Bisakah Microwave Membunuh Bakteri dan Kuman Dalam Makanan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Maret 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Microwave bisa menjadi solusi bagi Anda yang tak punya banyak waktu untuk mengolah makanan. Selain menghangatkan, alat ini juga dapat digunakan untuk memanggang, melelehkan, merebus, hingga mengembalikan kerenyahan makanan hanya dalam waktu singkat. Namun, hal ini justru menimbulkan pertanyaan baru. Jika microwave dapat memanaskan makanan Anda secara instan, bisakah microwave membunuh bakteri pada makanan?

Microwave menghasilkan panas, tapi bagaimana cara kerjanya?

Microwave menggunakan gelombang mikro dari tabung elektronik untuk menghasilkan panas. Saat microwave dinyalakan, gelombang-gelombang ini akan menyebar dan dipantulkan ke berbagai sisi oleh lempengan logam di bagian dalam oven. Ketika Anda memasukkan makanan ke dalam microwave, energi dari gelombang mikro akan diserap oleh kandungan air dalam makanan dan menyebabkan getaran pada molekul-molekul air. Getaran molekul inilah yang menimbulkan panas.

Anda mungkin pernah mendengar bahwa jenis wadah tertentu tidak boleh digunakan saat memanaskan makanan dengan microwave. Hal ini bukan disebabkan karena gelombang mikro pada microwave memanaskan wadah secara langsung, melainkan karena wadah terkena panas dari makanan.

Apakah panas dari microwave dapat membunuh bakteri pada makanan?

Gelombang mikro pada microwave menghasilkan panas, dan pada dasarnya, panas dapat membunuh bakteri. Memanaskan makanan dalam microwave memang akan membunuh beberapa jenis bakteri, tapi tidak semuanya.

Ini disebabkan karena microwave hanya memanaskan makanan dari luar ke dalam dan bukan sebaliknya. Gelombang mikro bisa saja tidak mencapai bagian tengah makanan sehingga menyisakan ‘cold spot’ yang menjadi lingkungan ideal bakteri untuk berkembang. Perlu diingat bahwa setiap jenis makanan memiliki bentuk dan ketebalan yang berbeda. Karena itu, waktu memanaskan untuk setiap jenis makanan tidak bisa begitu saja disamaratakan.

Dikutip dari laman The New York Times, sejumlah kasus keracunan makanan pernah terjadi akibat makanan yang dihidangkan hanya dipanaskan dalam microwave selama lima menit sebelum disajikan. Sebuah penelitian yang dimuat dalam laman tersebut juga menunjukkan bahwa orang yang memanaskan makanan menggunakan microwave lebih rentan mengalami keracunan makanan dibandingkan mereka yang menggunakan oven biasa atau panggangan. Kondisi ini terjadi karena panas dari microwave tidak mencapai bagian dalam makanan sehingga tidak dapat membunuh bakteri pada makanan.

Tips aman menggunakan microwave agar terhindar dari keracunan makanan

Kunci dari memanaskan makanan dengan microwave secara aman adalah memastikan panasnya merata ke seluruh bagian makanan. Untuk itu, Anda perlu mencermati beberapa hal seperti:

  • membaca dan mengikuti saran memasak yang terdapat pada kemasan makanan
  • mengetahui daya listrik microwave Anda, sebab memanaskan makanan dengan microwave berdaya kecil membutuhkan waktu lebih lama
  • mengaduk atau membalik makanan hingga panasnya merata
  • menggunakan termometer makanan untuk memeriksa suhu seluruh bagian makanan
  • memastikan suhu bagian dalam makanan mencapai 60 derajat celcius atau lebih

Microwave memang dapat membunuh bakteri pada makanan, tapi tidak menjamin bahwa makanan yang Anda konsumsi menjadi seratus persen aman. Pastikan Anda selalu mengikuti langkah yang tepat saat menggunakan microwave untuk menghindari gangguan kesehatan yang tidak diharapkan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Tanda dan Gejala Aktinomikosis, Infeksi Langka Penyebab Rahang Kaku

Aktinomikosis (actinomycosis) adalah infeksi bakteri langka yang dapat membahayakan tulang atau otak jika tidak ditangani dengan baik. Apa gejalanya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Infeksi Bakteri 23 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

6 Bahaya Beli Antibiotik Tanpa Resep Dokter

Banyak orang merasa sudah "kenal" dengan antibiotik tertentu, sehingga ia sering cuek beli antibiotik tanpa resep dokter. Padahal, ini bisa berbahaya, loh!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Penyakit Infeksi 10 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Cara Menghindari Paparan Bakteri Salmonella dari Makanan

Masalah pencernaan dari mulai diare hingga tipes bisa disebabkan oleh bakteri salmonella dalam makanan, sehingga perlu dihindari. Bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Penyakit Infeksi, Infeksi Bakteri 16 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Bolehkah Memanaskan Makanan Dalam Wadah Plastik di Microwave?

Praktis dan hemat waktu adalah dua hal yang menjadi alasan menggunakan microvawe untuk memanaskan makanan. Tapi apakah aman?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Tips Makan Sehat, Nutrisi 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pertolongan pertama keracunan makanan

Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
makan telur mentah

Makan Telur Mentah, Sehat atau Malah Berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
keracunan makanan

Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
ilustrasi mual gejala dan ciri-ciri keracunan makanan

Begini Gejala bagi Tubuh Anda yang Mengalami Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit