9 Efek Jangka Panjang Pada Penderita Bulimia

Oleh

Dampak utama dari gangguan pola makan adalah kurangnya asupan yang diperoleh tubuh sehingga terjadi gangguan fisiologis. Tidak seperti penderita penyakit tertentu yang menyebabkan kita tidak dapat mencerna makanan dengan baik, orang yang mengalami bulimia membatasi makanan karena keinginan atau pikiran mereka untuk menurunkan berat badan, dengan cara membatasi dengan ekstrem jumlah asupan makanan.

Pembatasan asupan pada penderita bulimia

Tubuh membutuhkan nutrisi dari asupan makanan untuk mengganti sel yang rusak. Membatasi asupan makanan hingga jumlah yang ekstrem seperti pada penderita bulimia akan menyebabkan tubuh mengalami malnutrisi dan kehilangan zat yang diperlukan untuk menjalankan fungsinya.

Perilaku memuntahkan makanan yang sudah dimakan

Meskipun tidak menyebabkan penurunan badan yang signifikan, penderita bulima terkadang mengeluarkan makanan yang sudah dimakan. Padahal perilaku ini hanya akan menyebabkan kerusakan bagi tubuh. Komponen sistem pencernaan memiliki fungsi yang spesifik dan membutuhkan waktu untuk memproses makanan. Penderita bulimia terkadang memaksa keluar makanan dari tubuhnya dengan cara memuntahkan atau mempercepat proses penyerapan makanan di perut dan usus dengan menyalahgunakan obat. Hal ini menyebabkan kerusakan pada sistem pencernaan yang serius jika dilakukan secara terus menerus.

Efek yang ditimbulkan pada penderita bulimia dalam waktu yang lama

Kekurangan asupan nutrisi  dan memaksa sistem pencernaan bekerja secara abnormal tentu saja akan menimbulkan masalah kesehatan. Berikut beberapa dampak kesehatan yang mungkin akan dialami oleh penderita dalam jangka panjang:

1. Kerusakan gigi

Hal ini berisiko dialami oleh penderita bulimia yang suka memuntahkan makanan dengan cara dipaksa. Saat penderita bulimia memuntahkan makanannya, asam lambung akan keluar bersama makanan yang belum dicerna dengan sempurna. Dalam waktu yang lama, gigi yang terkena asam akan keropos dan menimbulkan karies pada gigi.

2. Pembengkakkan kelenjar saliva

Kebiasaan mengeluarkan kembali makanan akan melukai kelenjar saliva di dalam rongga mulut, sehingga tampak pembengkakkan di sekitar wajah dan juga dapat diikuti pembengkakkan tenggorokan.

3. Menurunnya kesehatan kulit dan rambut

Kekuran nutrisi akibat muntah dan pemakaian pencahar terlalu sering dapat berdampak kekeringan permukaan kulit dan rambut juga menurunkan kepadatan kuku.

4. Osteoporosis

Jika tulang tidak mendapatkan asupan kalsium yang cukup, kepadatan tulang dapat mengalami penurunan kepadatan. Pada penderita bulimia, osteoporosis juga dapat terjadi akibat kekurangan zat lain yang dibutuhkan seperti vitamin D dan fosfor.

5. Aritmia

Memaksa mengeluarkan makanan baik dengan cara memuntahkan dan menggunakan obat akan menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit yang menyebabkan gangguan irama jantung atau aritmia. Suatu penelitian di jepang menunjukan penderita bulimia lebih cenderung mengalami keabnormalan irama jantung. Jika hal ini dibiarkan dalam waktu lama akan menyebabkan komplikasi penyakit jantung, termasuk kerusakan ginjal.

6. Gangguan menstruasi

Kekurangan asupan dalam waktu yang lama juga dapat menyebabkan kerusakan sistem reproduksi pada perempuan. Karena tubuh berusaha bertahan sekaligus menjaga ketersediaan nutrisi di tengah kekurangan asupan, terjadi siklus menstruasi yang abnormal. Bahkan siklus menstruasi dapat tidak berlanjut dan menyebabkan perempuan dengan bulimia tidak memiliki anak.

7. Konstipasi kronik

Gangguan konstipasi atau sembelit pada penderita bulimia disebabkan karena perilaku mengeluarkan kembali makanan baik dengan penyalahgunaan obat pencahar maupun memaksa untuk dimuntahkan. Perilaku menyebabkan kerusakan ujung saraf pada otot usus akibatnya usus tidak dapat berfungsi secara normal meskipun penggunaan pencahar sudah dihentikan.

8. Gangguan emosi

Bulimia tidak hanya mengganggu keseimbangan tubuh tetapi juga gangguan emosi yang mungkin dapat bertahan selama sisa hidup penderita. Penderita bulimia cenderung merasa malu akan tubuh yang ia miliki, akibatnya terjadi gangguan mood dan mudah tersinggung serta terlalu khawatir akan berat badan yang ia miliki.

9. Gangguan mental

Salah satu gangguan mental yang berisiko dialami oleh penderita bulimia adalah depresi. Hal ini disebabkan penderita bulimia menginginkan bentuk tubuh yang sempurna dengan membatasi asupan makanan, namun berakhir dengan merusak kesehatan tubuh mereka sendiri. Penderita bulimia juga cenderung mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi dan sulit mengambil keputusan serta keinginan bunuh diri akibat depresi.

Penderita bulimia sering menutupi kondisinya bahkan tidak mengetahui risiko kesehatan dari komplikasi bulimia. Efek jangka panjang yang paling buruk terhadap kesehatan adalah kerusakan jantung dan sistem pencernaan. Bahkan pada suatu kasus, meskipun jarang, penderita bulimia mengalami kanker esophagus akibat fungsi abnormal usus dari upaya mengeluarkan kembali makanan yang sudah ditelan.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca