7 Makanan yang Tak Diduga Bisa Mengandung Bahan Kimia

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin berpikir bahwa upaya Anda menghindari makanan berwarna dan berbahan kimia telah berhasil. Anda pasti sering tergugah dengan warna merah muda dari ikan salmon, atau kuningnya kuah kare. Di saat Anda begitu percaya akan kemurnian sebuah makanan, di sisi lain pihak produsen akan berpikir pragmatis dalam menghias sebuah sajian makanan. Faktor rekayasa tekstur juga mendorong produsen untuk ‘nakal’ menyuntikkan bahan kimia pada bahan makanan.

Anda kini harus lebih waspada terhadap makanan yang Anda pilih. Pewarna sintetis kini tidak hanya digunakan untuk permen, minuman, atau es krim. Kini, pewarna sintetis mengancam Anda pada makanan-makanan yang seakan alami seperti ikan, salad, sayuran, bahkan buah. Di bawah ini, terdapat beberapa makanan yang diam-diam ternyata sering jadi bahan ‘kenakalan’ produsen yang sehingga mengandung bahan kimia dan pewarna:

1. Salmon

Secara alami, warna salmon memang sangat menarik dibandingkan ikan-ikan lain. Warna merah muda pada salmon menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen. Jenis pewarna yang biasa digunakan oleh nelayan salmon adalah cat-cat yang digunakan untuk mewarnai kertas. Dalam hal ini warna yang biasa digunakan untuk salmon adalah warna pink pucat (#20), dan oranye merah (#34). Di supermarket sebenarnya sudah dilegalkan dalam penambahan bahan kimia dan pewarna, dengan catatan mencantumkan dalam kemasan. Jadi, intinya, telitilah dalam melihat kemasan saat membeli salmon.

2. Yoghurt

Yoghurt dicitrakan sebagai minuman/makanan sehat kaya serat, vitamin, protein, dan banyak manfaatnya bagi kesehatan dan kecantikan tubuh. Namun, yoghurt juga kerap kali menjadi sasaran produsen nakal untuk meraup rupiah dengan mempercantik dan mengawetkan yoghurt dengan bahan kimia dan pewarna. Warna yang digunakan untuk yoghurt memang akan disesuaikan dengan rasa, namun umumnya seporsi yoghurt mengandung pewarna biru (#1) dan merah (#40). Bahan-bahan pewarna tersebut dapat memicu hiperaktivitas pada anak, dan dapat memicu tumor pada sistem kekebalan tubuh.

3. Dressing pada salad

Anda mungkin sangat menyadari pentingnya saus dan topping dalam seporsi salad. Saus membantu kita dalam meningkatkan selera dalam memakan sayur pada semangkuk salad. Beberapa merk produsen balsamic vinegar (cuka italia) menggunakan pewarna karamel. Topping catalina dan beberapa buah-buahan juga rawan disusupi pewarna. Menurut The Center of Science in the Public Interest, pewarna-pewarna pada bahan-bahan makanan di atas belum bisa dikatakan aman untuk dikonsumsi manusia. Maka, sebaiknya hindari bahan bahan tersebut dan pilihlah topping yang alami untuk salad.

4. Sereal

Jika bicara soal sereal, yang terbayang di benak kita adalah sebuah kemasan yang warna-warni dihiasi tokoh-tokoh kartun. Selain itu, produsen-produsen sereal selalu mempromosikan faktor kealamian bahan dasar dari sereal tersebut. Namun, jangan sepenuhnya terbuai. Sereal merupakan salah satu makanan yang sering disusupi pewarna dan bahan kimia. Ternyata, dalam sekotak sereal, sebenarnya sering kali Anda disuguhi dengan biji-bijian yang seratnya sudah luntur lantas dilapisi dengan gula dan bahan-bahan kimia. Yang menakutkan, hampir di semua merk sereal terdapat unsur karsinogen yang dapat memicu berbagai jenis kanker.

5. Popcorn

Camilan berbahan dasar nabati selalu dipandang sebagai hal yang baik. Sama seperti bagaimana popcorn membawa nama baik jagung. Biji jagung memang sehat, namun akan berubah menjadi bahaya setelah jatuh ke tangan produsen. Bahan-bahan mengerikan seperti pewarna karamel, antioksidan TBHQ, butana, dan asam perfluorootanoic. Bahkan sering didapati bahan-bahan beracun yang sering ditemukan dalam permukaan panci dan wajan.

6. Selai kacang

Selai kacang sering menjadi dressing yang menarik untuk beberapa menu. Namun, ternyata beberapa merk menyisipkan bahan kimia berbahaya di dalamnya. Dalam sebuah toples selai kacang, ditemui bahan-bahan seperti minyak dihidrogenasi-parsial dan zinc oksida. Hal-hal tersebut merupakan bahan yang biasa terdapat pada krim sunblock.

7. Buah kaleng

Buah merupakan makanan yang menarik karena terdapat warna-warna yang memikat selera. Namun, Anda harus waspada dengan produk-produk buah kalengan. Beberapa produsen menambahkan pewarna merah (#3) agar buah terlihat lebih cerah dan segar. Bahan tersebut terbukti dapat memicu tumor tiroid. Anda disarankan untuk memakan buah secara konvensional, tidak membeli buah-buahan yang dikemas.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Setiap orang memiliki intuisi, sebagian mempercayai intuisinya dan sebagian lagi tidak. Sebenarnya, apa itu intuisi? Dan kenapa kita perlu mengikutinya?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Saat memilih bra, Anda mungkin bimbang antara bra kawat atau bra biasa tanpa kawat. Yuk, simak pertimbangan dari para ahli berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Makanan yang Perlu Dikonsumsi Jika Anda Kurang Tidur

Ngantuk, lemas, dan tak bertenaga akibat begadang semalaman? Daftar makanan ini bisa membuat Anda segar dan berenergi lagi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Hidup Sehat, Tips Sehat 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Apa Bedanya Eksim Basah dan Eksim Kering?

Eksim adalah kondisi peradangan kulit yang membuat kulit gatal, memerah, dan pecah-pecah. Lantas, apa bedanya eksim kering dan eksim basah?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Kulit, Dermatitis 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
ukuran otak dewasa berpikir

Apakah Benar Otak Lebih Besar Artinya Lebih Pintar?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
makanan untuk penderita thalasemia

Panduan Makanan Bergizi untuk Orang dengan Thalassemia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
alergi bawang putih

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit