Thread Lift Alias Tanam Benang: Apa Manfaat dan Risikonya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Thread lift, alias tanam benang, adalah salah satu di antara sekian banyak tren prosedur kosmetik favorit banyak orang berkat begitu banyak ekspos media yang menggembar-gemborkan hasilnya.

Tren kecantikan sudah banyak berubah dan kini dokter bedah sudah tidak lagi merekomendasikan prosedur thread lift sebagai pilihan utama untuk pasien mereka. Apa alasannya?

Apa itu prosedur tanam benang?

Thread lift atau tanam benang adalah prosedur kosmetik cepat di mana dokter akan memasukkan jarum tipis untuk menyisipkan benang jahit polypropylene bergerigi melalui lapisan lemak di bawah kulit. Benang kemudian ditarik ketat untuk mengangkat kulit dan jaringan yang kendur pada wajah dan leher.

Pro kontra prosedur tanam benang

Tidak seperti face lift yang melibatkan pembuangan jaringan, prosedur ini hanya bergantung pada efek mengencangkan kulit dari tarikan benang untuk membuat wajah tampak lebih muda.

Jika Anda sedang mempertimbangkan operasi plastik, thread lift terdengar seperti alternatif menggiurkan: lebih murah daripada face lift, tanpa rasa sakit, dan relatif cepat.

Akan tetapi, thread lift mendapat sejumlah kritik pedas dari banyak dokter bedah plastik konvensional. Sebagian besar dari mereka mempertanyakan keabsahan prosedur tanam benang ini, karena thread lift belum pernah diteliti secara medis dan melalui peer-review mengenai efektivitas dan keamanannya.

Dilansir dari NYTimes.com, Dr. Thomas Romo III, direktur departemen bedah plastik dan rekonstruksi wajah di Lenox Hill Hospital Manhattan, berpendapat bahwa sebuah prosedur medis harus melewati penelitian laboratorium dan studi klinis setidaknya selama 10 tahun sebelum memastikan prosedur itu bisa dipasarkan ke publik.

Lebih lanjut, Romo dan sejumlah dokter bedah lainnya mempertanyakan lisensi dari sejumlah praktisi thread lift — tidak hanya dokter bedah plastik, tapi juga opthalmologist, dokter kandungan, dan dokter umum — yang hanya memiliki sedikit pelatihan seputar anatomi wajah atau prosedur operasi, di luar dari pelatihan singkat yang ditawarkan oleh sejumlah kursus informal mengenai spesialisasi operasi.

Seorang dokter yang tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman ekstensif, menurut dr. Rober Singer, dokter bedah plastik di La Jolla, bisa secara tidak sadar memasukkan jarum dan benang operasi ke dalam struktur wajah penting, seperti saraf otot wajah, dan menimbulkan efek samping seperti pengenduran dan infeksi.

Reaksi negatif dari para dokter bedah plastik ini sepertinya berangkat dari banyak masalah yang timbul dari keluhan para pasien dan sesama dokter lainnya, mengenai hasil yang tidak memuaskan.

Efek samping yang dilaporkan oleh pasien tanam benang

Sebagian besar masalah dari tanam benang dilaporkan berasal dari benang yang digunakan dalam prosedur yang – menurut para ahli – telah digunakan secara internal selama bertahun-tahun dalam operasi dan benar-benar kompatibel dengan jaringan tubuh sehingga tidak mungkin ditolak oleh sistem tubuh.

Sayangnya, banyak komplain pasien yang justru mematahkan klaim tersebut. Tidak sedikit pasien yang harus menjalankan prosedur perbaikan untuk kedua atau ketiga kalinya karena masalah yang dialami akibat benang telah yang dimasukkan.

Isu yang paling umum adalah benang timbul ke permukaan wajah dan terlihat dengan jelas, sakit kepala timbul setelah menjalani prosedur, atau sensasi kesemutan di bawah kulit. Banyak pula pasien yang mengeluhkan hasil thread lift mereka justru membuat kulit wajah mereka makin kendur atau berkerut.

Keluhan ini didukung oleh hasil sebuah survey infomal yang dilakukan American Society for Aesthetic Plastic Surgery di tahun 2005. 198 dari 900 dokter menyatakan mereka telah mencoba melakukan prosedur ini, dan 60 persennya mengatakan timbul komplikasi. Pada beberapa kasus, benang putus atau timbul ke permukaan kulit (NYTimes, 2005).

Efek jangka panjang tanam benang

Sebuah studi diketuai oleh Rima F. Abraham, MD diterbitkan di Journal of Facial Plastic Surgery tahun 2009, meneliti tentang efektivitas jangka panjang dari thread lift untuk peremajaan wajah.

Dikutip dari NCBI.com, Abraham dan tim mengumpulkan 33 partisipan thread lift: 23 pasien telah menjalani prosedur kosmetik lainnya di samping thread lift, sedangkan lainnya hanya pernah bertindak sebagai menjalankan thread lift. 10 orang sisanya bertindak sebagai kelompok kontrol pembanding.

Hasil dari setiap partisipan kemudian diteliti oleh panel dokter bedah plastik dan dinilai struktur wajah “sebelum dan sesudah” dalam sesi blind assessment, menggunakan skala 0-3. Sebulan setelah prosedur, panel menyetujui adanya peningkatan penampilan pada semua partisipan.

Namun, pada saat pemeriksaan lanjutan 21 bulan setelahnya, kelompok partisipan thread lift memiliki skor aestetik terendah, dengan nilai 0,2 – 0,5. Untuk kelompok “thread lift dan prosedur kosmetik lainnya, skor peningkatan penampilan mereka mencapai 0,5 – 1,4, sementara grup kelompok kontrol memiliki nilai 1,5 – 2,3.

Komplikasi tanam benang yang tampak dalam studi ini termasuk benang yang timbul ke permukaan wajah, dan kulit yang menjorok ke dalam. Peneliti menyetujui bahwa prosedur thread lift mengandung risiko komplikasi tinggi, sementara luka jaringan parut dalam mungkin bisa menyulitkan dokter untuk mengangkat benang. Padahal, 20% partisipan dari studi tersebut diharuskan untuk melepas benang mereka.

Jadi, apakah tanam benang efektif?

Kesimpulannya, tanam benang bukanlah prosedur yang efektif untuk memberikan hasil jangka panjang, karena prosedur ini tidak mengubah pergeseran volume wajah yang terjadi akibat proses penuaan. Alasannya, thread lift hanya “menyembunyikan “kelebihan kulit yang mengendur dengan mengencangkannya. Padahal, jaringan tersebut masih menempel di wajah. Hasil yang diperlihatkan satu bulan setelah thread lift kemungkinan besar timbul akibat pembengkakan dan peradangan, menurut Abraham.

Mungkin masih banyak klinik kecantikan di sekitar Anda yang menawarkan jasa thread lift, namun hal ini hanya terbatas pada sejumlah dokter kulit dibandingkan dengan dokter bedah plastik konvensional yang pada umumnya memberikan penilaian buruk terhadap prosedur ini.

BACA JUGA:

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Benarkah Vitamin C Bisa Membuat Warna Kulit Lebih Cerah?

    Banyak orang menjalani suntik vitamin C dan memakai produk berbahan vitamin C untuk memutihkan kulit. Tapi apa benar vitamin C bisa mencerahkan kulit?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Hidup Sehat, Kecantikan 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    Segudang Manfaat Minyak Zaitun untuk Rambut dan Cara Memakainya

    Manfaat minyak zaitun untuk rambut bukan hanya membuatnya berkilau, tapi juga bisa mengurangi ketombe. Bagaimana cara menggunakannya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    Selain Catokan, Inilah Ragam Jenis Cara Meluruskan Rambut

    Catokan kerap menjadi kewajiban yang rutin dilakukan. Bagaimana cara meluruskan rambut yang baik agar rambut tetap sehat?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 24 November 2020 . Waktu baca 7 menit

    Penyebab dan Cara Menghilangkan Rambut Bercabang

    Rambut bercabang termasuk gejala kerusakan rambut. Cari tahu penyebab dan cara menghilangkan rambut bercabang dalam artikel berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 24 November 2020 . Waktu baca 8 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    bentuk anatomi vagina

    Panduan Lengkap Seputar Anatomi Vagina

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 6 menit
    kedutan mata kiri atas

    9 Cara Alami Memanjangkan Bulu Mata Supaya Lebih Lentik

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 6 menit
    mengatasi kulit siku kering

    Siku Kering? Ini 6 Cara Efektif untuk Mengatasinya

    Ditulis oleh: Priscila Stevanni
    Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
    manfaat bengkoang

    Tak Hanya Memutihkan Kulit, Ini 6 Manfaat Bengkoang Bagi Kesehatan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit