satu klasifikasi dari indikator status gizi BB/TB. Anak yang dikatakan kurus adalah mereka yang memiliki berat badan rendah yang tidak sesuai terhadap tinggi badan yang dimilikinya. Wasting biasanya terjadi pada anak selama masa penyapihan atau selama 2 tahun pertama kehidupannya. Setelah anak berumur 2 tahun, biasanya risiko ia mengalami wasting akan menurun. Wasting merupakan tanda bahwa anak mengalami kekurangan gizi yang sangat berat, biasanya terjadi karena kurangnya asupan makanan atau penyakit infeksi, seperti diare.

Gemuk

Merupakan lawan dari kurus, di mana sama-sama didapatkan dari pengukuran BB/TB. Anak yang dikatakan gemuk adalah mereka yang mempunyai berat badan lebih terhadap tinggi badan yang dimilikinya.

Untuk anak usia 5-18 tahun

Anak usia 5-18 masih mengalami banyak pertumbuhan dan perkembangan. Anda bisa mengetahui status gizi dari anak usia 5-18 tahun dengan menggunakan indikator TB/U dan IMT/U.

Pendek (stunting)

Sama seperti penjelasan di atas, stunting didapatkan dari pengukuran tinggi badan terhadap umur. Pada usia 5-18 tahun tinggi anak masih terus bertambah dan anak masih bisa mengejar ketertinggalannya, walaupun mungkin kesempatannya hanya sedikit untuk bisa mencapai tinggi badan normal.

Kurus, gemuk, dan obesitas

Merupakan status gizi yang bisa didapatkan dari pengukuran IMT/U. IMT adalah indeks massa tubuh seseorang yang didapatkan dari perhitungan berat badan dibagi dengan tinggi badan. Kemudian, IMT ini disesuaikan dengan umur yang dimiliki anak. Jika IMT anak lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata anak seusianya, maka dikatakan anak tersebut kurus. Sebaliknya, jika IMT anak lebih tinggi atau lebih sangat tinggi dibandingkan dengan rata-rata anak seusianya, dikatakan anak tersebut memiliki status gizi yang gemuk atau obesitas.

Dewasa (lebih dari 18 tahun)

Berbeda dengan anak-anak, untuk mengetahui status gizi dewasa, Anda cukup mengetahui indeks massa tubuh (IMT) Anda. IMT merupakan indikator dari komposisi tubuh Anda, seperti massa lemak tubuh dan komposisi tubuh lainnya selain lemak (seperti tulang dan air).

Anda dapat mengetahui IMT Anda dengan membagi berat badan (dalam kg) dengan tinggi badan (dalam m2). Setelah Anda mengetahui indeks massa tubuh Anda, kemudian Anda akan mengetahui status gizi Anda sebagai berikut, yang diklasifikasikan menjadi berikut ini.

  • Kurus : jika IMT Anda kurang dari 18,5 kg/ m²
  • Normal : jika IMT Anda berkisar antara 18,5-24,9 kg/ m²
  • Overweight (berat badan lebih) : jika IMT Anda berkisar antara 25-27 kg/ m²
  • Obesitas : jika IMT Anda lebih dari 27 kg/ m²

Dengan mengetahui IMT Anda, Anda dapat mengetahui apakah Anda berada dalam status gizi kurus, normal, atau kelebihan berat badan. Anda bisa memantau status gizi Anda dengan cara melakukan penimbangan berat badan secara rutin.

Dengan melakukan hal ini, Anda dapat mengetahui apakah Anda kekurangan atau kelebihan gizi. Karena, kedua hal ini dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan Anda. Berat badan yang kurang dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit infeksi, sedangkan berat badan berlebih dapat meningkatkan risiko Anda terhadap penyakit degeneratif, seperti penyakit jantung dan diabetes mellitus tipe 2.

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Faktor yang Membuat Anak Butuh Susu Penambah Berat Badan

Ketika angka di timbangan anak balita tidak sesuai dengan usianya, minum susu penambah berat badan menjadi salah satu cara. Berikut penjelasan lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Parenting, Nutrisi Anak 05/04/2020 . Waktu baca 7 menit

Kapan Tinggi Badan Bayi Tergolong Kurang (Pendek)?

Salah satu indikator penilaian untuk mengukur pertumbuhan bayi yaitu tinggi atau panjang badan. Lantas, kapan tinggi badan bayi dikatakan kurang?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Nutrisi Anak 03/04/2020 . Waktu baca 8 menit

Kapan Berat Badan Bayi Dikatakan Kurang dari Angka Normalnya?

Salah satu penilaian status gizi baik pada bayi yakni saat berat badannya tergolong normal. Lantas, kapan bayi dikatakan memiliki berat badan kurang?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Nutrisi Anak 02/04/2020 . Waktu baca 7 menit

Mengulas Jenis dan Penanganan Gizi Buruk Balita Sesuai Kondisinya

Gizi buruk pada balita bukanlah masalah ringan dan harus segera ditangani. Supaya lebih paham, mari simak ulasan lengkap mengenai gizi buruk di sini!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Nutrisi Anak 31/03/2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berat badan turun bukan berarti lemak berkurang

Berat Badan Turun, Bukan Berarti Lemak Tubuh Berkurang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 03/08/2020 . Waktu baca 5 menit
manfaat skipping buat badan tinggi

Benarkah Rajin Skipping Bisa Bikin Badan Tambah Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 28/07/2020 . Waktu baca 3 menit
turun berat badan naik setelah diet

3 Penyebab Berat Badan Naik Lagi Setelah Diet

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020 . Waktu baca 5 menit
karbohidrat untuk diet

7 Sumber Karbohidrat Terbaik untuk Anda yang Sedang Diet

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020 . Waktu baca 5 menit