Cara Mengatasi Nyeri Otot Setelah Lari

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17/06/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Nyeri otot hampir bisa dipastikan hadir pada kebanyakan orang setelah lari. Rasa sakit tersebut bisa menjadi hal yang baik karena itu berarti otot Anda bekerja dengan baik. Kecuali jika nyerinya parah. Bagaimana cara membedakan nyeri otot setelah lari yang baik dan buruk? Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi nyeri otot setelah lari?

Nyeri otot setelah lari: mana yang baik dan mana yang bahaya?

Kita semua tahu bagaimana cara kerja otot saat berolahraga. Peregangan dan kontraksi adalah dua fungsi otot yang umum, tetapi apapun yang tidak digunakan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun dapat dipastikan telah kaku — dan ini juga berlaku bagi otot. Setelah lari, biasanya di kali pertama, Anda akan mengalami suatu kondisi yang disebut pegal otot yang tertunda, disebut juga Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS).

Dua puluh empat sampai 48 jam setelah lari, rasa nyeri akan menjalar perlahan ke otot kaki, dan akhirnya membuat Anda sulit untuk bangun di pagi hari. Ini terjadi sebagai akibat dari otot yang dilatih lebih keras dari biasanya. Misalnya, Anda terbiasa jalan sekitar 500 m ke kantor, tetapi Anda mulai lari sepanjang lebih dari 3 km. Pastinya, keesokan harinya Anda akan bangun disertai dengan rasa ketidaknyamanan berat pada otot yang tertekan.

Untungnya, ini merupakan tanda umum bahwa berarti otot Anda bekerja dengan baik. Rasa nyeri hanya menunjukkan bahwa otot Anda beradaptasi terhadap siklus latihan fisik Anda untuk menjadi lebih kuat dan bekerja dengan lebih baik di lain waktu.

Namun, jika rasa nyeri tersebut membuat Anda sangat kesulitan berjalan atau melakukan tugas sehari-hari, maka kemungkinan Anda telah berolahraga secara berlebihan dan diperlukan tahap pendinginan untuk pemulihan.

Bagaimana cara mengatasi nyeri otot setelah lari?

Meskipun nyeri otot setelah lari adalah hal yang wajar, ada cara-cara untuk meminimalisir gangguan ini.

1. Santai saja

Penting bagi Anda untuk belajar bahwa pendekatan yang santai terhadap latihan otot selalu lebih baik daripada pendekatan yang terburu-buru. Ini termasuk memberikan kesempatan bagi tubuh Anda untuk beradaptasi dengan melakukan beberapa latihan ringan. Metode lain yang sering diremehkan adalah peregangan otot.

Peregangan selalu menjadi bagian mendasar dari olahraga, tetapi orang cendrung meremehkannya. Lari yang diikuti dengan peregangan biasanya bisa sangat membantu mengurangi nyeri otot dalam lari jangka panjang. Tahap ini membantu meringankan nyeri otot setelah lari dengan cepat di lapangan.

2. Cobalah repeated bout effect

Anehnya, yang berkebalikan dari santai mungkin bisa membantu. Repeated bout effect bekerja dengan dasar bahwa otot, jika dirusak secara intensif, akan sembuh lebih cepat dan mencegah kerusakan lebih lanjut yang disebabkan oleh latihan fisik yang sama. DOMS bisa diterapkan juga, tetapi hanya untuk waktu singkat. Anda bisa melakukannya dengan memaksimalkan tekanan pada area otot dalam beberapa sesi pertama latihan. Misalnya, cobalah menambahkan sprint singkat dalam sesi lari sehari-hari Anda, dan Anda akan menjadi kebal. Setelah beberapa lama, Anda akan lari dengan lebih baik tanpa rasa sakit.

Jika nyeri otot Anda parah, mungkin Anda harus menghubungi dokter, atau mungkin ini hanyalah tanda bahwa Anda membutuhkan istirahat. Bagaimanapun, selalu waspadalah terhadap rasa sakit seperti apa yang tidak lazim, apa yang normal, dan pertimbangkan apa yang terbaik bagi tubuh Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Mimpi buruk bisa datang kapan saja di setiap malam Anda. Ini bisa sangat mengganggu Anda jika sering terjadi. Temukan cara mengatasi mimpi buruk di sini.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 02/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Olahraga di Luar Rumah Saat Pandemi? Perhatikan Hal-hal Ini

Olahraga yang dilakukan di luar rumah bisa bermanfaat bagi kebugaran dan kesehatan mental. Tapi apakah aman olahraga di luar rumah saat pandemi COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 30/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Banyak mitos membuat infeksi cacing menjadi hal sepele. Cek fakta seputar cacingan yang berbahaya jika dibiarkan, seperti menghambat pertumbuhan anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Camilan yang gurih memang menggoda. Namun, sebaiknya mulai ganti camilan Anda dengan kacang almond, terutama untuk penderita hipertensi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hipertensi, Health Centers 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
anak disunat

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit
gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit