Aturan Aman Mengombinasikan Asam untuk Perawatan Kulit Anda

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Saat ini, menggunakan beberapa lapis produk-produk perawatan kulit sedang tren. Semua berlomba-lomba untuk mengombinasikan produk perawatan kulit mereka mulai dari serum, essence, losion, face oil, hingga pelembab yang mengandung asam AHA, BHA, Retinol, vitamin C, dan lainnya. Tak terkecuali kombinasi asam untuk perawatan kulit.

Padahal, Anda tidak boleh asal mengombinasikan berbagai produk perawatan kulit. Apalagi untuk kulit wajah yang lebih sensitif daripada kulit di bagian tubuh lainnya.

Kenapa, sih, kombinasi produk harus diperhatikan? Hal ini penting karena berkaitan dengan kandungan atau zat aktif yang menjadi bahan utama produk tersebut. Kombinasi dari dua bahan yang tidak tepat dapat membuat kulit menjadi iritasi atau malah membuat keduanya menjadi tidak bermanfaat sebab sifat bahan aktif tersebut dapat menghambat satu sama lainnya. 

Jadi kombinasi seperti apa yang dianjurkan dan yang harus dihindari? Berikut penjelasan oleh dr. Joshua Zeichner, spesialis kulit dari Mount Sinai Hospital di Amerika Serikat dan dr. Michele Faber, spesialis kulit sekaligus peneliti dari Schweiger Dermatology Group di Amerika Serikat.

Jenis asam untuk perawatan kulit yang boleh dikombinasikan

berhenti pakai makeup

1. AHA (Alpha Hydroxy Acids) + BHA (Beta Hydroxy Acids)

AHA dan BHA memiliki sifat sebagai pengangkat sel kulit mati. Penggunaan AHA yang dikombinasikan dengan BHA dapat meningkatkan efektivitas keduanya sebab kandungan dan cara kerja keduanya berbeda. Secara umum, AHA lebih ditargetkan untuk kulit kering karena sifatnya yang larut dalam air. Sedangkan BHA ditujukan untuk kulit berminyak sebab komponen BHA larut dalam minyak sehingga meresap lebih dalam dan efektif untuk mengatasi masalah seperti komedo dan jerawat.

AHA (contohnya: glycolic acid) dapat membantu untuk mencerahkan kulit wajah, sedangkan BHA (contohnya: salicylic acid) dapat mengurangi produksi minyak pada wajah.

Namun, penggunaan AHA dan BHA juga harus memperhatikan hal seperti fungsi keduanya yang efektif pada pH tertentu. Kulit wajah kita secara umum berada pada kondisi pH asam yaitu 4,2 sampai 5,6. Kondisi asam ini membantu mengurangi bakteri jahat pada wajah yang berkembang pada kondisi basa, yaitu pada pH 10,5 sampai 11.

BHA efektif apabila diformulasikan pada pH 3,5 dan AHA akan efektif apabila diformulasikan pada pH kurang dari 4. Oleh sebab itu, pada saat layering AHA dan BHA, gunakan BHA terlebih dahulu karena sifatnya yang lebih asam dan oil-soluble, baru lanjutkan dengan AHA yang lebih basa dan water-soluble.

2. AHA/ BHA + vitamin C topikal

Sama seperti AHA dan BHA, vitamin C pun harus diformulasikan pada kadar pH tertentu agar efektif. Selain itu, vitamin C juga harus dikemas dengan baik karena sifatnya yang sangat mudah teroksidasi dan rusak.

Keampuhan vitamin C berada pada kadar pH kurang dari 3,5 sehingga untuk mengkombinasikannya dengan AHA/ BHA, Anda sebaiknya menggunakan dari pH yang paling rendah dahulu yakni vitamin C kemudian dilanjutkan dengan BHA dan yang terakhir AHA.

Namun, hati-hati dalam menggunakan AHA/ BHA serta vitamin C secara bersamaan, sebab dapat menyebabkan iritasi pada kulit yang sensitif.

3. Hyaluronic acid + AHA/ BHA

Hyaluronic acid alias asam hialuronat merupakan salah satu bahan aktif yang mulai banyak beredar di pasaran karena fungsinya untuk melembapkan kulit dan mempertahankan kadar air dalam kulit.

AHA dan BHA merupakan jenis asam yang cukup kuat sehingga pada orang-orang yang memiliki kulit wajah sensitif, penggunaan keduanya dapat menyebabkan iritasi pada kulit wajah. Kombinasi hyaluronic acids dengan AHA/ BHA membantu untuk mengurangi iritasi yang dapat disebabkan oleh AHA/ BHA dan juga berperan untuk menjaga kelembapan kulit.

Kombinasi asam untuk perawatan kulit ini terbilang aman sehingga bisa digunakan bersamaan.

4. Hyaluronic acids + retinol

Retinol adalah salah satu bahan perawatan kulit yang cukup efektif untuk mengurangi tanda-tanda penuaan (misalnya garis-garis halus di wajah) serta hiperpigmentasi pada kulit. Namun, retinol sering kali membuat kulit menjadi kering dan iritasi sehingga cocok apabila dikombinasikan dengan hyaluronic acids.

Sebab, selain meningkatkan hidrasi kulit, komponen hyaluronic acid juga memiliki sifat anti-aging sehingga dapat meningkatkan efektivitas retinol.

Jangan dipakai bersamaan!

kulit kombinasi

1. Hydroxy acids (AHA/ BHA) dan retinol

Hindari kombinasi AHA/ BHA dengan retinol sebab sifat ketiganya yang cukup kuat. Penggunaan AHA/ BHA yang dikombinasikan dengan retinol pada saat bersamaan dapat menyebabkan iritasi pada kulit wajah.

Apabila Anda ingin menggunakan AHA/ BHA dan juga retinol, gunakanlah secara bergantian. Malam pertama gunakan AHA/ BHA, malam kedua pakai retinol, dan seterusnya.

Untuk retinol, mulailah dengan menggunakannya 2-3 hari sekali, apabila muka Anda sudah terbiasa dengan retinol, barulah Anda naikkan menjadi setiap malam. Jangan lupa untuk mencoba dari konsentrasi retinol yang paling rendah terlebih dahulu dan selalu gunakan sunscreen apabila Anda menggunakan retinol ataupun AHA/BHA.

2. Mencampur pengobatan jerawat dan retinol

Benzoyl peroxide dan salicylic acid (asam salisilat) merupakan dua jenis produk untuk mengatasi jerawat yang paling sering Anda temukan pada produk-produk yang dijual bebas di pasaran. Namun, kedua jenis asam untuk perawatan kulit ini tidak disarankan untuk digunakan bersamaan sebab kulit akan menjadi sangat kering dan menjadi iritasi.

Namun, ada produk-produk perawatan kulit yang digunakan oleh dokter-dokter spesialis kulit yang mengombinasikan keduanya untuk terapi jerawat. Oleh sebab itu, sebelum mencampur keduanya, sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter kulit.

Begitu pula dengan kombinasi benzoyl peroxide dan retinol. Walaupun ada produk di pasaran untuk jerawat, kombinasi keduanya dapat menyebabkan kulit menjadi iritasi. Maka sebaiknya sebelum Anda memulai kombinasi benzoyl peroxide dan retinol atau kombinasi asam untuk perawatan kulit apa pun, konsultasikan dulu ke dokter.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca