5 Hal yang Menyebabkan Rejime Skincare Anda Tidak Efektif

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Sudah teratur memakai deretan skin care mahal nan canggih, tapi belum kelihatan juga hasilnya? Mungkin masalahnya bukan di produk tersebut, tapi pada bagaimana cara Anda menggunakannnya; apakah sudah benar dan maksimal, atau belum? Sebab jika Anda teledor, keliru, atau asal-asalan pakai skin care, hasilnya tidak akan terlihat efektif meskipun produk sudah digunakan berbulan-bulan.

Penyebab skin care tidak memunculkan hasil yang efektif

1. Hampir atau mau kedaluwarsa

Efek skin care Anda mungkin tidak efektif sebagaimana mestinya diharapkan karena produknya sudah kedaluwarsa.

Jika suatu produk perawatan digunakan pada waktu 6 sampai 12 bulan setelah masa kedaluwarsanya, ini bisa membuat khasiatnya jadi kurang ampuh. 

2. Belum teruji secara klinis

Produk skin care bisa menjadi tidak ampuh bekerja dengan baik di kulit apabila belum teruji secara klinis. Sebelum diedarkan di pasaran, produk  harus sudah menjalani uji stabilitas, keamanan, dan juga keampuhan di kulit manusia. 

Sayangnya, beberapa produk skin care terkadang ada yang tidak melalui proses uji tersebut. Kebanyakan ini sering terjadi pada produk perawatan kulit wajah yang dijual bebas tanpa label kemasan dan bahan-bahan pembuat yang jelas informasinya.

3. Skin care disimpan di tempat yang salah

Menyimpan produk skin care juga tidak boleh sembarangan, harus pada suhu kamar yang normal. Apabila Anda menyimpan produk perawatan kulit jelas-jelas di bawah sinar matahari atau di tempat yang lembab, skin care kemungkinan tidak akan bekerja  baik. 

Misalnya, menyimpan skin care  di kamar mandi kemungkinan dapat membuat produk tersebut tidak bekerja dengan baik. 

Kamar mandi yang punya shower air panas bisa menyebabkan temperatur suhu ruangan berubah. Inilah yang dapat mengubah efektivitas beberapa bahan di dalam skin care, menurut Debra Jaliman, dokter kulit di New York, dikutip dari Healthline.  

Temperatur suhu yang ekstrim secara langsung dapat  memengaruhi keampuhan dan kemanjuran produk. Bahkan, skin care yang habis terkena paparan suhu ekstrim, dapat membuat produk bereaksi dan efeknya bisa berbeda di kulit Anda. 

Contoh lagi misalnya, produk sunscreen yang diletakkan di dalam mobil tidak nyala atau mati, yang mana suhu di dalamnya panas, kemungkinan tidak lagi  ampuh melawan bahaya sinar UV. Sunscreen yang lama berada di suhu panas kemungkinan juga dapat menyebabkan iritasi kulit setelah dipakai. 

4. Bahan aktif skin care kurang banyak

Masih dikutip dari Healthline, menurut dokter kulit di Los Angeles, dr. Tsippora Shainhouse, skin care bisa tidak bekerja akibat konsentrasi zat di dalam produk terlalu rendah. 

Ada beberapa skin care yang targetnya mencapai lapisan kulit tertentu, namun karena terlalu rendah atau sedikit kandungan zat nya, maka tidak akan bekerja dengan baik hasilnya di kulit.

Tips, nih, untuk Anda yang mau tau cara melihat kandungan bahan aktif skin care  banyak atau tidak. Anda harus lihat dulu kandungan bahan atau zat aktif yang ada di label kemasan.

Misalnya, Anda mau pakai produk skin care mengandung retinol untuk menyamarkan kerutan halus di wajah. Jika bahan atau zat retinol tidak ada di dalam urutan 5 besar di atas, artinya konsentrasi zat cukup rendah. 

Namun jika kandungan retinol ada di urutan nomor 1 atau nomor 2 paling banyak, Anda boleh mencoba produk tersebut untuk mendapatkan khasiat skin care. 

5. Kualitas produk buruk

Menurut dr. Shainhouse, skin care bisa tidak efektif apabila kualitasnya buruk. Meski begitu, menilai bagus atau tidaknya kualitas suatu produk tidak selalu bisa dilihat dari banderol harganya. Skin care  yang murah belum tentu kualitasnya pasti jelek. 

Dr. Shainhouse menjelaskan bahwa kualitas skin care yang buruk mengacu pada bahan aktif yang sedikit kandungannya, molekul zat di dalam tidak stabil, atau kemasan yang terlalu terbuka.

Misalnya, kemasan tabung skin care yang terbuka dapat membuat banyak oksigen masuk, menyebabkan penguapan bahan atau zat aktif di dalamnya.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 6, 2020 | Terakhir Diedit: November 27, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca