Main Basket Dapat Menambah Tinggi Badan, Apa Benar?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Seringnya, banyak orang bilang bahwa olahraga, seperti basket, dapat membantu Anda dalam menambah tinggi badan. Tak heran, banyak orangtua yang menyarankan anaknya, terutama anak laki-laki biasanya, untuk bermain basket. Adanya gerakan loncat saat Anda main basket mungkin menjadi alasan mengapa basket dapat menambah tinggi badan. Tapi, apakah ini benar?

Apa hubungannya main basket dengan menambah tinggi badan?

Banyak orang mengira bahwa main basket dapat menambah tinggi badan atau membuat lebih tinggi. Namun, tampaknya hal ini masih diragukan. Beberapa peneliti berpendapat bahwa melompat saat main basket dapat membuat tubuh melepaskan hormon pertumbuhan, dan hormon inilah yang memicu pertumbuhan tinggi badan. Melompat juga dapat meningkatkan aliran darah ke bagian tubuh yang bekerja saat melompat, seperti kaki dan tulang belakang, sehingga juga dapat membantu menambah tinggi badan. Hal ini mungkin benar, tapi bukan berarti main basket dapat langsung membuat tinggi badan Anda bertambah dan Anda lebih tinggi.

Basket dan tinggi badan tidak mempunyai hubungan langsung. Orang yang rajin main basket bisa saja tidak lebih tinggi daripada orang yang tidak main basket. Hal ini bisa terjadi karena memang tinggi badan seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor, tidak hanya dari main basket.

Namun begitu, Anda disarankan untuk melakukan olahraga (tidak hanya basket) sebagai upaya untuk membantu pertumbuhan tubuh, termasuk pertumbuhan tinggi badan. Kombinasi antara gen, nutrisi, dan hormon pertumbuhan yang baik dapat menghasilkan pertumbuhan tinggi badan yang optimal.

Apa saja yang memengaruhi tinggi badan?

Banyak faktor yang memengaruhi tinggi badan, mulai dari faktor yang tidak bisa Anda ubah sampai pada faktor yang bisa Anda perbaiki. Beberapa faktor yang dapat memengaruhi tinggi badan Anda adalah:

Genetik

Ini merupakan salah satu faktor utama yang dapat memengaruhi tinggi badan Anda. Genetik bisa Anda dapatkan dari kedua orangtua Anda, dari ayah dan ibu. Jika kedua orangtua Anda mempunyai badan yang tinggi, Anda mempunyai kesempatan lebih besar untuk bisa tinggi.

Hormon

Hormon dalam tubuh tentu dapat memengaruhi pertumbuhan tinggi badan yang Anda punya. Pertumbuhan tulang sangat erat kaitannya dengan hormon, terutama hormon pertumbuhan. Hormon pertumbuhan dapat dilepaskan oleh tubuh saat Anda melakukan aktivitas, seperti berolahraga, dan saat Anda tidur.

Nutrisi

Nutrisi yang Anda dapatkan dari kecil, bahkan sejak Anda berada dalam kandungan turut memengaruhi pertumbuhan tinggi badan Anda. Nutrisi yang kurang terpenuhi dapat menyebabkan pertumbuhan tulang Anda terhambat. Sebaliknya, nutrisi yang cukup sejak kecil dapat mendukung pertumbuhan tulang Anda, sehingga Anda bisa mencapai tinggi badan optimal. Beberapa nutrisi yang memengaruhi pertumbuhan tulang adalah kalsium, fosfor, seng, magnesium, dan kromium.

Olahraga

Upayakan untuk selalu berolahraga (apapun itu olahraganya) saat remaja, sebelum pertumbuhan tinggi badan Anda berhenti. Remaja merupakan kesempatan terakhir Anda untuk memperbaiki tinggi badan yang Anda punya. Karena, setelah remaja, pertumbuhan tulang untuk tumbuh memanjang akan berhenti. Olahraga yang bisa Anda lakukan selain basket adalah berenang, voli, yoga, dan lainnya.

Tidur

Tahukah Anda bahwa hormon pertumbuhan yang mendukung pertambahan tinggi badan banyak dilepaskan pada saat Anda tidur nyenyak? Tak heran, anak kecil membutuhkan tidur lebih banyak dibandingkan dengan orang dewasa. Karena, saat tidur, tubuh anak banyak melakukan pertumbuhan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Penyebab yang Mungkin Membuat Anda Mengalami Kram Otot

Semua orang mungkin pernah mengalami kram otot. Memahami penyebab kram otot dapat membantu Anda menghindarinya. Apa saja penyebab kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Myalgia (Nyeri Otot) 19 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Peran Penting Nutrisi dalam Pertumbuhan Tinggi Badan Anak

Nutrisi memiliki peran penting membantu pertumbuhan tinggi badan anak. Simak selengkapnya dan cari tahu standar tinggi badan anak Indonesia di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
asupan nutrisi yang baik membantu pertumbuhan tinggi badan anak
Parenting, Nutrisi Anak 1 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Cepat lelah dan kehabisan napas bisa jadi tanda kebugaran jantung dan paru-paru Anda kurang baik. Tapi bagaimana cara mengukurnya? Simak di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Kebugaran, Hidup Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Bagaimana Cara Mendorong Anak Menjadi Atlet?

Olahraga sangat bermanfaat dalam mendukung tumbuh kembang anak. Namun, memotivasi dan mendorong anak menjadi atlet adalah lain hal. Bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rina Nurjanah
Kebugaran, Hidup Sehat 9 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tinggi badan anak balita

Ibu, Ini Tinggi Badan Anak Balita Usia 1-5 Tahun yang Ideal

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 18 November 2020 . Waktu baca 5 menit
berat dan tinggi badan ideal anak 6-9 tahun

Berat dan Tinggi Badan Ideal Anak Usia 6-9 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 November 2020 . Waktu baca 7 menit
penilaian cara menghitung status gizi anak

Penilaian Status Gizi Anak, Cara Mengukur Hingga Membaca Hasilnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 November 2020 . Waktu baca 15 menit
kejang otot

Kenali Kejang Otot, Mulai dari Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit