4 Golongan yang Tidak Boleh Menjalani Laser Hair Removal

Oleh

Perawatan laser telah menjadi solusi yang populer untuk tujuan penghilang bulu di tubuh. Laser populer karena efektivitasnya serta prosedur yang bebas sakit. Walau umumnya semua orang dapat melakukan laser hair removal, beberapa orang berikut ini bukan kandidat yang tepat untuk penghilangan bulu dengan metode laser.

1. Orang dengan kulit dan rambut berwarna terang

Kondisi rambut dan kulit Anda dapat menentukan hasil dari laser hair removal. Walau terdapat banyak mesin yang dapat melakukan hair removal, beberapa lebih cocok pada jenis kulit tertentu. Sebagai contoh, apabila Anda memiliki kulit yang gelap, Anda disarankan untuk menggunakan Nd-YAG laser karena menghasilkan kerusakan yang lebih sedikit pada kulit.

2. Jenis kulit yang rentan terhadap pigmentasi

Efek samping yang paling umum meliputi iritasi kulit, diskolorasi, dan perubahan pigmen. Jika kulit Anda mudah terpigmentasi, Anda mungkin tidak disarankan untuk melakukan laser hair removal. Untuk mencegahnya, tanyakan kepada dokter mengenai risiko dan komplikasi perawatan sebelum memutuskan untuk melakukan laser hair removal. Dokter Anda dapat menyarankan tes untuk melihat bagaimana reaksi kulit terhadap perawatan.

3. Orang dengan kondisi kulit

Perawatan laser umumnya tidak direkomendasikan untuk orang dengan penyakit atau infeksi kulit. Beberapa obat-obatan yang Anda gunakan untuk kondisi kulit, seperti isotretinoin, dapat membuat Anda fotosensitif. Anda harus menginformasikan dokter sebelum perawatan untuk memastikan Anda dapat melakukan laser hair removal.

4. Orang yang hamil

Walau sedikit informasi mengenai efek laser atau zat kimia yang diaplikasikan ke kulit terhadap janin, umumnya disarankan untuk menghindari laser hair removal jika Anda sedang hamil. Faktanya, perawatan laser tidak direkomendasikan untuk wanita hamil. Banyak wanita yang memiliki masalah pertumbuhan rambut selama kehamilan akibat peningkatan hormon, membuat rambut bertumbuh dari puting atau perut. Biasanya rambut tersebut akan rontok setelah kehamilan.

Area tubuh yang tidak boleh dilaser

Tergantung pada ketebalan rambut, jumlah area perawatan, serta kondisi kulit dan rambut, intensitas laser akan berbeda-beda. Jika Anda ingin melakukan hair removal pada wajah atau alis, para dermatolog akan menyarankan untuk tetap pada metode waxing atau tweezing (pencabutan). Cahaya laser dapat berbahaya jika terkena mata, menyebabkan flash blindness, dazzle, titik gelap atau pandangan kabur. Selain itu, dibutuhkan beberapa waktu untuk menyelesaikan sesi laser hair removal. Anda harus merencanakan jadwal sebelumnya untuk memberi waktu istirahat setelah perawatan.

Laser hair removal dapat memberikan kulit yang halus tanpa bulu selama beberapa waktu. Hal yang perlu Anda perhatikan adalah mempertimbangkan apakah Anda merupakan kandidat yang tepat atau tidak untuk laser hair removal. Jika Anda masih tidak yakin, konsultasikan dengan dokter untuk saran yang tepat.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca