5 Tips Diet Saat Puasa yang Aman Bagi Tubuh

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/03/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Jika Anda adalah satu orang yang ingin melakukan diet saat puasa, sangat penting bagi Anda untuk memperhatikan asupan makanan selama berpuasa. Puasa memang seharusnya tidak menjadi halangan untuk tetep menjalani kebiasaan hidup sehat. Saat puasa tubuh lebih banyak membutuhkan asupan makanan yang kaya nutrisi agar bisa memenuhi kebutuhan energi untuk beraktifitas sehari-hari.

Bagaimana cara diet saat puasa yang aman bagi tubuh?

Pada dasarnya, cara diet saat puasa sama dengan cara diet yang Anda lakukan dalam keseharian di luar bulan ramadan. Anda tetap harus melakukan diet seimbang dengan proposi asupan karbohidrat, lemak dan protein yang tepat saat sahur dan berbuka. Jika hal tersebut tidak diperhatikan dan dilakukan, maka makanan yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka malah justru bisa menyebabkan kenaikan berat badan.

Selain itu, menjalani diet saat puasa juga harus disiplin. Pasalnya, jika tidak dilakukan secara disiplin kesempatan Anda untuk menurunkan berat badan dan menjadi lebih sehat akan terbuang sia-sia.  

Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk menjalani diet saat puasa yang aman bagi tubuh sehingga tidak mengganggu aktifitas Anda selama berpuasa:

1. Memperhatikan asupan nutrisi

Pastikan jika makanan berbuka dan sahur Anda sudah lengkap nutrisinya dan memiliki semua kelompok makanan. Misalnya:

  • Penuhi karbohidrat Anda dari gandum utuh (whole wheat), kentang, nasi merah, dan oat.
  • Konsumsi makanan yang tinggi protein dari telur, keju, kacang almond, edamame, quinoa, dan lain sebagainya.
  • Serat dari sayuran dan buah seperti brokoli, wortel, bayam, apel, pisang, alpukat dan pepaya.  
  • Lemak sehat yang berasal dari ikan-ikanan, daging sapi tanpa lemak, dada ayam, minyak zaitun, minyak bunga matahari, dan lain sebagainya.

2. Hindari produk olahan

Bisanya makanan yang enak dan bikin ketagihan itu adalah makanan yang banyak mengandung MSG, pemanis buatan, sodium dan lemak. Hal inilah yang membuat Anda mudah lapar karena sulit mengontrol keinginan untuk makan-makanan tersebut.

Itu sebabnya sangat penting bagi Anda menghindari produk makanan olahan dan junk food. Kurangi, bahkan jika memungkinkan hindari gorengan atau makanan yang tinggi lemak trans dan lemak jenuh. Pilihlah menu berbuka dan sahur yang diolah sendiri sehingga terjamin asupan nutrisinya. Anda bisa menggunakan metode memasak dengan cara ditumis, rebus, kukus, dan panggang agar makanan yang Anda konsumsi terjaga kandungan nutrisinya.

3. Makanlah secara perlahan

Banyak orang mengaku kalap saat menyantap hidangan berbuka. Makan banyak dalam waktu dekat atau sekaligus akan menyebabkan perut sakit dan kembung. Akhirnya tubuh pun merasa tidak nyaman karena kekenyangan.

Mulailah buka puasa dengan kurma, lalu air putih, diikuti sup hangat dan semangkuk kecil salad sayuran atau buah. Setelah itu baru lanjutkan dengan menyantap hidangan utama.

Jika Anda sudah merasa kenyang setelah makan salad, bisa mengonsumsi makanan utama setelah 2-3 jam setelahnya. Makan sup hangat akan membuat perut terasa nyaman, selain itu mengonsumsi sup juga bisa mengembalikan cairan tubuh dan membantu mempersiapkan sistem pencernaan untuk menerima makanan yang lebih berat. Makanan berkuah yang disarankan adalah sayur bayam, sup jagung, sup ayam, ataupun sup sayuran campur.

4. Kurangi makanan tinggi gula

Biasanya saat berbuka banyak orang yang mengonsumsi makanan dan minuman manis. Namun tahukah Anda jika langsung banyak makan dan minum manis malah justru akan membuat perut kembung dan mengakibatkan proses pencernaan terhambat. Makanan tinggi gula juga membuat kadar gula dalam darah tidak stabil sehingga Anda akan ingin makan manis.

Anda bisa makan kurma saat berbuka puasa, selain sebagai sunnah berbuka nyatanya kurma merupakan sumber gula yang baik dan kaya nutrisi seperti tinggi serat, magnesium dan potassium yang bisa memperlancarkan pergerakan sistem pencernaan Anda. Jika sangat ingin menyantap kolak, es campur atau es timun suri, tunggulah 2-3 jam setelah buka puasa atau pasca Anda salat tarawih.

5. Mengontrol asupan cairan dalam tubuh

Saat puasa, secara perlahan tubuh rentan mengalami dehidrasi. Itu sebabnya saat berbuka dan sahur pastikan jika Anda mengonsumsi makanan yang banyak mengandung air agar membantu tubuh dalam memenuhi asupan cairannya. 

Selain itu, hindari makanan yang banyak mengandung garam. Makanan yang termasuk tinggi garam biasanya terdapat pada makanan olahan pabrik seperti dalam kemasan kalengan ataupun makanan beku. Makanan yang kadar garamnya tinggi akan membuat Anda lebih mudah haus ketika berpuasa. Anda juga harus menghindari makanan yang terlalu pedas karena bisa membuat terus terasa tidak banyak asupan cairannya. Anda bisa mengonsumsi air kelapa, semangka, ketimun, selada, jeruk, dan lainnya yang mengandung banyak air.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Penyebab mulut terasa pahit saat puasa biasanya tidak berbahaya. Bisa jadi, mulut terasa pahit karena Anda lalai melakukan hal yang satu ini! Apa ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 19/05/2020 . Waktu baca 3 menit

Bolehkah Melakukan Suntik KB Saat Puasa?

Jika jadwal suntik KB Anda bertepatan pada bulan puasa, mungkin Anda bertanya-tanya, apakah aman menjalani suntik KB saat puasa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hari Raya, Ramadan 19/05/2020 . Waktu baca 3 menit

7 Tips Sehat Menjalani Puasa Saat Radang Tenggorokan

Saat puasa, daya tahan tubuh bisa turun. Anda pun jadi rentan kena radang tenggorokan. Nah, ini dia caranya agar tetap lancar puasa saat radang tenggorokan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hari Raya, Ramadan 19/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Amankah Jika Penderita Penyakit Jantung Ikut Berpuasa?

Untuk menjalankan perintah agama, Anda tentu ingin ikut puasa. Akan tetapi, apakah orang dengan penyakit jantung boleh puasa? Simak jawabannya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hari Raya, Ramadan 18/05/2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
persiapan puasa untuk lansia

3 Hal yang Harus Diperhatikan Lansia Saat Sahur dan Berbuka Puasa

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020 . Waktu baca 6 menit
panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020 . Waktu baca 14 menit

Makan Makanan Sehat Dapat Membantu Menjaga Fungsi Pendengaran, Lho!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25/05/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
tips puasa sehat

4 Tips Agar Tetap Bugar saat Puasa Selama di Rumah Saja

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020 . Waktu baca 4 menit