Diet Vegetarian Bisa Mengakibatkan Gangguan Mental

Oleh

Orang yang menerapkan pola makan vegetarian memiliki motivasi dan alasannya masing-masing untuk melakukan diet tersebut. Beberapa alasannya adalah ingin lebih sehat, tidak menyukai protein hewani, atau alasan karena tidak ingin melukai hewan sehingga tidak mau makan makanan protein hewani. Tetapi sebagian besar yang melakukan diet vegetarian percaya bahwa diet ini lebih menyehatkan dibandingkan jika mengonsumsi makanan sumber protein hewani.

Berbagai penelitian memang telah banyak membuktikan bahwa lebih banyak mengonsumsi sayur, buah dan makanan-makanan yang berserat mempunyai efek yang baik untuk kesehatan daripada mengonsumsi banyak daging. Namun tahukah Anda bahwa diet vegetarian mungkin tidak sesehat yang Anda kira?

Diet vegetarian berisiko menimbulkan gangguan mental

Menurut sebuah penelitian yang meneliti terkait kebiasaan diet vegetarian dengan kesehatan mental, menyatakan bahwa diet ini berdampak buruk untuk mental. Penelitian ini dilakukan di Jerman dan mengikutsertakan sebanyak 4.181 responden. Kemudian dilakukan dua tahap penelitian yaitu, tahap pertama para responden diberikan kuesioner terkait pola hidup, pemilihan makanan, serta pemeriksaan fisik secara umum dan tahap kedua dilakukan dengan cara memberikan suplemen untuk kesehatan mental pada responden yang sudah melalui tahap satu. Rata-rata umur responden adalah sekitar 18 hingga 79 tahun.

Pemeriksaan kesehatan mental yang dilakukan adalah untuk mengetahui apakah mereka memiliki gangguan mental seperti berikut:

  • Depressive disorder, yaitu gangguan mental yang berupa depresi akut.
  • Anxiety disorder, yaitu memiliki rasa panik yang berlebihan, atau sangat ketakutan terhadap sesuatu.
  • Somatoform disorder, gangguan mental pada seseorang yang sering menyatakan keluhan atau gejala fisik yang tidak nyata.
  • Eating disorder, yakn penyimpangan kebiasaan makan seperti bulimia nervosa dan anoreksia.

Dari penelitian tersebut, responden dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu kelompok yang tidak menerapkan diet vegetarian sama sekali (non-vegetarian), kelompok yang membatasi konsumsi sumber protein hewani tetapi tidak menghindarinya, dan satu kelompok lagi adalah kelompok vegetarian. Lalu hasil penelitian ini menemukan bahwa pada kelompok yang setidaknya selama 2 bulan menerapkan diet vegetarian, rata-rata mengalami depresi akut, somatoform disorder, anxiety disorder dibandingkan dengan kelompok predominan maupun kelompok non-vegetarian.

Vegetarian kekurangan beberapa zat gizi yang dibutuhkan otak

Dengan menerapkan diet vegetarian, berarti setiap harinya ia hanya mengonsumsi sayuran, buah-buahan, serta berbagai macam sumber makanan lain, kecuali yang bersumber dari hewan. Padahal di dalam beberapa makanan sumber hewani terkandung berbagai vitamin serta zat gizi lain yang baik untuk kesehatan tubuh, termasuk kesehatan mental. Walaupun berbagai penelitian telah membuktikan bahwa menerapkan diet vegetarian lebih menyehatkan, tetapi di sisi lain otak membutuhkan asupan zat gizi yang kebanyakan didapatkan dari makanan sumber hewani. Beberapa zat gizi yang cukup tinggi dan didapatkan di dalam makanan sumber hewani adalah:

Vitamin B12

Vitamin B12 adalah satu dari 8 jenis vitamin B yang dibutuhkan tubuh dan sangat penting untuk menjaga sel saraf. Selain itu, vitamin B12 juga bertanggung jawab atas produksi DNA dan RNA pada gen. Sementara, vitamin ini hanya ditemukan di berbagai makanan sumber hewani dan tidak terdapat pada sumber nabati. Oleh karena itu, orang yang melakukan diet vegetarian rentan kekurangan vitamin B12. Jika terjadi kekurangan kronis, maka dapat menyebabkan kerusakan pada sel saraf dan mengakibatkan ganggguan mental.

Seng

Seng atau zinc adalah zat gizi mikro yang hampir ada di semua bagian sel di dalam tubuh. Tidak hanya penting untuk pertumbuhan serta perkembangan, seng juga diperlukan oleh orang dewasa bahkan kelompok lanjut usia. Seng memegang peran dalam komunikasi antara sel saraf, selain itu menjaga kesehatan mental, serta meningkatkan perkembangan kognitif bagi anak. Makanan yang mengandung seng yaitu daging sapi, hati sapi, dan kerang. Meskipun seng juga dikandung di dalam beberapa jenis sayur atau buah-buahan, namun kualitas penyerapannya lebih baik pada makanan sumber hewani.

Zat besi

Di dalam tubuh, zat besi berikatan dengan oksigen lalu kemudian membagi-bagikan makanan serta kebutuhan biologis lain yang diperlukan oleh berbagai sel di dalam tubuh. Zat besi juga berperan penting dalam kesehatan mental, karena berfungsi untuk melakukan sintesis selubung pembuluh saraf (myelin) dan  berbagai neurotransmitter atau zat yang diperlukan untuk berkomunikasi anar-sel saraf. Kekurangan zat besi bisa sangat fatal, salah satu dampak yang muncul adalah penurunan fungsi kognitif, penurunan daya ingat, dan berbagai gangguan kesehatan mental lainnya. Mineral ini terkandung di dalam makanan sumber hewani dan nabati. Tetapi, sama dengan seng, makanan sumber hewani merupakan sumber terbaik, karena mudah dicerna oleh tubuh.

Asam lemak omega – 3

Asam lemak yang satu ini tidak berbahaya seperti asam lemak lainnya, tidak menimbulkan penyumbatan di dalam pembuluh darah dan tidak menumpuk dan kemudian menyebabkan penyakit jantung. Asam lemak ini merupakan asam lemak essensial yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh dan banyak terkandung di dalam beberapa jenis ikan laut, seperti tuna, halibut, dan salmon. Kekurangan asam lemak omega 3 dapat menimbulkan gejala depresi, rasa cemas berlebihan, penurunan daya ingat, suasana hati selalu berubah-ubah, serta kelelahan.

BACA JUGA

Share now :

Direview tanggal: November 23, 2016 | Terakhir Diedit: September 6, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca