Manfaat Makan Kacang untuk Menurunkan Berat Badan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tahukah Anda, salah satu manfaat makan kacang adalah bisa menurunkan berat badan? Selain itu kacang didapuk juga memberikan efek baik pada orang yang sedang menjaga berat badannya agar tetap ideal. Mari simak penjelasan di bawah ini.

Makan kacang bikin Anda kenyang lebih lama

Salah satu manfaat makan kacang adalah membuat tubuh jadi cepat kenyang. Menurut sebuah penelitian tahun 2010 yang diterbitkan Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition, kacang memiliki kandungan serat yang padat untuk membuat tubuh terasa kenyang, dan kenyangnya pun akan bertahan lama di tubuh.

Perasaan kenyang menandakan bahwa kalori yang masuk ke dalam tubuh sudah memenuhi batas. Ketika Anda melakukan diet rendah kalori, asupan makanan yang lebih sedikit akan menyebabkan rasa lapar menerus, sehingga dengan ngemil kacang Anda bisa memerangi rasa lapar yang muncul.

Selain itu, banyak yang salah kaprah mengenai kandungan kacang. Banyak orang berpikir bahwa kandungan lemak pada kacang akan membuat gemuk atau berat badan bertambah, padahal tidak seperti itu. Sebaliknya, hasil sebuah data menunjukan bahwa manfaat makan kacang bisa memberikan efek baik kepada orang yang sedang menurunkan berat badan, mengingat kacang rendah kalori dan memiliki kandungan serat yang tinggi.

Berapa banyak porsi kacang yang dianjurkan?

Untuk mendapatkan manfaat makan kacang, Anda harus bisa menentukan berapa kalori yang Anda butuhkan per hari untuk menurunkan berat badan. Harvard Health Publications menyarankan untuk para wanita agar asupan kalori perharinya tidak kurang dari 1.200 kalori. Sedangkan, pria tidak boleh mendapat kurang dari 1500 kalori perhari. Saat dalam proses penurunan berat badan, ini juga sebaiknya dalam pengawasan dokter.

Asupan kalori yang didapat pada 100 gram kacang sebanding dengan 161 kalori. Jika ditimbang oleh kebutuhan kalori di atas, kalau Anda makan atau setidaknya ingin makan camilan sehat, kacang boleh menjadi salah satu asupan yang baik selama proses diet Anda.

Nah, baiknya bagi Anda yang mau menurunkan berat, pilihlah olahan kacang yang rasanya tawar. Harap diingat, kacang yang biasa diolah menjadi kacang asin akan mengandung natrium yang dapat meningkatkan tekanan darah dan risiko penyakit jantung. Jadi sebaiknya hindari makan kacang yang sudah ditambahi garam.

Di antara segala jenis kacang, kacang tanah  adalah yang paling mudah didapatkan, dan memiliki manfaat sehat karena mengandung lemak penguat kerja otak dan vitamin E. Namun bagi Anda yang suka kacang rendah kalori, Anda bisa memilih kacang almond.

Efek makan kacang terlalu banyak

1. Rambut rontok

Makan kacang kebanyakan ternyata juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan, rambut rontok contohnya. Kacang sejatinya, kaya akan kandungan selenium, dan tubuh tidak boleh kelebihan selenium. Biasanya, kelebihan selenium ini akan Anda peroleh, jika kacang yang Anda makan adalah kacang brasil lebih dari 3 kali jumlah yang disarankan.

2. Sakit perut

Kacang-kacangan juga mengandung senyawa tanin dan tinggi serat. Jika terdapat kelebihan serat di dalam tubuh, akan muncul reaksi kembung. Senyawa tanin juga akan membuat kacang-kacangan menjadi sulit dicerna.

3. Tubuh akan sulit menyerap mineral lainnya

Pada kacang terdapat kandungan asam fitat, yang kalau dimakan terlalu banyak akan membuat tubuh sulit menyerap mineral. Asam fitat ini akan mengikat mineral seperti zat besi, seng, dan kalsium. Maka, kalau kelebihan makan kacang, dapat mengakibatkan tubuh jadi timpang nutrisi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Kenikmatan kopi sudah tidak diragukan. Namun, tahukan Anda ada beberapa cara membuat kopi yang dapat menjadikan manfaatnya lebih baik untuk kesehatan.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Selain alergi susu dan kacang, ada juga alergi bawang putih. Apa penyebabnya dan adakah cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Alergi, Alergi Makanan 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Anda suka nekat makan daging ayam belum matang? Awas, akibatnya bisa fatal. Ini dia berbagai bahaya dan ciri-ciri daging ayam yang belum dimasak sempurna.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

MMR adalah singkatan dari tiga macam penyakit infeksi fatal yang paling rentan menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupannya. Kapan harus vaksin MMR?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

KDRT konflik rumah tangga

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
tips menghindari perceraian

7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit