backup og meta

Agar Tak Jadi Sarang Kuman, Pahami Cara Mencuci Handuk yang Tepat

Agar Tak Jadi Sarang Kuman, Pahami Cara Mencuci Handuk yang Tepat

Tahukah Anda handuk mandi bisa jadi sumber bakteri? Handuk dipakai berkali-kali untuk mengeringkan bagian tubuh yang basah dan hal ini membuat handuk jadi lembap. Tentu saja, area lembap dan basah jadi tempat favorit dari kuman dan bakteri. Nah, sebenarnya seberapa sering harusnya mencuci handuk dan bagaimana cara mencuci handuk yang benar?

Kenapa harus rajin mencuci handuk?

Saat Anda mandi, kuman serta bakteri tak sepenuhnya hilang dari tubuh. Oleh karena itu, sangat mungkin bagi bakteri untuk menempel, menetap, dan bersarang di handuk.

Bahkan, bakteri di handuk akan terus bertambah hari demi hari setiap kali Anda menggunakannya.

Hal ini tentu saja karena bakteri menyukai lingkungan yang lembap seperti handuk.

Nah, coba sekarang ingat-ingat, apakah handuk yang suda dipakai biasanya Anda taruh kembali di kamar mandi atau dijemur di luar ruangan supaya kering?

Jika Anda menaruhnya di kamar mandi, jangan heran jika bakteri tumbuh dengan subur.

Pasalnya, kamar mandi merupakan ruangan tertutup yang gelap serta lembap sekaligus menjadi tempat terbaik bagi bakteri untuk berkembang biak.

Bila tak rajin dicuci, penyakit infeksi sangat mungkin menyerang Anda, apalagi jika Anda sedang memiliki luka terbuka di tubuh.

Kesempatan bakteri yang ada di handuk sampai pindah ke kulit dan masuk ke dalam luka untuk menginfeksi sangat besar.

Tak hanya itu, berbagai penyakit lain yang mengancam jika handuk dibiarkan kotor adalah:

  • kutu air,
  • kutil,
  • infeksi jamur, dan
  • infeksi bakteri Staphylococcus.

Cara mencuci handuk yang baik dan benar

Setelah tahu pentingnya menjaga kebersihan handuk, kini saatnya Anda mempelajari bagaimana cara mencuci handuk dengan benar.

1. Pisahkan handuk dari pakaian lain

Handuk memiliki serat-serat benang yang jauh lebih mudah rontok bila dibandingkan dengan bahan pakaian lainnya.

Jika dicuci bersamaan dengan pakaian lain, serat-serat benang tersebut bisa terlepas dan menempel di pakaian.

Selain itu, jumlah bakteri dan kuman yang ada di dalam handuk mungkin dapat berpindah ke pakaian.

Jadi, sebaiknya cuci pakaian dan handuk secara terpisah.

2. Gunakan air panas untuk mencuci handuk

Cara mencuci handuk selanjutnya adalah menggunakan air panas. Air dengan suhu yang tinggi lebih efektif membunuh kuman yang menempel di handuk.

Namun, ada baiknya Anda juga membaca instruksi mencuci yang tertera di label handuk.

Pasalnya, beberapa jenis handuk mungkin tidak disarankan untuk direndam di air panas.

3. Jemur di bawah sinar matahari langsung

Setelah selesai mencuci, keringkan handuk dengan cara dijemur langsung di bawah sinar matahari.

Gantung handuk di jemuran dan hindari menempelkan satu handuk dengan handuk atau pakaian lain.

Menjemur handuk membutuhkan waktu lebih lama hingga kering sepenuhnya. Maka itu, biasanya Anda harus membiarkan handuk lebih lama di jemuran dibanding dengan pakaian lainnya.

Pastikan handuk sudah benar-benar kering sebelum Anda menyetrika dan melipatnya untuk dimasukkan ke lemari.

4. Semprotkan disinfektan ke mesin cuci

Satu hal lagi yang harus Anda perhatikan setelah mencuci handuk adalah menyemprotkan disinfektan ke mesin cuci.

Jika Anda mencuci dengan tangan, Anda bisa menyemprotkan disinfektan ke peralatan mencuci lainnya.

Jangan lupa cuci tangan Anda hingga bersih setelah selesai mencuci, ya! Hal ini penting untuk memastikan sisa kuman dan bakteri di tangan sudah dibasmi hingga tuntas.

Harus seberapa sering mencuci handuk?

handuk mandi tularkan kuman penyakit

Memang, sangat kecil peluang Anda terkena penyakit infeksi serius akibat bakteri dari handuk.

Namun, tentu saja akan lebih baik untuk kebersihan diri jika Anda senantiasa menjaga handuk tetap bersih.

Oleh karena itu, yang perlu Anda lakukan yaitu rajin-rajin mencuci handuk.

Membersihkan seluruh peralatan pribadi, termasuk handuk, merupakan bagian dari upaya menjalankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Menurut Cleveland Clinic, Anda sebaiknya mencuci handuk atau menggantinya dengan yang baru 1 kali seminggu.

Ini artinya, 1 helai handuk hanya bisa Anda gunakan maksimal seminggu. Jika 1 minggu sudah berlalu, waktunya Anda mencuci handuk dan menggantinya dengan yang baru.

Alternatif lainnya, jika Anda sudah mulai mencium aroma tak sedap dari handuk meski belum dipakai seminggu, sebaiknya lekas ganti handuk Anda.

Meski kelihatannya bersih, kuman yang berkumpul di dalam handuk sangatlah banyak.

Anda memang tidak mungkin langsung sakit saat menggunakan handuk yang kotor, tetapi peluang terkena penyakit infeksi tetap tidak bisa dihindari.

Jangan lupa, usahakan untuk menjemur handuk hingga kering setiap habis dipakai dan setelah dicuci. Dengan begitu, pertumbuhan bakteri di dalam handuk akan berkurang.

Selain itu, ingat bahwa handuk adalah barang pribadi. Jadi, Anda tak seharusnya berbagi barang pribadi ke orang lain, ya!

[embed-health-tool-bmr]

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

How Often Should You Wash Your (Germ Magnet of a) Bath Towel? – Cleveland Clinic. (2019). Retrieved March 23, 2021, from https://health.clevelandclinic.org/how-often-should-you-wash-your-germ-magnet-of-a-bath-towel/ 

Can clothes and towels spread germs? – NHS. (2018). Retrieved March 23, 2021, from https://www.nhs.uk/common-health-questions/infections/can-clothes-and-towels-spread-germs/ 

Golodner, L., Soule, BM. (2019). How to Clean and Sanitize Your Laundry to Help Prevent the Spread of Pathogens at Home – Water Quality & Health Council. Retrieved March 23, 2021, from https://waterandhealth.org/disinfect/preventing-infection/how-to-clean-and-sanitize-laundry-to-help-prevent-the-spread-of-pathogens/ 

Do I Need to Wash This? – American Cleaning Institute. (n.d.). Retrieved March 23, 2021, from https://www.cleaninginstitute.org/cleaning-tips/clothes/laundry-basics#0 

How to Do Laundry – American Cleaning Institute. (n.d.). Retrieved March 23, 2021, from https://www.cleaninginstitute.org/cleaning-tips/clothes/laundry-basics 

Hygiene-related Diseases – CDC. (2016). Retrieved March 23, 2021, from https://www.cdc.gov/healthywater/hygiene/disease/index.html 

Cleaning Your Home – CDC. (2021). Retrieved March 23, 2021, from https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/prevent-getting-sick/disinfecting-your-home.html 

Ng, W., Faheem, A., McGeer, A., Simor, A., Gelosia, A., Willey, B., Katz, K. (2017). Community- and Healthcare-Associated Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus Strains: An Investigation Into Household Transmission, Risk Factors, and Environmental Contamination. Infection Control & Hospital Epidemiology, 38(1), 61-67. https://doi.org/10.1017/ice.2016.245

Versi Terbaru

07/07/2021

Ditulis oleh Shylma Na'imah

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

Diperbarui oleh: Karinta Ariani Setiaputri


Artikel Terkait

Seberapa Sering Sebaiknya Mengganti Celana Dalam Sehari?

4 Alasan Kenapa Cuci Tangan Adalah Kunci Penting untuk Kesehatan


Ditinjau secara medis oleh

dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Shylma Na'imah · Tanggal diperbarui 07/07/2021

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan