Bukan Hanya di Rambut, Kutu Juga Bisa Mampir di Bulu Ketiak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 3 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ternyata bukan cuma rambut saja yang bisa kutuan. Meski aneh dan jarang didengar, bulu ketiak kutuan bukanlah fenomena baru. Tetapi jangan salah, kutu di bulu ketiak beda jenisnya, lho, dengan kutu rambut! Lantas, apakah cara mengatasinya juga berbeda?

Jenis kutu di ketiak sama seperti kutu kemaluan

Spesies kutu yang menggerayangi rambut adalah Pediculus humanus capitis, sementara spesies kutu yang biasanya ditemukan pada bulu ketiak adalah Phtirus pubis — yang seringnya bermukim di rambut kemaluan. Sebagai catatan, penyakit yang disebabkan oleh kutu Phtirus pubis ini disebut juga pedikulosis pubis.

Selain di ketiak, kutu ini ternyata juga dapat menghinggapi area berambut lainnya di tubuh, seperti bulu dada, bulu kaki, janggut, bahkan bulu mata dan alis.

Kutu di ketiak Anda bisa menular ke orang lain

Kutu tidak bisa melompat atau terbang dari satu orang ke orang lain. Dikatakan menular apabila terjadi kontak yang erat dengan orang yang sedang kutuan. Pasalnya, parasit mungil ini memiliki cakar yang disesuaikan secara khusus sehingga mereka mampu merangkak dan menempel erat pada rambut. Kutu biasanya menyebar melalui kontak langsung yang erat sehingga memungkinkan mereka menyeberang dari rambut seseorang ke rambut orang lain.

Misalnya Anda yang sedang memiliki bulu ketiak kutuan, kemudian menggunakan barang-barang pribadi secara bergantian dengan orang rumah yang bersih, seperti pakaian, seprai, dan sisir. Kebiasaan ini bisa memicu penyebaran kutu dari satu orang ke yang lainnya. Anak-anak khususnya sangat rentan terhadap kutu karena mereka cenderung memiliki kontak fisik yang erat satu sama lain dan lebih sering saling pinjam barang pribadi.

Tanpa manusia sebagai tempat hinggapnya, kutu ini akan mati dalam 1 sampai 2 hari. Maka, kecil kemungkinannya kutu ini bisa menular jika Anda tidak bersentuhan secara langsung dan erat dengan penderita.

Yang perlu dicatat adalah, kutu ketiak justru tidak hinggap pada binatang peliharaan seperti anjing ataupun kucing. Jadi, jangan khawatir, anda tidak akan mengidap kutu ini dari binatang peliharaan Anda.

Seperti apa gejala bulu ketiak kutuan?

Bulu ketiak kutuan identik dengan rasa gatal di ketiak. Sebenarnya bukan badan kutulah yang membuat kulit ketiak Anda gatal-gatal, melainkan dari reaksi tubuh terhadap racun dalam air liur kutu yang menggigit kulit untuk minum darah Anda. Akan tetapi, seberapa lama munculnya rasa gatal tergantung pada seberapa sensitif kulit Anda.

Selain gatal, kulit ketiak yang kutuan juga bisa menampakkan ruam kemerahan dan bintik-bintik kecil dengan ujung menonjol menyerupai gigitan serangga. Akan tetapi jika koloninya sedikit, kutu tidak akan menimbulkan gejala berarti.

Telur kutu, atau disebut nit, sering kali terlihat seperti titik kuning, cokelat, atau cokelat kecil sebelum menetas yang menyangkut di sela-sela bulu ketiak. Setelah menetas, sisa cangkangnya terlihat putih atau transparan, dan akan tetap melekat kuat pada batang rambut.

Bagaimana mengatasinya?

Anda bisa menghilangkan kutu di bulu ketiak dengan rutin membersihkan diri sendiri dan barang-barang pribadi yang terkontaminasi. Cuci ketiak dengan sampo khusus kutu yang djual bebas. Gunakan produk menurut instruksi. Anda mungkin perlu mengulangi perawatan ini selama tujuh sampai sepuluh hari. Setelahnya, Anda bisa mengoleskan lotion antikutu di kulit ketiak Anda. Sebagai perawatan lebih lanjut, Anda mungkin bisa memangkas bulu ketiak Anda supaya tidak terlalu panjang dan kembali menjadi hunian kutu.

Bila obat dan shampo yang dijual tidak membunuh kutu, konsultasikan lebih lanjut ke dokter. Dokter Anda mungkin akan meresepkan pengobatan lebih kuat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Melakukan Waxing di Rumah Dengan Bahan-bahan Alami

Selain lebih murah, waxing di rumah dengan bahan alami ternyata lebih aman karena memiliki kemungkinan infeksi lebih kecil daripada waxing di salon.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 20 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Urat menonjol pada permukaan kulit memang kerap ditemui pada orang berusia lanjut. Lalu apa artinya kalau masih muda sudah mengalami kondisi ini?

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

3 Masker Alami untuk Mengecilkan Pori-pori Wajah

Pori-pori wajah yang besar dan tidak rata bisa mengganggu penampilan. Masker alami bisa mengecilkan pori-pori, Anda bisa memilih sesuai dengan tipe kulit.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Penyebab Kuku Jadi Menguning dan Cara Mengatasinya

Kuku kuning bisa menyebabkan Anda jadi tampil tidak percaya diri. Apa penyebab kuku menguning? Bagaimana mengatasinya? Mari simak di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 11 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit



Direkomendasikan untuk Anda

minyak kelapa untuk bayi

Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi, Mulai dari Mengatasi Eksim Sampai Melebatkan Rambut

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
kutu bulu mata

Sering Tidak Disadari, Bulu Mata Juga Bisa Kutuan! Apa Gejalanya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
pengertian micellar water adalah

Mengungkap Serba-serbi Micellar Water, Amankah Bagi Wajah?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
herpes genital adalah penyakit kelamin

Herpes Genital

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit