Berapa Lama Efek Microblading Alis Bisa Bertahan dan Awet?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Untuk membuat tampilan alis lebih sempurna, ada banyak cara yang digunakan. Salah satunya adalah microblading. Sebelum Anda melakukan microblading alis, yuk, cari tahu dahulu efek ketahanannya di kulit.

Apa itu microblading alis?

Bagi Anda yang belum pernah mendengar istilah ini pasti bertanya-tanya, apa sebenarnya microblading itu? Microblading adalah prosedur kecantikan yang dilakukan dengan alat bantu seperti pena berisikan tujuh hingga 16 (atau lebih) jarum berukuran mikro (sangat kecil). Jarum ini nantinya bisa meniru bentuk rambut alis dengan menciptakan goresan tipis di atas kulit.

Microblading bertujuan untuk membentuk dan merapikan alis agar terlihat alami. Dengan begitu, Anda tak lagi perlu repot-repot menggunakan riasan untuk memberikan kesan tebal dan rapih pada alis.

Prosedur kecantikan yang satu ini aman dilakukan untuk orang dengan kulit dan tubuh yang sehat. Ini karena microblading merupakan prosedur yang menimbulkan trauma pada kulit. Orang dengan gangguan perdarahan, penyakit tiroid, peradangan aktif seperti eksim dan herpes zoster, alergi tinta, hingga sedang minum obat jerawat roaccutane tidak dianjurkan untuk melakukan microblading alis.

Berapa lama microblading akan bertahan?

ketombe di alis

Microblading tidak menciptakan hasil yang permanen. Jika Anda berniat untuk mempercantik alis dengan prosedur ini, rajin-rajinlah mengulangnya agar alis tetap terlihat sempurna. Pasalnya, microblading hanya bertahan dalam waktu sekitar 1 sampai 3 tahun saja.

Lama-lama, pigmen warna yang dihasilkan microblading akan memudar. Biasanya, dokter atau praktisi kecantikan akan meminta Anda untuk kontrol setiap enam bulan untuk dilakukan retouch atau perulangan prosedur. Namun, hal ini biasanya disesuaikan dengan jenis kulit dan keinginan masing-masing.

Sebaiknya Anda datang untuk melakukan retouch saat warna alis mulai memudar. Dengan begitu, dokter akan lebih mudah mengisinya kembali. Selain itu, biaya yang dikeluarkan pun lebih murah.

Jika Anda datang ketika efek microblading telah benar-benar hilang, dokter butuh waktu lebih lama untuk prosesnya dan harganya pun jauh lebih mahal seperti pertama kali kunjungan.

Efek microblading mudah hilang pada si kulit berminyak

minyak di wajah

Jika Anda memiliki kulit berminyak, sebenarnya boleh-boleh saja melakukan microblading. Hanya saja hasilnya biasanya tidak akan bertahan lama jika dibandingkan dengan orang yang memiliki kulit kering.

Produksi minyak berlebih di kulit bisa membuat pigmen yang dibuat lebih sulit menempel dan bertahan. Oleh karena itu, Anda perlu sering-sering melakukan retouch. Daripada menyesal nantinya, lebih baik bicarakan terlebih dahulu dengan dokter atau praktisi kecantikan terkait.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 21, 2019 | Terakhir Diedit: Januari 14, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca