3 Jenis Makanan Sehari-hari yang Tanpa Disadari Mengandung Merkuri

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 04/08/2018
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Merkuri adalah sejenis logam berat yang dapat kita temukan di batu-batuan, biji tambang, tanah, hingga air dan udara sebagai hasil buangan dari limbah pabrik dan rumah tangga. Merkuri atau yang juga disebut air raksa (Hg) telah terbukti berbahaya untuk kesehatan. Kita dapat terpapar merkuri jika memakan makanan mengandung merkuri.

Paparan merkuri dosis rendah dalam jangka panjang yang diserap melalui saluran pencernaan dapat menyebabkan gangguan sistem kekebalan tubuh dan kerusakan saraf. Merkuri juga larut dalam lemak sehingga mudah masuk melalui sawar darah otak dan kemudian menumpuk di otak sehingga mengganggu fungsinya. Merkuri yang masuk ke dalam tubuh melalui pembuluh darah dapat menyebabkan emboli paruPada wanita hamil, merkuri bisa menembus plasenta dan berdampak buruk pada janin.

Daftar makanan mengandung merkuri yang perlu Anda waspadai

1. Ikan

Hampir semua ikan mengandung merkuri karena senyawa ini mencemari air. Di dalam air, merkuri berubah menjadi zat yang disebut dengan metilmerkuri yang berikatan dengan protein dalam otot ikan.

Ikan-ikan besar cenderung lebih tinggi merkuri karena mereka memakan ikan kecil yang juga mengkonsumsi merkuri. Begitu juga dengan ikan yang tua, mereka mengandung lebih banyak logam karena mereka lebih lama terpapar.

Beberapa ikan yang tinggi merkuri termasuk hiu, ikan todak, marlin, king mackerel, tilefish, tuna. Pastikan untuk memilih berbagai ikan yang lebih rendah merkuri, seperti salmon, nila, udang, ikan cod, ikan lele, dan ikan patin.

Umumnya, ikan-ikanan aman untuk dikonsumsi sebanyak 12 ons yang terbagi dalam dua sampai tiga porsi dalam seminggu untuk menghindari risiko keracunan merkuri. Selain itu, imbangi juga dengan asupan makanan tinggi asam lemak omega-3.

2. Sirup jagung tinggi fruktosa

Sirup jagung tinggi fruktosa atau high-fructose corn syrup (HFCS) merupakan pemanis buatan yang umum digunakan dalam makanan kemasan atau minuman ringan. Selain meningkatkan risiko Anda mengalami diabetes dan obesitas, sirup jagung tinggi fruktosa ternyata juga termasuk bahan makanan mengandung merkuri tinggi.

Dua studi terpisah pada tahun 2009 sama-sama menemukan bahwa produk makanan yang tinggi kandungan sirup jagung fruktosa juga mengandung merkuri. Dua penelitian tersebut tidak berhasil menemukan jenis merkuri apa yang terkandung di dalamnya, namun mencurigai metilmerkurilah yang paling banyak. Metilmerkuri sejauh ini diketahui sebagai jenis merkuri yang paling beracun merkuri karena lebih baik diserap oleh tubuh daripada bentuk merkuri lainnya.

3. Beras

Beras merupakan salah satu sumber makanan mengandung merkuri. Bukan karena secara sengaja ditambahkan ke dalam beras saat proses produksi atau pengemasan, tapi karena ladang padi pada umumnya berlokasi di daerah yang dekat dengan industri penghasil limbah merkuri.

Merkuri juga turut hadir di dalam air, udara, dan tanah sekitar sawah. Beras menyerap merkuri lebih mudah daripada produk pertanian lainnya karena ditanam dalam kondisi lahan yang tergenang air. Di banyak daerah, air irigasi pertanian bisa terkontaminasi oleh merkuri. Hal ini membuat kandungan merkuri yang ada dalam tanah jadi lebih terkonsentrasi, sehingga lebih mudah terserap ke dalam bulir padi.

Selain itu, bakteri yang hidup di sawah dapat mengubah merkuri menjadi metilmerkuri, jenis merkuri yang lebih berbahaya.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Pleuropneumonia, Peradangan pada Paru-Paru dan Pleura

Pleuropneumonia merupakan gambaran hasil tes pencitraan rontgen dada pada orang-orang yang mempunyai keluhan pada paru-parunya.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin

Suka Batuk-batuk Setelah Berolahraga? Ini Alasannya

Pernahkah Anda mengalami batuk setelah berolahraga, padahal tidak sedang terkena flu atau pilek? Ini beberapa kondisi yang mungkin jadi penyebabnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

Berat Badan Naik Jadi Efek Serius Selama Karantina

Bukan hanya kejenuhan yang melanda, ternyata saat-saat karantina di rumah juga bisa berdampak pada berat badan Anda yang naik.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Coronavirus, COVID-19 29/05/2020

4 Perubahan Gairah Seksual yang Terjadi di Usia Paruh Baya

Faktor usia memang lazim memengaruhi perubahan gairah seksual seseorang sehingga berpotensi mengganggu keintiman bercinta.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Direkomendasikan untuk Anda

Infeksi menyebabkan autoimun

Bisakah Penyakit Infeksi Menyebabkan Terjadinya Autoimun?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
herd immunity swedia covid-19

Bukan Lockdown, Swedia Andalkan Herd Immunity untuk Melawan COVID-19

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
pengganti susu sapi anak lebih pendek

Benarkah Tubuh Anak yang Minum Pengganti Susu Sapi Lebih Pendek?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020