5 Alasan Kenapa Anda Sebaiknya Tidak Membeli Produk Pemutih Kulit

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sebagian besar wanita Asia ingin supaya kulit mereka menjadi lebih putih. Namun, tahukah Anda bahwa ada beberapa efek samping atau komplikasi dari perawatan pemutihan kulit? Mari kita cari tahu bersama dalam artikel ini.

1. Pemutih kulit dari dokter biasanya adalah obat untuk penyakit kulit

Berbeda dari stereotip bahwa pemutihan kulit hanya sekadar untuk kecantikan, banyak dokter kulit yang sebenarnya meresepkan exfoliant untuk penyakit kulit, kepada pasien yang ingin memutihkan kulit. Biasanya yang diresepkan adalah obat pencerah kulit untuk mengobati penyakit kulit yang menyebabkan warna kulit tidak rata.

2. Tidak ada pemutih yang benar-benar bisa bikin kulit jadi putih

Exfoliant bekerja dengan mengurangi pigmen yang disebut melanin, yaitu dengan menggunakan obat untuk bagian tubuh atau wajah yang lebih gelap dari yang lainnya. Produksi melanin diganggu untuk memungkinkan kulit menjadi bercahaya dan menjadi lebih rata.

Terkadang, produk pencerah kulit bisa mengandung exfoliant untuk exfoliating ringan. Karena kulit cenderung beregenerasi dengan cepat dan mudah, pengelupasan akan membantu membersihkan sel-sel kulit mati dan merevitalisasi lapisan yang lebih cerah di bawahnya, membuat kulit terlihat lebih cerah. Namun produk ini tidak dapat membuat warna kulit Anda lebih putih dari warna kulit alami Anda yang paling cerah.

3. Mencerahkan kulit dapat menyebabkan efek samping yang berbahaya

Pada dermatologist sering menganjurkan hydroquinone jangka pendek.  Tabir surya atau krim resep dengan dosis maksimal 2% ini memang sudah diizinkan oleh FDA, tetapi masih sedikit kontroversial. Reaksi alergi parah terhadap hydroquinone jarang terjadi. Namun, terkadang kulit akan menjadi merah, kering atau gatal di area yang bermasalah.

Sebaliknya, obat ini dapat meningkatkan risiko kanker. Untuk alasan tersebut, meskipun masih tersedia bebas dalam dosis rendah di Amerika Serikat, hydroquinone hanya bisa digunakan dengan resep di banyak negara. Zat ini telah dilarang untuk beberapa waktu di Eropa tetapi saat ini hanya dapat diperoleh dengan resep.

4. Pemakaian jangka panjang malah bisa menggelapkan kulit

Apa yang terjadi jika hydroquinone digunakan dalam dosis lebih dari 2% atau selama jangka waktu lebih dari tiga bulan? Seluruh aktivitas pencerahan kulit akan memberikan hasil negatif, atau bahkan hasil paradoks. Dengan kadar obat yang lebih tinggi, telah didapati laporan banyak komplikasi. Contohnya, munculnya infeksi minyak eksogen, penggelapan kulit untuk waktu yang lama, dan kulit yang menjadi kebal terhadap pengobatan apapun. Kemungkinan reaksi kulit bisa terjadi dalam dosis yang lebih rendah, tetapi risiko ini akan meningkat seiring bertambahnya dosis.

5. Ada pilihan pencerah kulit yang alami

Bagi mereka yang waspada terhadap bahan kimia beracun, temukan solusi alami untuk mencerahkan kulit. Ada banyak agen alami yang dapat ditemukan di alam dengan sifat pencerah kulit. Pilihan ini tidak mengandung bahan kimia dan mudah untuk menemukan produk alternatif untuk pencerah kulit. Salah satu yang bisa Anda coba adalah vitamin C, azelaic acid (gandum dan barley) dan cinnamomum subavenium dari Cina. Ada juga penelitian yang menunjukkan bahwa ekstrak buah delima dapat membantu. Selain itu, suplemen vitamin E juga menghambat produksi melanin.

Selain manfaat dan efek dari perawatan pemutihan kulit, Anda harus memperhatikan komplikasinya. Konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan saran terbaik. Anda juga bisa memilih rumah sakit yang berkualitas untuk keselamatan Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Penyebab Bibir Hitam untuk Anda yang Tidak Merokok

Bibir hitam dan gelap bisa mengurangi penampilan Anda. Tahukah Anda ternyata tidak hanya merokok saja yang bisa jadi penyebab bibir hitam? Lalu apa saja?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Kecantikan 12 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit

7 Bahan Dalam Krim Anti-Aging yang Perlu Anda Tahu

Produk krim wajah yang populer saat ini adalah jenis anti-aging. Tapi apa saja bahan krim anti-aging yang bisa mencegah penuaan pada kulit Anda?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Kecantikan 21 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

Menilik Skin Fasting, Tren ‘Puasa’ Skincare agar Kulit Lebih Cantik

Skin fasting adalah metode alami untuk menjaga kesehatan kulit dengan tidak memakai skincare selama jangka waktu tertentu. Bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Kecantikan 28 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Kulit Kering Bikin Gatal? Begini Cara Mengatasinya

Kulit kering ternyata bisa menimbulkan rasa gatal dan iritasi. Begini cara mengatasi gatal karena kulit kering, serta mencegah kulit jadi semakin kering.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dermatologi, Health Centers 1 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

terapi urine minum air kencing

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit
merawat kulit orang diabetes

Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit
penyebab mengatasi kulit mengelupas

5 Cara Merawat Kulit yang Mengelupas

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 11 September 2020 . Waktu baca 5 menit
cara kerja sunblock

Bagaimana Cara Kerja Sunblock dalam Melindungi Kulit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 September 2020 . Waktu baca 4 menit