Anda Minum Multivitamin Setiap Hari? Waspada Bahayanya

Oleh

Sejak kecil, mungkin Anda sudah sering mengonsumsi suplemen multivitamin atau vitamin. Perbedaan kedua jenis suplementasi tersebut terletak pada kandungannya. Suplemen vitamin biasanya mengandung hanya satu jenis vitamin saja seperti vitamin C atau A. Sementara multivitamin mengandung campuran beberapa jenis vitamin dan mineral. Biasanya multivitamin dikonsumsi sebagai pelengkap makanan dan minuman sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan zat gizi mikro. Banyak juga yang rutin minum multivitamin setiap hari untuk mencegah kekurangan vitamin atau mineral tertentu.

Karena multivitamin hanya bersifat sebagai tambahan zat gizi mikro yang sebenarnya sudah terkandung dalam makanan dan minuman yang Anda konsumsi sehari-hari, para ahli mendebatkan apakah seseorang bisa mengalami overdosis multivitamin. Sejauh ini memang belum ada kasus overdosis multivitamin. Akan tetapi, kelebihan vitamin-vitamin tertentu dalam jangka panjang ternyata bisa meningkatkan risiko Anda terserang beberapa penyakit tertentu seperti kanker atau penyakit jantung. Maka, Anda sebaiknya waspada terhadap efek minum multivitamin setiap hari.    

Apakah Anda membutuhkan multivitamin?

Multivitamin asalnya diracik untuk orang-orang yang kekurangan nutrisi, sedang sakit, atau membutuhkan suplementasi vitamin tertentu. Namun, saat ini berbagai jenis multivitamin telah berkembang menjadi suplementasi untuk daya tahan tubuh, meningkatkan konsentrasi, mencegah penuaan, hingga menurunkan berat badan. Padahal, jika pola makan Anda sudah mencukupi kebutuhan gizi, Anda sebenarnya tak perlu mengonsumsi multivitamin lagi. Pasalnya, berbagai jenis vitamin dan mineral yang ada dalam multivitamin Anda bisa ditemukan pada sumber-sumber alami seperti sayur dan buah-buahan.  

Suplementasi multivitamin juga tidak dimaksudkan sebagai pengganti nutrisi yang diperlukan tubuh Anda. Ini karena struktur vitamin dalam pil atau tablet multivitamin Anda sedikit berbeda dengan vitamin asli yang bisa Anda dapatkan dari alam. Jadi sebisa mungkin usahakan untuk mencukupi kebutuhan gizi Anda dari sumber yang alami. Selain itu, berbagai penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi multivitamin ternyata tidak meningkatkan performa atau kondisi kesehatan seseorang. Pada orang-orang yang nutrisinya sudah tercukupi, multivitamin bersifat tidak lebih dari obat kosong (efek plasebo).

Dosis multivitamin yang aman

Perhatikan anjuran pemakaian pada label produk multivitamin yang Anda konsumsi atau tanyakan pada dokter Anda. Jangan melebihi dosis yang dianjurkan dan jangan dikonsumsi melampaui waktu yang ditentukan oleh dokter. Terutama bagi ibu hamil, jangan minum multivitamin apa pun sebelum berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda.

Bahaya minum multivitamin setiap hari

Efek minum multivitamin setiap hari ternyata tidak bisa disepelekan. Sebuah studi dalam Journal of the American Medical Association tahun 2007 dan penelitian lain dalam jurnal medis Inggris tahun 2004, Lancet, mengemukakan hasil yang cukup mengejutkan tentang bahaya multivitamin. Dari ratusan ribu pasien yang diteliti, mereka yang minum multivitamin setiap hari menunjukkan angka harapan hidup yang lebih rendah.

Hasil riset lain yang diterbitkan dalam The Journal of Nutrition pada 2007 membuktikan bahwa wanita yang minum suplemen multivitamin dengan kandungan vitamin C, E, beta karoten, selenium, dan zat besi semakin berisiko menderita kanker kulit. Karena itu, perhatikan lagi kandungan multivitamin yang Anda konsumsi setiap hari dan bahaya yang mungkin mengintai. Biasanya multivitamin yang tersedia di apotek atau pusat kesehatan mengandung zat-zat berikut ini.

Vitamin A

Menurut sebuah studi dalam Journal of the National Cancer Institute, terlalu banyak vitamin A pada perokok bisa meningkatkan risiko kanker paru-paru hingga 28%. Vitamin A biasanya banyak ditemukan pada produk suplemen beta karoten.

Vitamin E

Jika tubuh Anda menimbun terlalu banyak suplemen vitamin E, para ahli percaya bahwa Anda akan semakin berisiko menderita penyakit jantung. Hal ini dibuktikan pada tahun 2005 dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh Journal of the American Medical Association. Pada 2011, jurnal ilmiah tersebut memuat hasil penelitian lain yang membuktikan adanya hubungan antara kelebihan suplemen vitamin E dengan risiko kanker prostat.

Vitamin C

Menurut University of Maryland Medical Center, terlalu banyak suplemen vitamin C berbahaya bagi penderita diabetes karena berisiko meningkatkan gula darah. Pasien Thalassemia dan hemakromatosis juga sebaiknya menghindari suplemen multivitamin dengan kandungan vitamin C karena bisa menyerap zat besi dari makanan dan minuman yang Anda konsumsi. Selain itu, kelebihan vitamin C dalam jangka panjang berpotensi menyebabkan gangguan pada fungsi ginjal Anda.

Kalsium

Suplemen kalsium biasanya dianjurkan bagi wanita hamil atau orang lanjut usia. Padahal, kalsium bisa dengan mudah ditemukan pada berbagai produk seperti susu, yogurt, dan tahu. Maka, dalam American Journal of Clinical Nutrition, disebutkan bahwa kelebihan suplemen kalsium bisa mengakibatkan patah tulang pinggul. Selain itu, pada 2010 dan 2013 British Medical Association mengingatkan dalam jurnal mingguan BMJ bahwa terlalu banyak suplemen kalsium ternyata juga bisa membuat Anda rentan terserang penyakit jantung.  

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca