Sikat Gigi Anda Bisa Mengandung Jutaan Bakteri, Loh! Begini Caranya Agar Sikat Gigi Tidak Terkontaminasi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Jika berbicara tentang sikat gigi, apa yang pertama kali terlintas di benak Anda? Alat bermanfaat yang membantu menjaga kebersihan dan kesehatan gigi Anda? Dengan menyikat gigi secara konstan dan kontak langsung dengan pasta gigi, Anda mungkin berpikir bahwa sikat gigi adalah benda terbersih di rumah Anda. Namun, ini tidaklah benar—bersiaplah untuk mengetahui kebenaran yang menjijikan tentang sikat gigi kotor Anda.

Ada jutaan bakteri dan virus hidup di dalam sikat gigi

Anda mungkin tidak memercayainya, tetapi sikat gigi adalah rumah bagi sejumlah besar bakteri dan virus:

  • Mutans streptococcus, penyebab erosi enamel gigi, kerusakan gigi, dan karies gigi
  • E. Coli, penyebab utama diare
  • Beta-hemolytic streptococcus, penyebab radang tenggorokan 
  • Staphylococci, penyebab infeksi kulit
  • Porphy-romonas gingivalis, penyebab penyakit gusi 
  • Candida albicans, penyebab ruam, kulit kering, ketombe, kurap, athlete’s foot
  • Herpes simplex
  • Hepatitis A, B, dan C

Sikat gigi sangat mudah terkontaminasi

Dari wastafel

Saat Anda mencuci tangan, air yang terciprat dari tangan Anda bisa menempel pada sikat gigi. Itu artinya, bakteri dan virus yang Anda coba bersihkan dari tangan bisa dibawa kembali langsung ke mulut Anda!

Dari toilet

Saat Anda menyiram toilet dengan penutupnya tetap terbuka, bakteri dan virus dari cipratan toilet bisa berada di udara cukup lama untuk menempel ke setiap permukaan kamar mandi. Jika Anda menjatuhkan sikat gigi ke lantai kamar mandi, ini sama saja dengan menggunakannya untuk menyikat telapak kaki Anda.

Bagaimana cara menjaga kebersihan sikat gigi?

1. Hindari kemasan plastik

Jika disimpan di wadah kedap udara, sikat gigi tidak bisa mengering di waktu antara Anda menyikat gigi, dan ini mendorong pertumbuhan jamur. Yang lebih parah lagi, jika Anda menyimpan beberapa sikat gigi dengan kepalanya saling menyentuh, bakteri dan virus bisa menyebar dari satu sikat gigi ke sikat gigi lainnya, terutama jika ada anggota keluarga yang memiliki sejarah penyakit.

2. Gunakan pasta gigi yang tepat

Pasta gigi yang mengandung triclosan atau copolymer lebih baik daripada pasta gigi fluoride biasa dalam membunuh bakteri mulut, sehingga juga bisa menjaga kebersihan sikat gigi.

3. Jangan berbagi sikat gigi dengan orang lain

Meskipun itu adalah anggota keluarga Anda, jangan berbagi sikat gigi dengan mereka karena ini bisa membuat bakteri dan virus menyebar bahkan dengan lebih mudahnya.

4. Bersihkan dengan benar

Pastikan untuk merendam sikat gigi Anda dalam hydrogen peroksida atau obat kumut dengan sifat antibakteri, terutama setelah Anda menjatuhkannya ke lantai kamar mandi. Masukkan sikat gigi elektrik Anda ke mesin pencuci piring jika Anda harus membersihkannya dengan benar.

5. Turunkan penutup toilet sebelum mem-flush

Untuk mencegah bakteri terbang dengan bebasnya di udara, pastikan untuk menurunkan penutup toilet sebelum Anda menyiram toilet.

6. Ganti sikat gigi secara teratur

Ingatlah untuk mengganti sikat gigi Anda minimal setiap tiga sampai empat bulan, atau jika bulu-bulunya telah renggang dan merumbai. Gunakan sikat gigi baru yang efektif dan berkualitas baik untuk menyingkirkan bakteri.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Warna Dahak Merah, Hijau, Atau Hitam? Cari Tahu Artinya di Sini

Warna dahak yang normal adalah bening. Jika Anda mengeluarkan dahak yang berwarna, maka hal itu adalah tanda dari kondisi medis. Apa arti dari warna dahak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Batuk, Kesehatan Pernapasan 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Pertolongan Pertama untuk Mengobati Sengatan Lebah

Katanya, sengatan lebah bisa bikin seseorang meriang dan panas dingin. Lalu bagaimana cara pertolongan pertama dalam mengobati sengatan lebah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Cara Mengatasi Gejala Leptospirosis, Penyakit Khas di Musim Hujan

Leptospirosis adalah salah satu penyakit yang sering bermunculan saat musim hujan. Saat gejala leptospirosis mulai terasa, segera atasi dengan cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Tips Sehat 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Anda suka nekat makan daging ayam belum matang? Awas, akibatnya bisa fatal. Ini dia berbagai bahaya dan ciri-ciri daging ayam yang belum dimasak sempurna.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
keluarga sehat karena melakukan perilaku hidup bersih dan sehat

4 Tips Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Lindungi Diri dan Keluarga di Era New Normal

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
kebersihan mulut

Hati-hati, Malas Bersihkan Mulut Bisa Munculkan Penyakit Serius

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
memanaskan makanan

Bolehkah Memanaskan Makanan Dalam Wadah Plastik di Microwave?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Penyebab sakit pinggang

Cari Tahu Gejala, Penyebab dan Pengobatan untuk Sakit Pinggang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit