Bolehkah Kondisioner Digunakan di Kulit Kepala?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro

Conditioner berfungsi melindungi dan melembapkan rambut sehingga rambut menjadi lebih halus serta bervolume. Akan tetapi, penggunaan conditioner yang keliru justru dapat menimbulkan masalah baru pada rambut. Salah satu kekeliruan yang paling sering dilakukan adalah membiarkan conditioner kena kulit kepala. Sebenarnya, apa alasannya kondisioner tidak boleh digunakan di area ini?

Cara kerja conditioner pada rambut dan kulit kepala

kutu rambut

Jika dilihat dengan mikroskop, helai rambut tampak seperti serpihan-serpihan yang saling bertumpukan. Serpihan ini merupakan sel-sel mati yang membentuk lapisan kutikula. Fungsinya adalah melindungi bagian dalam rambut yang rapuh dan mudah rusak.

Ketika rambut tampak kusut atau mengembang, ini berarti lapisan kutikula sudah rusak. Ibarat tambang yang seratnya mulai lepas, serpihan-serpihan di dalam lapisan kutikula tidak lagi menumpuk dengan rata, sebagaimana dilansir dari laman Science Line.

Struktur kimia yang mengikat sel-sel pada lapisan kutikula melemah seiring waktu. Sel-sel tersebut kemudian menjadi renggang dan bergesekan dengan lapisan kutikula pada helai rambut yang lain. Dampaknya, rambut menjadi kusut, patah, atau rusak.

conditioner

Biasanya, conditioner memang tidak digunakan langsung kena ke kulit kepala. Hal ini karena efek kerjanya yang langsung pada helai rambut, bukan kulit kepala.

Produk ini mengandung surfaktan kationik, yakni senyawa yang bisa berikatan dengan ion-ion negatif pada helai rambut.

Ikatan antara surfaktan dan helai rambut membentuk lapisan yang melindungi kutikula rambut. Selain itu, kandungan asam dalam conditioner juga membuat lapisan kutikula pada tiap helai rambut saling berikatan sehingga rambut kembali terasa halus.

Conditioner yang ideal biasanya tidak hanya mengandung surfaktan, tapi juga silikon (dimethicone). Silikon bekerja dengan membentuk selubung kedap air yang mengunci kelembapan rambut. Dengan begitu, rambut tidak cepat kering ataupun rusak.

Bolehkah conditioner kena kulit kepala?

garis rambut mundur sekitar dahi

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, Anda perlu memahami terlebih dahulu fungsi folikel rambut. Folikel adalah ‘kantong’ kecil pada kulit yang menjadi tempat tumbuhnya rambut.

Kelenjar minyak dan kelenjar keringat juga terdapat di dalam kantong ini.

Rambut, minyak, maupun keringat yang berasal dari dalam folikel akan keluar melalui pori-pori. Wajah dan kulit kepala merupakan bagian tubuh yang memiliki lebih banyak folikel. Area ini juga cenderung berminyak karena terdapat lebih banyak kelenjar minyak.

Jika Anda menggunakan conditioner hingga kena kulit kepala, silikon dalam conditioner akan menyumbat pori-pori pada area tersebut.

Akibatnya, minyak alami dari dalam folikel tidak dapat mencapai helai rambut sehingga rambut menjadi kering.

Meski dapat membentuk selubung pelindung rambut, silikon juga memiliki kelemahan. Mineral ini dapat menghilangkan nutrisi dan minyak alami pada helai rambut. Akibatnya, rambut menjadi lebih rentan terhadap kerusakan.

mengatasi rambut susah diatur

Walau demikian, hal ini tidak berlaku pada semua orang. Bagi orang-orang dengan kulit kepala yang mampu memproduksi cukup banyak minyak, silikon pada conditioner memang dapat menyumbat pori-pori dan menimbulkan masalah rambut.

Namun, orang yang memiliki rambut kering, rusak, atau terkena dampak bahan kimia produk perawatan rambut justru sesekali perlu melakukan hal sebaliknya. Mereka perlu menggunakan conditioner hingga kena kulit kepala untuk menjaga kelembapan rambut.

Jadi, bolehkah Anda memakai conditioner pada kulit kepala? Jawabannya tergantung kondisi rambut Anda. Hindari area kepala jika kulit kepala Anda normal atau berminyak. Sebaliknya, Anda yang memiliki kulit kepala kering boleh menggunakan produk ini pada kulit kepala sekali waktu.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 10, 2020 | Terakhir Diedit: Desember 13, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca