Apakah Gonta-ganti Sabun Pembersih Wajah Bikin Kulit Wajah Rusak?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Tak semua produk sabun cuci muka cocok untuk setiap orang. Jenis dan sensitivitas kulit setiap orang yang berbeda-beda, memengaruhi cara kerja produk pembersih pada kulit.

Tak jarang, kulit Anda menjadi lebih kering atau bahkan muncul ruam dan iritasi. Ini yang menyebabkan Anda kerap beralih dari satu produk pembersih wajah ke produk lainnya. Namun, tidakah hal ini justru semakin membahayakan kesehatan kulit Anda?

Efek mengganti sabun cuci muka terlalu sering

Mengganti produk perawatan wajah memang sangat dianjurkan ketika Anda mengalami sejumlah permasalahan kulit setelah menggunakan produk selama beberapa hari.

Namun hal ini dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan kulit Anda jika dilakukan terlalu sering.

Menurut American Academy of Dermatology, mengganti produk perawatan wajah setiap minggunya dapat memicu terjadinya iritasi kulit hingga kemunculan jerawat. Terutama jika produk pengganti yang digunakan memiliki kandungan yang sangat berbeda dengan produk sebelumnya.

Mengganti sabun cuci muka terlalu sering juga tidak disarankan hanya karena Anda tidak puas dengan produk tersebut. Hal ini malah akan berimplikasi pada  produk pengganti yang membutuhkan waktu lebih lama untuk berkerja secara efektif.

Anda tidak bisa mendapatkan hasil dari produk pembersih wajah secara instan, terutama bagi kulit wajah yang berjerawat. Rata-rata untuk menghilangkan jerawat yang meradang diperlukan waktu selama 3 hingga 4 bulan.

Apabila tidak menunjukan komplikasi kulit, berilah waktu untuk produk tersebut bekerja setidaknya dengan rutin menggunakannya selama 6 hingga 8 minggu. Jika setelahnya tidak memperlihatkan perubahan, Anda bisa beralih pada produk lain.

Lalu, bagaimana memilih sabun cuci muka yang tepat?

Anda perlu memakai sabun cuci muka yang telah diformulasikan secara khusus untuk kulit wajah. Karena produk perawatan kulit pada setiap orang memiliki efek yang berbeda, maka sebaiknya Anda memilih pembersih wajah yang disesuaikan dengan jenis dan sensitivitas kulit Anda.

Tipe kulit normal sebaiknya menggunakan sabun yang tidak menghilangkan kandungan minyak alami kulit. Sebaliknya, kulit berminyak membutuhkan sabun yang bisa mereduksi kadar minyak alami. Sabun tersebut biasanya mengandung asam salisilat atau benzoil peroksida.

Sementara bagi pemilik kulit kering, tidak disarankan memilih sabun pembersih yang mengandung alkohol tinggi karena bisa mengikis kulit. Sabun cuci muka yang tidak mengandung wewangian, pewarna, dan alkohol cocok untuk tipe kulit sensitif.

Secara penelitian, Anda perlu memilih sabun cuci muka yang memiliki pH lebih asam yang mana mendekati kadar pH alami kulit. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan NCBI, produk pembersih yang baik untuk wajah adalah yang memiliki pH 4 sampai 5.

Cara membersihkan wajah dengan sabun cuci muka

Setelah menemukan produk yang cocok untuk kulit, Anda tak bisa sembarangan membersihkan wajah. Alih-alih kulit sehat, keliru membersihkan wajah malah menimbulkan berbagai masalah kulit.

Ikuti aturan membersihkan wajah berikut ini agar kulit terhindar dari jerawat, ruam, dan iritasi.

  1. Mencuci muka secara rutin yaitu setelah dan sesudah bangun tidur. Di pagi hari, kulit wajah perlu dibersihkan dari minyak yang diproduksi selama tidur. Pada malam hari, kulit wajah perlu dibersihkan dari kotoran dan riasan yang menempel selepas beraktivitas.
  2. Anda tidak perlu membersihkan wajah terlalu sering karena dapat membuat kulit wajah menjadi kering.
  3. Bagi Anda yang terpapar polusi secara intens atau memakai riasan tebal sebaiknya melakukan double cleansing.
  4. Bersihkan setiap bagian wajah secara menyeluruh dengan sabun wajah dan air hangat. Lakukan gerakan memijat dengan lembut saat membersihkan. Jangan mengusap wajah terlalu keras karena bisa memicu iritasi
  5. Bilas wajah dengan air hangat bersih.
  6. Keringkan wajah dengan handuk khusus wajah bukan handuk yang digunakan untuk mengeringkan tubuh.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 31, 2020 | Terakhir Diedit: Januari 30, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca