backup og meta

5 Cara Mudah Mengatasi Ketiak Basah

5 Cara Mudah Mengatasi Ketiak Basah

Usai melakukan aktivitas berat, berolahraga, atau mengejar kereta dan bus ke kantor di pagi hari yang terik, keringat bisa dengan mudah bercucuran hebat, terutama di bagian ketiak yang paling rawan basah. Bila sudah begini, Anda tentu merasa tidak nyaman, bukan? Kini Anda tak perlu khawatir lagi, karena sebenarnya Anda bisa mencegah sekaligus mengatasi ketiak basah asalkan tahu cara tepatnya. Penasaran bagaimana caranya? Mari simak ulasan berikut.

Cara mudah untuk mengatasi ketiak basah

Setiap orang memiliki tubuh yang berbeda-beda. Ada yang lebih mudah berkeringat, ada juga yang tubuhnya menghasilkan keringat lebih sedikit.

Nah, produksi keringat yang berlebih memang mengganggu. Selain karena akan membuat rambut tampak lepek, sekujur tubuh termasuk ketiak pun seolah-olah turut bermandikan air keringat.

Agar ketiak tidak basah saat beraktivitas dan tetap kering, sontek beberapa cara mencegah dan mengatasi yang tepat berikut ini:

1. Pakai antiperspiran

pakai deodoran setiap hari

Cara yang mungkin sudah banyak orang tahu untuk mencegah sekaligus mengatasi ketiak basah adalah memakai deodoran maupun antiperspiran.

Namun, tahukah Anda bahwa keduanya memiliki fungsi yang berbeda?

Deodoran biasanya dipakai untuk mengatasi bau badan berkat efek harumnya, sedangkan antiperspiran lebih ditujukan untuk menyetop keluarnya keringat.

Jika memang ingin mencegah ketiak basah, Anda bisa berhenti pakai deodoran dan beralih menggunakan antiperspiran, khususnya setelah mandi.

Pasalnya, antiperspiran mampu membunuh bakteri penyebab bau badan sekaligus menghalangi produksi keringat berlebih dari kelenjar keringat di ketiak.

Namun, antiperspiran hanya bekerja untuk sementara waktu saja sehingga Anda harus memakainya lagi nanti.

2. Minum air putih

Meski sering dipandang sebelah mata, nyatanya minum air putih dalam jumlah yang cukup adalah cara yang efektif untuk mengatasi ketiak basah.

Ini karena ketika tubuh memperoleh cairan dalam jumlah yang optimal, suhu tubuh akan menurun dan jadi lebih dingin.

Tentunya, ini akan membantu kelenjar keringat untuk menghasilkan keringat dalam jumlah yang normal alias tidak terlalu banyak.

Pasalnya, tubuh yang panas akan memicu keluarnya keringat guna menyejukkan suhu inti tubuh.

Kuncinya, patuhi anjuran minum air putih untuk memenuhi kebutuhan cairan sekitar setiap harinya.

3. Cukur bulu ketiak

mencabut bulu ketiak

Mencukur bulu ketiak secara rutin juga merupakan salah satu cara yang bisa Anda jajal untuk menjaga agar ketiak tetap kering.

Sebuah studi dari Journal of Cosmetic Dermatology mengemukakan bahwa mencukur bulu ketiak diyakini dapat mengurangi aroma tak sedap pada ketiak.

Ditambah lagi, pemakaian antiperspiran untuk mengurangi produksi keringat akan lebih optimal bila Anda rutin mencukur bulu ketiak.

Bukan tanpa alasan, karena semua jenis rambut pada dasarnya memiliki kelembapan alami.

Itulah mengapa nantinya bulu ketiak yang lebat justru bisa semakin memperparah kondisi ketiak basah Anda.

Saat mencukur ketiak, pastikan Anda selalu memakai pelembap atau krim khusus cukur dulu, ya! Tak hanya untuk mencegah ketiak bau dan basah, cara ini juga efektif agar ketiak tidak hitam setelah dicukur.

Selain itu, hindari langsung memakai antiperspiran langsung setelah Anda mencukur bulu ketiak.

Sebaiknya, beri jeda waktu beberapa jam karena produk antiperspiran berisiko mengiritasi kulit yang baru saja dicukur.

4. Pakai baju bahan katun

mencuci baju baru

Cara lain yang bisa Anda coba untuk mencegah sekaligus mengurangi keringat di ketiak adalah memakai baju berbahan dasar katun.

Hobi pakai baju ketat atau yang tidak berbahan katun memang bikin penampilan terlihat lebih menarik.

Di sisi lain, hal ini juga dapat memicu munculnya noda basah di bagian ketiak baju Anda. Sebab, produksi keringat tubuh tidak mampu diserap dengan baik oleh bahan pakaian tersebut.

Cobalah gunakan pakaian dari bahan katun dengan ukuran yang agak longgar. Pilihan ini akan mempermudah tubuh, termasuk ketiak, untuk bernapas lega dan menurunkan suhu tubuh dengan cepat.

Secara tidak langsung, cara ini akan mengatasi masalah ketiak basah yang bisa menodai pakaian Anda.

5. Hindari beberapa makanan pemicu keringat

garam tidak boleh dimasak

Percaya atau tidak, makanan yang Anda makan setiap harinya ternyata bisa memengaruhi jumlah produksi keringat, lho!

Ya, karena ada beberapa makanan yang memicu produksi keringat dalam jumlah banyak.

Ambil contoh, sistem pencernaan akan bekerja lebih keras ketika Anda terlalu banyak makan makanan rendah serat.

Kebanyakan makanan makanan yang tinggi garam dapat memicu kelebihan produksi keringat dan air kencing.

Tidak hanya itu, makanan olahan, makanan berlemak tinggi, makanan pedas, semua jenis bawang, bir, serta minuman berkafein juga punya andil yang sama sebagai penyebab ketiak basah dan berkeringat.

Sebagai gantinya, Anda bisa memperbanyak konsumsi makanan dan minuman yang berperan dalam menenangkan kelenjar keringat yang terlalu aktif.

Salah satu yang bisa Anda upayakan adalah dengan menambah asupan makanan atau minuman yang tidak terlalu membebani kerja sistem pencernaan, seperti:

  • air putih,
  • teh hijau,
  • kacang almond,
  • pisang,
  • gandum,
  • ubi jalar,
  • sayuran,
  • buah-buahan, dan
  • makanan berkalsium tinggi, seperti susu dan keju.

Itulah dia beragam cara yang dapat Anda tempuh untuk mencegah dan mengatasi ketiak basah.

Dengan ketiak yang kering, kebersihan diri akan terjaga dan Anda tentu akan jauh lebih percaya diri untuk menjalani hari.

[embed-health-tool-bmr]

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Sweating and body odor – Mayo Clinic. (2019). Retrieved March 3, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sweating-and-body-odor/diagnosis-treatment/drc-20353898 

Hyperhidrosis – Mayo Clinic. (2019). Retrieved March 3, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hyperhidrosis/symptoms-causes/syc-20367152 

Cosmetics Safety Q&A: Personal Care Products – FDA. (n.d.). Retrieved March 3, 2021, from https://www.fda.gov/cosmetics/resources-consumers-cosmetics/cosmetics-safety-qa-personal-care-products 

Excessive sweating (hyperhidrosis) – NHS. (2021). Retrieved March 3, 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/excessive-sweating-hyperhidrosis/ 

Hyperhidrosis – American Academy of Dermatology Association. (n.d.). Retrieved March 3, 2021, from https://www.aad.org/public/diseases/a-z/hyperhidrosis-treatment 

Sweaty Armpits – International Hyperhidrosis Society. (2021). Retrieved March 3, 2021, from https://www.sweathelp.org/where-do-you-sweat/sweaty-armpits.html 

Lanzalaco, A., Vanoosthuyze, K., Stark, C., Swaile, D., Rocchetta, H., & Spruell, R. (2015). A comparative clinical study of different hair removal procedures and their impact on axillary odor reduction in men. Journal Of Cosmetic Dermatology, 15(1), 58-65. https://dx.doi.org/10.1111%2Fjocd.12197

Kim, T., Shin, Y., Lee, J., Min, Y., & Yang, H. (2010). Effect of caffeine on the metabolic responses of lipolysis and activated sweat gland density in human during physical activity. Food Science And Biotechnology, 19(4), 1077-1081. https://doi.org/10.1007/s10068-010-0151-6

Versi Terbaru

27/10/2022

Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri

Ditinjau secara medis oleh dr. Yusra Firdaus

Diperbarui oleh: Dwi Ratih Ramadhany


Artikel Terkait

Ada Jerawat di Ketiak? Simak Penyebab dan Cara Mengobatinya

Kutu Ketiak, Kenali Gejala dan Cara Tepat Mengatasinya


Ditinjau secara medis oleh

dr. Yusra Firdaus


Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri · Tanggal diperbarui 27/10/2022

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan