Pengaturan Porsi Makanan di Dalam Piring Anda Saat Sedang Diet

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda sedang diet ketat? Ada beberapa hal tentunya yang harus Anda lakukan dan perhatikan agar program Anda berhasil. Bukan hanya olahraga yang teratur saja, atau masalah pemilihan makanan yang sehat. Tetapi juga bagaimana Anda mengatur semua makanan tersebut dalam piring Anda ketika waktu makan datang.

Lalu bagaimana membagi semua makanan tersebut dalam piring Anda agar diet berhasil?

Panduan mengatur porsi dalam piring supaya diet berhasil

Pengaturan piring makan yang dimaksudkan di sini adalah bagaimana Anda membagi semua makanan tersebut ke dalam porsi makan yang tepat dalam satu kali waktu makan. Misalnya, seberapa banyak nasi yang harus Anda ambil dalam satu kali makan? Atau nasi yang Anda makan tersebut harus memenuhi seberapa bagian dari piring makan?

Apabila Anda ingin diet berhasil, sesuai dengan keinginan, maka Anda harus memulai untuk mengatur porsi piring makan setiap kali waktu makan besar datang. Berikut adalah ketentuan pembagian piring makan yang tepat:

1. Makanan pokok

Ingat, makanan pokok tak hanya nasi, semua bahan makanan yang mengandung banyak karbohidrat bisa dibilang sebagai makanan pokok, seperti kentang, jagung, roti, mi, atau bihun. Dalam pedoman gizi seimbang yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, menyebutkan bahwa Anda dapat mengisikan sepertiga piring Anda dengan makanan pokok. Satu porsi makanan pokok setara dengan 5-6 sendok makan atau satu tangkap roti, sama dengan 175 kalori.

Agar diet berhasil, Anda bisa mengatur porsi makanan pokok dalam sehari sebagai berikut:

  • Pagi hari: satu porsi
  • Siang hari: satu setengah sampai dua porsi
  • Malam hari: satu sampai dua porsi

2. Lauk hewani

Lauk hewani seperti daging sapi, daging, ayam, ikan, telur, sebaiknya Anda konsumsi satu sampai dua porsi saja dalam satu kali makan. Misalnya, bila menu makan siang Anda adalah telur rebus, maka satu porsi lauk hewani sama dengan satu telur rebus tersebut. Atau, jika Anda mengonsumsi ayam, satu porsi lauk hewani setara dengan satu potong paha bawah (ayam utuh dibagi dua belas bagian).

Berikut adalah pembagian porsi dalam piring makan per waktu makan:

  • Pagi hari: setengah sampai satu porsi
  • Siang hari: satu sampai satu setengah porsi
  • Malam hari: satu porsi

3. Lauk nabati

Contoh lauk nabati adalah berbagai kacang-kacangan, tahu, dan tempe. Untuk makanan jenis ini, satu porsinya setara dengan 75 kalori. Satu porsi lauk nabati sama dengan satu potong tahu besar (seukuran telapan tangan) atau dua potong tempe sedang.

Berikut adalah ketentuan dalam mengonsumsi lauk nabati per waktu makan:

  • Pagi hari: satu porsi
  • Siang hari: satu sampai satu setengah porsi
  • Malam hari: satu porsi

4. Sayuran

Anda bisa mengandalkan sayuran jika ingin diet berhasil dengan cepat. Oleh karena itu, Anda harus mengonsumsi setidaknya sepertiga porsi piring makan sayuran setiap kali waktu makan. Atau porsi sayuran Anda samakan seperti porsi makanan pokok yang Anda makan. Satu porsi sayuran yang setara dengan satu buah gelas sayur yang telah matang dan airnya sudah ditiriskan.

Untuk sayuran, sebaiknya Anda mengonsumsi satu porsi sayur setiap kali makan, entah itu sarapan, makan siang atau makan malam.

5. Buah-buahan

Jangan lupakan buah-buahan juga masuk ke dalam piring makan Anda. meskipun tidak dikonsumsi bersamaan dengan makanan lainnya, buah-buahnya memiliki jatah tersendiri dalam piring makan Anda, yaitu sekitar satu per lima bagian piring.

Dalam satu hari idealnya Anda mengonsumsi 150 gram buah agar kebutuhan serat Anda terpenuhi dan diet berjalan dengan lancar. Anda bisa membagi kebutuhan buah total tersebut menjadi tiga kali makan, jadi Anda mengonsumsi 50 gram tiap kali makan.

Meskipun pengaturan porsi dan pembagian piring makan tersebut memang bisa Anda terapkan untuk mempermudah program diet Anda, namun Anda harus memerhatikan bahwa hal ini tergantung dengan kebutuhan kalori masing-masing orang. Sehingga, bisa saja Anda dengan yang lainnya harus mengonsumsi semua makanan tersebut dengan porsi dan pembagian piring makan yang berbeda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Cara untuk Mengurangi Mata Minus (Rabun Jauh)

Bagi Anda yang memiliki mata minus, pasti ingin lepas dari ketergantunga kacamata atau lensa. Lalu apakah mungkin mengurangi mata minus? Bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 17 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Mengapa Ada Orang yang Nyetrum Ketika Disentuh?

Pernah merasa seperti tersengat listrik saat bersentuhan dengan orang lain? Ini dia penjelasan kenapa orang tertentu nyetrum ketika disentuh.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Anda Sering Jatuh? Ini Kondisi Medis yang Bisa Jadi Penyebabnya

Jika Anda sering jatuh dan merasa keseimbangan tubuh kurang baik, maka hal ini menandakan Anda mengalami kondisi medis tertentu. Apa saja?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Hidup Sehat dengan Satu Ginjal

Ada beberapa orang yang hanya memiliki satu ginjal karena alasan tertentu. Lalu bagaimana caranya menjaga kualitas hidup dengan satu ginjal saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Urologi, Ginjal 15 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium spidol

Meski “Wangi”, Hobi Menghirup Aroma Spidol Bisa Membahayakan Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit
multivitamin gummy dewasa

Multivitamin Gummy untuk Dewasa, Benarkah Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit
yang harus diketahui sebelum melakukan pemeriksaan MRI

Yang Harus Anda Tahu Sebelum Menjalani Pemeriksaan MRI

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 3 menit
perawatan paliatif apa itu

Mengenal Perawatan Paliatif Sebagai Pengobatan Penyakit Kanker

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 6 menit