Benarkah Menatap Gerhana Matahari Dengan Mata Telanjang Bisa Bikin Buta?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda tergoda untuk menatap gerhana matahari dengan mata telanjang? Meski jarak matahari dengan bumi lumayan jauh, sekitar 150 juta kilometer, ternyata menatap matahari langsung masih dapat menyebabkan kerusakan mata serius dan terkadang tak dapat dipulihkan.

Kenapa kita tidak bisa menatap matahari langsung?

Ada alasan kenapa kita tidak bisa (dan tidak boleh) menatap matahari langsung. Sederhananya, menatap matahari dalam keadaan normal memang sangat sulit karena sinarnya yang terlalu terang dan menyilaukan. Namun respons memicingkan mata karena kesilauan atau buru-buru mencari peneduh—baik itu dengan tangan atau kacamata hitam—merupakan reaksi naluriah manusia untuk sebisa mungkin menghindari kontak langsung dengan sinar matahari demi keselamatan dirinya.

Silau adalah bentuk pertahanan diri manusia dari sinar matahari

Matahari pada dasarnya merupakan sumber ledakan panas mahadashyat yang terjadi terus-menerus. Begitu Anda memutuskan untuk melihat matahari dengan mata telanjang, sengatan sinar matahari akan mulai “memanggang” bola mata. Sinar UV adalah jenis sinar matahari yang paling bisa merusak mata, terutama bila dipantulkan pasir, salju atau air. Kornea (lapisan terluar mata yang transparan) akan melepuh dan retak akibat paparan sinar UV berlebih.

Proses ini sangat mirip dengan bagaimana sinar matahari bisa membakar kulit, yang mungkin pernah Anda alami ketika panas-panasan di luar. Gejala kondisi ini, yang dikenal dengan fotokeratitis, biasanya muncul beberapa jam setelah kerusakan terjadi dan menyebabkan produksi air mata berlebihan. Selain itu juga terjadi mata merah dan meradang, serta sensasi kesat seperti Anda telah menggosok mata dengan kertas amplas.

Jadi, ketika Anda memandang tepat ke arah matahari sebentar saja, panas yang diproduksi akan terkonsentrasi sangat dashyat pada retina sehingga cukup untuk membakar dan menghanguskannya. Parahnya lagi, karena retina tidak memiliki reseptor rasa sakit, Anda tidak tahu kerusakannya telah terjadi sampai terlambat.

Sinar matahari bisa merusak mata

Jika Anda berani dan tahan untuk menatap matahari lebih lama lagi, kemudian Anda akan mengalami kerusakan retina dan makula. Retina merupakan jaringan di bagian belakang mata untuk meproyeksikan gambar ke otak, yang amat sensitif terhadap cahaya.

Pada keadaan normalnya, pupil mata akan mengecil saat terkena cahaya terang, namun jumlah cahaya yang masuk ke mata terkonsentrasi pada jaringan makula. Paparan sinar UV yang berlebihan akibat menatap matahari terlalu lama kemudian membakar retina, yang dapat menyebabkan mata buta sebagian sementara hingga kebutaan permanen yang berbentuk lingkaran hitam tepat di tengah bidang penglihatan Anda.

Jangan menatap gerhana matahari langsung dengan mata telanjang

Menatap matahari saat gerhana matahari tidak jauh berbeda dengan menatap matahari pada hari biasa. Perbedaannya adalah kita biasanya akan otomatis refleks alami berpaling kesilauan dari sinar matahari jika kita menatap terlalu lama. Ini sudah diatur secara alami oleh otak.

Nah, suasana teduh selama gerhana matahari menurunkan kewaspadaan diri sehingga kita “lupa” untuk memicingkan mata dan berlama-lama memandang angkasa. Pupil juga otomatis melebar ketika memandang langit yang mendung. Tanpa disadari ini dapat meningkatkan jumlah radiasi sinar UV yang mendarat di retina dan membuat Anda lebih rentan mengalami kerusakan mata.

Gerhana matahari tidak pernah aman untuk dilihat dengan mata telanjang, apapun jenisnya (sebagian, sabit, cincin, total, maupun fase “perjalanan” dari sebagian hingga total). Bahkan ketika hampir 99% permukaan matahari gelap tertutupi bulan, secerah kecil cincin tipis sinar matahari yang menyembul dari balik bulan masih memancarkan cukup sinar UV yang dapat membakar mata Anda, ungkap Ralph Chou, seorang profesor emeritus optometri di Universitas of Waterloo di Ontario, pada Space. Efeknya akan sama saja seperti ketika Anda memelototi matahari langsung.

Tapi bisakah manusia benar-benar buta setelah melihat gerhana matahari? Mungkin tidak akan langsung demikian, namun kerusakan yang Anda alami bisa sangat parah sehingga mata tidak akan lagi bisa melihat dengan baik secara mendetail. Sampai saat ini ada lebih dari 100 kasus kerusakan mata serius dan permanen yang disebabkan oleh orang-orang yang terlalu lama menatap gerhana matahari, ungkap Ralph Chou. Namun, ada cara mudah untuk menghindari kerusakan ini: Pakailah kacamata pelindung saat melihat gerhana matahari.

Pakai kacamata hitam saat gerhana tidak cukup untuk melindungi mata

Sepasang kacamata hitam biasa tidak akan cukup melindungi mata dari sinar UV selama gerhana matahari. Untuk bisa memandang (dan memfoto) gerhana matahari, Anda perlu kacamata atau filter kamera yang dirancang khusus untuk gerhana matahari. Lensa khusus ini dapat mengurangi intesitas cahaya yang masuk ke mata hingga ke taraf aman.

Penting untuk memastikan Anda menggunakan perangkat ini dengan benar. Letakkan lensa/kacamata tepat di depan mata, lalu baru mendongak untuk melihat matahari. Jangan pernah lepas sementara masih melihat matahari sampai bulan benar-benar menutupi matahari, atau ketika Anda berpaling dari gerhana.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Penyebab Telinga Gatal dan Cara Mengobatinya

Jika telinga Anda gatal, jangan digaruk atau dicungkil dengan jari. Ketahui dulu, penyebab telinga gatal, baru Anda akan tahu bagaimana cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 7 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Efek Samping Aromaterapi yang Harus Diwaspadai

Terlepas manfaatnya bagi tubuh, romaterapi ternyata menyimpan efek buruk yang dapat merugikan kesehatan. Simak efek samping aromaterapi berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 6 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Komplikasi Asam Urat yang Berbahaya untuk Kesehatan dan Perlu Diwaspadai

Asam urat Anda sering kambuh? Yuk, segera obati. Jika tidak, hal ini bisa memicu komplikasi akibat asam urat yang bahaya bagi tubuh. Apa saja itu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Jangan Salah, Kenali Perbedaan antara Rematik dan Asam Urat

Rematik dan asam urat adalah dua penyakit beda, yang sama-sama bikin nyeri sendi. Apa saja perbedaan asam urat dan rematik?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

alergi bawang putih

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
apa itu intuisi

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
bra kawat

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
eksim kering dan eksim basah

Apa Bedanya Eksim Basah dan Eksim Kering?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit