Wajib Tahu! Ini Perbedaan Disinfektan dan Hand Sanitizer

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Pembasmi kuman dan virus seperti disinfektan dan hand sanitizer merupakan benda yang wajib dimiliki saat pandemi COVID-19. Meskipun sering dianggap sama, terdapat beberapa perbedaan disinfektan dan hand sanitizer yang harus Anda ketahui.

Secara umum, keduanya bersifat antimikrobial dan berfungsi untuk membersihkan permukaan dengan membasmi kuman dan virus, seperti virus corona.

Namun, diketahui juga bahwa salah satu dari keduanya lebih ampuh membunuh kuman dan virus yang menempel pada permukaan. Mari simak apa saja perbedaannya di bawah ini.

Cara pemakaian

cara membuat hand sanitizer

Disinfektan biasa digunakan untuk membasmi kuman dan virus yang menempel pada permukaan benda apapun yang sering disentuh. Misalnya permukaan meja, gagang pintu, toilet, saklar lampu, remot, dan mainan anak.

Pemakaiannya pun cukup mudah, hanya perlu disemprotkan pada permukaan yang ingin dibersihkan, lalu dilap dengan kain agar lebih efektif membunuh kuman dan virus di permukaan.

Sementara hand sanitizer diciptakan untuk mengurangi jumlah kuman dan virus yang menempel di tangan, terutama setelah Anda menyentuh permukaan yang rentan menjadi tempat penularan virus corona di masa pandemi.

Cara pakainya pun sangat praktis, hanya dengan menyimpan botol kecil hand sanitizer dalam tas ke mana pun Anda pergi, dan gunakan saat diperlukan ke kedua tangan.

Waktu penggunaan

cara membuat disinfektan sederhana

Umumnya, disinfektan hanya dapat digunakan sehari sekali. Pastikan Anda membaca petunjuk pemakaian sebelum mengaplikasikan disinfektan ke permukaan yang dituju.

Sementara itu, hand sanitizer bisa digunakan setiap saat dan dapat bekerja lebih efektif membunuh virus dan kuman bila Anda mengusapkannya ke seluruh bagian tangan, termasuk jari dan punggung tangan.

Berikut adalah waktu yang direkomendasikan untuk menggunakan hand sanitizer:

  • Bila sabun dan air tidak tersedia, gunakan hand sanitizer yang mengandung minimal 60% alkohol
  • Sebelum dan setelah mengunjungi teman di rumah sakit
  • Sebelum dan setelah mengelap hidung, batuk, atau bersin
  • Sebelum dan sesudah makan

Hand sanitizer tidak disarankan untuk digunakan bila tangan benar-benar kotor dan berminyak. Lebih baik segera cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik apabila tangan benar-benar kotor dan berminyak.

Beda kandungan

manfaat disinfektan

Perbedaan disinfektan dan hand sanitizer yang paling menonjol adalah bahan-bahan yang terkandung di dalamnya. Secara umum, keduanya mengandung alkohol. Namun, dengan kadar yang berbeda-beda.

Disinfektan dapat mengandung kadar alkohol mulai dari 60 hingga 95 persen, menjadikannya sebagai pembasmi kuman virus yang lebih efektif dibanding pembersih lainnya seperti hand sanitizer.

Sebagai contoh, Anda bisa menggunakan disinfektan dengan kandungan Ethyl Alcohol 72% yang dikombinasikan dengan Eucalyptus Oil 4% sebagai antiseptik yang ampuh membasmi 99,9 persen kuman dan virus di permukaan.

Tambahan kandungan Eucalyptus Oil juga dapat menghilangkan bau, mengharumkan dan menyegarkan ruangan, serta cepat kering sehingga tidak perlu dilap.

Sementara, hand sanitizer yang disarankan untuk digunakan harus mengandung kurang lebih 60% alkohol, agar bekerja dengan baik mengurangi kuman dan virus yang menempel pada tangan.

Berdasarkan rekomendasi dari Caswell Medical, di masa pandemi ini penggunaan disinfektan lebih direkomendasikan karena lebih efektif membunuh kuman dan virus.

Itulah beberapa perbedaan disinfektan dan hand sanitizer yang perlu Anda ketahui. Pastikan untuk selalu membersihkan dan desinfeksi seluruh permukaan yang sering Anda sentuh setiap harinya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perkembangan Uji Klinis Vaksin Sinovac di Indonesia

Vaksin Sinovac buatan China sedang diuji coba secara klinis pada ribuan orang di Bandung, Indonesia. Bagaimana perkembangannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 11 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Parosmia, Gejala Long COVID-19 Bikin Pasien Mencium Bau Tak Sedap

Pasien COVID-19 melaporkan gejala baru yang disebut parosmia, yakni mencium bau amis ikan dan beberapa bau tidak sedap lain yang tidak sesuai kenyataan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 11 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Semua tentang Vaksin COVID-19: Keamanan, Efek Samping, dan Lainnya

Berikut beberapa informasi umum seputar vaksin COVID-19, keamanan, efek samping, dan pelaksanaan imunisasinya di Indonesia.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 29 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

Vaksin COVID-19 Tidak Mencegah Penularan, Masyarakat Masih Harus Menerapkan 3M

Para ahli mengingatkan, berjalannya vaksinasi COVID-19 tidak serta merta mencegah penularan dan membuat bisa kembali hidup normal seperti sebelum pandemi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 29 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

vitamin pasien covid-19

Rekomendasi Vitamin untuk Pasien Covid-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
donor plasma konvalesen

Bagaimana Cara Donor Plasma Konvalesen Pasien COVID-19 Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
psikotik covid-19

Infeksi COVID-19 Bisa Menyebabkan Gejala Psikotik Seperti Delusi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
jamu covid-19

Potensi Jamu dan Obat Tradisional dalam Penanganan COVID-19

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit