Benarkah Metabolisme Lambat Menyebabkan Gemuk?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Metabolisme merupakan sebuah proses di mana tubuh Anda mengubah apa yang Anda makan menjadi energi. Bagaimana metabolisme tubuh Anda bekerja, tentu berdampak pada tubuh Anda. Beberapa dari Anda yang gemuk mungkin berpikir bahwa metabolisme tubuh Anda yang menyebabkan Anda menjadi gemuk. Makan sedikit saja, mungkin bisa membuat berat badan Anda bertambah. Namun, apakah ini benar?

Metabolisme tubuh berkaitan dengan berat badan

Metabolisme tubuh Anda memang dapat memengaruhi berat badan Anda. Hal ini terjadi karena metabolisme tubuh menentukan seberapa banyak makanan yang Anda makan akan diubah menjadi energi. Jika energi yang dibakar tubuh berjumlah sedikit daripada energi yang masuk, tentu Anda akan mengalami kenaikan berat badan. Energi yang tidak terpakai akan disimpan tubuh menjadi lemak.

Tubuh Anda membutuhkan energi,  bahkan saat Anda tidur atau tidak melakukan sesuatu apapun. Energi ini berfungsi sebagai bahan bakar untuk fungsi tubuh, seperti untuk bernapas, sirkulasi darah, dan perbaikan sel-sel tubuh. Jumlah energi yang digunakan untuk fungsi dasar tubuh ini dikenal sebagai tingkat energi basal (basal metablic rate).

Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi tingkat energi basal dan metabolisme, yaitu:

  • Massa otot. Semakin banyak jaringan otot yang Anda punya, semakin banyak energi yang Anda butuhkan, sehingga metabolisme Anda akan berjalan lebih cepat. Otot membutuhkan lebih banyak energi untuk berfungsi daripada lemak.
  • Ukuran tubuh. Orang gemuk cenderung membutuhkan kalori lebih banyak, bahkan saat tubuh beristirahat. Hal ini terjadi karena biasanya orang gemuk memiliki organ internal yang lebih besar. Jadi, orang mempunyai berat badan berlebih akan lebih mungkin untuk mempunyai tingkat metabolisme yang lebih cepat.
  • Jenis kelamin. Pria mempunyai lemak tubuh yang lebih sedikit dan lebih banyak mempunyai massa otot dibandingkan wanita. Jadi, pria akan lebih banyak membakar kalori.
  • Usia. Semakin tua usia, semakin sedikit massa otot, sehingga metabolisme akan berjalan lebih lambat dan kalori akan dibakar lebih lambat.
  • Keturunan. Ini juga dapat memengaruhi tingkat metabolisme tubuh Anda, bisa lebih lambat atau lebih cepat.

Faktor lain yang juga dapat memengaruhi tingkat metabolisme Anda adalah aktivitas fisik, diet, obat, faktor hormonal, dan faktor lingkungan.

Apakah metabolisme lambat menyebabkan gemuk?

Saat metabolisme tubuh Anda berjalan lambat, artinya tubuh Anda lambat dalam membakar energi yang Anda butuhkan. Sehingga, pada akhirnya Anda akan lebih banyak menumpuk energi dan mengalami kenaikan berat badan. Metabolisme lambat mungkin dapat menyebabkan Anda menjadi gemuk, tapi hal ini sangat jarang terjadi. Perlu digarisbawahi bahwa metabolisme lambat bukan penyebab utama dari kegemukan.

Gemuk atau kenaikan berat badan berlebih akan terjadi jika kalori yang masuk ke tubuh Anda dari makanan lebih banyak daripada kalori yang Anda keluarkan untuk beraktivitas. Sesederhana itu alasan mengapa Anda bisa menjadi gemuk atau berat badan Anda naik. Terkadang, saat Anda makan, Anda tidak menyadari berapa jumlah kalori yang telah masuk ke tubuh Anda. Ditambah lagi, Anda mungkin jarang melakukan olahraga atau Anda terlalu banyak melakukan aktivitas sedenter (terlalu banyak diam dan duduk). Alhasil, Anda mungkin akan terkejut saat melihat timbangan Anda.

Jadi, gemuk merupakan hasil dari kombinasi makan banyak, aktivitas fisik kurang, dan juga faktor keturunan. Faktor metabolisme lambat mungkin bisa Anda salahkan sebagai penyebab gemuk atau kenaikan berat badan, tapi ini sangat jarang. Jika Anda merasa khawatir mengenai metabolisme Anda yang lambat dan berat badan Anda, sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda. Masalah dengan metabolisme bisa berhubungan dengan penyakit tertentu, seperti Cushing’s syndrome dan hipotiroidisme.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Diet Tinggi Serat, Cara Sehat untuk Turunkan Berat Badan

Salah satu diet yang dipercaya mampu menurunkan berat badan dengan aman dan sehat adalah diet tinggi serat. Seperti apa aturannya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Nutrisi, Hidup Sehat 11 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Cara Menghitung Porsi Makan Ideal untuk Anda

Apakah selama ini Anda asal menyendokkan makanan ke piring? Jangan salah. Begini cara tepat untuk menghitung porsi makan ideal untuk orang dewasa.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Bolehkah Ibu Menjalani Diet Saat Hamil?

Sebagai perempuan, Anda memiliki rasa kekhawatiran akan penampilan Anda meski saat hamil. Namun, bolehkah ibu menjalani diet saat hamil?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

4 Kesalahan Makan Oatmeal yang Bikin Berat Badan Malah Naik

Bubur gandum (oatmeal) adalah pilihan makanan yang baik untuk diet. Tapi hati-hati, bisa jadi oatmeal bikin gemuk karena hal-hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan untuk yang kurang tidur

Berbagai Makanan yang Perlu Dikonsumsi Jika Anda Kurang Tidur

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
sumber karbohidrat paling sehat

Nasi, Mie, Pasta, dan Roti: Sumber Karbohidrat Mana yang Paling Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pengaruh alkohol untuk jantung

Apa Sebenarnya Pengaruh Alkohol untuk Kesehatan Jantung?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
beras merah lebih sehat

Ini Alasannya Kenapa Nasi Merah Jauh Lebih Sehat dari Nasi Putih

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit