Bukan Sekadar Kurang Asupan, Ini 5 Efek Bulimia yang Mengancam Tubuh

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 20 Maret 2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Bulimia adalah salah satu kelainan pola makan demi mendapatkan berat badan yang diinginkan. Penyakit bulimia ditandai dengan dua perilaku paling menonjol, yaitu kebiasaan makan secara berlebihan dan memuntahkan kembali makanannya. Penderita bulimia jelas kekurangan asupan makanan karena apa yang dimakan akan langsung dikeluarkan lagi lewat muntah. Namun ternyata, efek bulimia tidak hanya sekadar itu. Hampir seluruh sistem organ dalam tubuh penderita ikut terkena dampaknya. Apa saja?

Efek bulimia terhadap sistem organ tubuh

1. Saraf pusat

Selain sebagai gangguan makan, bulimia adalah kondisi yang termasuk dalam gangguan kesehatan mental. Mengapa? Sebab, penderita bulimia rentan mengalami depresi, kecemasan berlebihan, atau perilaku obsesif-kompulsif akibat perilaku makan yang buruk.

Kebiasaan memuntahkan makanan menyebabkan tubuh melepaskan endorfin, yaitu bahan kimia alami yang membuat penderita merasa nyaman. Hal ini membuat penderita semakin terpacu untuk kembali memuntahkan makanannya secara habis-habisan agar merasa nyaman.

Namun kebiasaan tersebut otomatis membuat penderita mengalami kekurangan berbagai vitamin. hal ini tak hanya memengaruhi kesehatan fisik tapi  juga kondisi emosional penderita, contohnya menjadi lebih mudah tersinggung dan suasana hati yang tidak stabil. Kondisi emosional yang labil ini membuat penderita rentan terjerumus dalam penyalahgunaan zat, demi mempercepat pencapaian berat badan yang diinginkan.

Faktanya, orang yang mengalami bulimia sering stres sendiri karena terlalu fokus pada bayang-bayang berat badan ideal versi dirinya. Bahkan, saking tertekan dan stres yang berkepanjangan, tak jarang orang dengan bulimia mengambil jalan pintas dengan bunuh diri. Sungguh berbahaya, bukan?

2. Sistem pencernaan

Kebiasaan makan dari orang dengan bulimia adalah makan berlebihan di awal kemudian memuntahkan kembali makanannya. Hal ini yang membuat sistem pencernaan terganggu. Ya, efek bulimia memicu kelelahan dan kelemahan pada gerak pencernaan.

Kebiasaan muntah secara terus-terusan bikin mulut terkena cairan asam dari lambung, yang kemudian menyebabkan masalah gigi dan mulut. Selanjutnya kondisi ini akan menimbulkan gigi rusak, gigi sensitif, dan penyakit gusi. Selain itu, hal juga dapat membuat pipi dan rahang terlihat lebih besar karena adanya pembengkakan kelenjar air liur.

Selain merusak gigi dan mulut, naiknya asam lambung dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan lain, di antaranya:

  • Iritasi kerongkongan, dalam kasus yang parah dapat memecah kerongkongan dan perdarahan
  • Iritasi lambung, sehingga menyebabkan sakit perut dan refluks asam lambung
  • Merusak usus, menyebabkan perut kembung, diare, dan konstipasi

Tidak sedikit pula penderita bulimia yang menggunakan pil diuretik, pil diet, atau obat pencahar untuk mengeluarkan makanan yang telah masuk ke dalam perutnya. Keseringan menggunakan produk-produk tersebut dapat membuat penderita mengalami sulit buang air besar. Hal ini juga dapat merusak ginjal dan menyebabkan wasir berkepanjangan.

3. Sistem peredaran darah

Elektrolit adalah bahan kimia yang menggambarkan kebutuhan cairan tubuh, contohnya kalium, magnesium, dan natrium. Saat muntah, secara otomatis orang dengan bulimia  membuang elektrolit-elektrolit dalam tubuh hingga menyebabkan dehidrasi. Karena tubuh kehilangan elektrolitnya, sistem peredaran darah dan organ jantung pun ikut terkena dampaknya.

Elektrolit yang tidak seimbang, bisa bikin jantung kelelahan dan tekanan darah menurun. Pada kasus yang parah, dehidrasi akut dapat menyebabkan lemahnya otot jantung, gagal jantung, serangan jantung, hingga kematian mendadak.

4. Sistem reproduksi

Efek bulimia yang terjadi pada wanita menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur, bahkan dapat berhenti sama sekali. Jika indung telur (ovarium) tidak lagi melepaskan telur, maka sperma pun tidak mungkin bisa membuahi sel telur. Hal ini menandakan bahwa efek bulimia ikut memengaruhi kesuburan wanita.

Selain itu, bulimia adalah penyakit yang bisa bikin hormon reproduksi terganggu, pada akhirnya membuat orang yang mengalaminya kehilangan gairah seksual. Tentu, hal ini akan menggangu keharmonisan dalam suatu hubungan.

Wanita hamil yang mengalami bulimia akan menghadapi hal yang jauh lebih berat lagi. Sebab, ini akan berdampak juga pada janin yang ada dalam kandungannya. Efek bulimia pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan sebagai berikut:

5. Sistem integumen

Sistem integumen yang mencakup rambut, kulit, dan kuku pun turut terkena efek bulimia. Setiap kali tubuh mengalami dehidrasi akibat bulimia, seluruh organ tubuh tidak mendapatkan pasokan cairan yang dibutuhkan, termasuk bagian rambut, kulit, dan kuku.

Efek bulimia menyebabkan rambut menjadi lebih kering, keriting, hingga kerontokan rambut. Selain itu, kulit penderita cenderung lebih kasar dan bersisik, sedangkan kukunya menjadi kian rapuh dan menipis.

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Bahaya Mie Instan Jika Terlalu Sering Dikonsumsi

Mie instan mungkin makanan favorit masyarakat Indonesia, terutama anak kos di akhir bulan. Namun, tahukah Anda bahaya makan mie instan?

Ditinjau oleh: Hello Sehat Medical Review Team
Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Fakta Gizi, Nutrisi 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Hati-hati! Ini 6 Penyakit Berbahaya yang Disebabkan Oleh Tikus

Tikus terkenal sebagai hewan yang jorok karena bisa menyebabkan penyakit. Berikut adalah beberapa penyakit yang disebabkan oleh tikus yang perlu diwaspadai.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi 24 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Efek Bleaching untuk Memutihkan Gigi, Adakah yang Perlu Diwaspadai?

Beberapa orang memilih bleaching untuk memutihkan gigi. Namun adakah efek bleaching gigi yang perlu diwaspadai?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

5 Fakta Mengagumkan Soal Lutut Manusia yang Tangguh Tapi Rawan Cedera

Lutut manusia bertugas untuk menopang aktivitas Anda sehari-hari. Yuk, cari tahu berbagai fakta menarik soal kesehatan lutut berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

wanita berbulu lebat nafsu tinggi seks

Benarkah Wanita Berbulu Lebat Nafsu Seksnya Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Satria Perdana
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
tidak tumbuh jenggot dan kumis

Penyebab Kumis dan Jenggot Tidak Tumbuh pada Sebagian Pria

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
obat sariawan

Benarkah Obat Kumur Bisa Mengobati Sariawan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
manfaat yoga untuk kesehatan

Mengenal Jenis-Jenis Yoga dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fitriana Deswika
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit