Gigi Tetap Rapuh Walaupun Sudah Rajin Sikat Gigi, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 14/12/2019 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Menyikat gigi secara rutin merupakan cara paling sederhana untuk menjaga kesehatan dan kekuatan gigi. Kendati efektif bagi banyak orang, ternyata ada pula beberapa orang yang masih bermasalah dengan gigi rapuh meski sudah rajin menerapkan cara ini. Lantas, apa saja faktor-faktor lain yang menjadi penyebab gigi rapuh?

Beragam faktor yang menyebabkan gigi rapuh

Menjaga kebersihan gigi dan mulut memengaruhi kesehatan serta kekuatannya. Akan tetapi, ini bukanlah satu-satunya faktor penentu.

Ada sejumlah kondisi lain yang bisa mengurangi kekuatan gigi dan membuatnya rentan terhadap kerusakan. Berikut di antaranya:

1. Sering melakukan kebiasaan yang merusak gigi

menggigit kuku

Beberapa kebiasaan tanpa disadari dapat menjadi penyebab gigi rapuh.

Melansir laman American Dental Association, kebiasaan yang paling sering dilakukan antara lain mengunyah sesuatu yang keras, menggigit kuku, membuka kemasan dengan gigi, dan menggertakkan gigi.

Meski tidak menimbulkan dampak langsung, berbagai kebiasaan ini akan memberikan tekanan berlebih yang akhirnya mengurangi kekuatan gigi.

Seiring waktu, gigi menjadi semakin rapuh, retak, bahkan bisa pecah dan mengalami kerusakan permanen.

2. Gigi berlubang yang tidak lekas ditangani

oral fistula akibat gigi berlubang

Lubang pada gigi yang tidak segera ditangani bisa bertambah besar dan menyebabkan gigi membusuk.

Pembusukan kemudian dapat menyebar ke seluruh permukaan gigi dan mengurangi kekuatannya. Dampaknya, gigi pun menjadi rapuh dan mudah patah.

Masalah gigi berlubang adalah salah satu penyebab gigi rapuh yang paling umum, tapi begitu sulit ditangani.

Pasalnya, banyak orang baru menyadari adanya lubang pada gigi begitu lubang sudah tampak atau gigi mulai terasa nyeri.

3. Dampak perawatan saluran akar gigi

perawatan saluran akar gigi

Bila kondisi gigi berlubang sudah parah, saraf di dalamnya bisa rusak atau mati sehingga perlu dibersihkan melalui perawatan saluran akar gigi.

Dokter gigi akan mengangkat bagian dalam gigi yang rusak, lalu menambal lubang dengan bahan khusus.

Perawatan saluran akar gigi sebenarnya berguna untuk mencegah penyebaran infeksi.

Namun, prosedur ini juga bisa memicu infeksi apabila masih ada sisa akar yang tertinggal di saluran gigi. Infeksi lambat laun akan merusak gigi dan membuatnya menjadi rapuh.

Akibatnya, perawatan ini justru jadi salah satu penyebab gigi menjadi rapuh.

4. Kebiasaan menyikat gigi yang keliru

sering sikat gigi

Penyebab gigi rapuh yang satu ini jarang disadari. Padahal, kebiasaan menyikat gigi yang salah bisa merusak gigi, melukai gusi, bahkan meningkatkan risiko infeksi.

Berikut beberapa kesalahan yang perlu Anda hindari dalam menyikat gigi:

  • Tidak menggunakan sikat gigi yang lembut.
  • Tidak menyikat gigi sebelum tidur.
  • Tidak mengganti sikat gigi setiap 3-4 bulan sekali.
  • Tidak membersihkan lidah setelah menyikat gigi.
  • Menyikat gigi terlalu keras, terlalu sebentar, atau terlalu lama.
  • Memegang sikat gigi terlalu kuat.
  • Selalu menyimpan sikat gigi dengan ditutup.

5. Penyakit dentinogenesis imperfecta (DI)

kerusakan gigi anak

Dentinogenesis imperfecta adalah penyakit genetik yang menyebabkan terganggunya perkembangan gigi sekaligus jadi penyebab gigi rapuh.

Penyakit ini mengubah warna gigi menjadi kekuningan, kelabu, atau tembus cahaya. Gigi penderita DI juga lebih rapuh dibandingkan gigi normal.

DI disebabkan oleh mutasi pada gen DSPP. Gen ini mengatur pembentukan dua protein penting yang menyusun mahkota gigi.

Mutasi menyebabkan pembentukan mahkota gigi yang lebih lunak sehingga gigi menjadi lebih rapuh dan mudah patah.

Bila Anda bermasalah dengan gigi rapuh walaupun sudah rajin menyikat gigi, coba lihat kembali kebiasaan yang mungkin menjadi penyebabnya.

Masalah gigi rapuh sering kali sukar ditangani, tapi Anda dapat melindungi gigi dengan cara sederhana.

Misalnya, menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan cara yang tepat, serta tidak melakukan kebiasaan yang dapat merusak gigi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kesalahan Umum yang Dilakukan Ortu Saat Mengajari Anak Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Mengajari anak menyikat gigi tidak boleh setengah-setengah. Jika anak terbiasa dengan cara-cara ini, giginya akan lebih sering bermasalah saat besar nanti!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Parenting, Tips Parenting 28/10/2019 . 4 menit baca

Ciptakan Momen Sikat Gigi yang Seru di Malam Hari

Mengajarkan anak rajin menyikat gigi memang sulit. Sebagai orangtua, Anda harus pintar-pintar menciptakan momen seru sikat gigi bersama anak di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Parenting, Tips Parenting 07/10/2019 . 5 menit baca

4 Kebaikan Tak Terduga Gigi Sehat pada Anak

Selain jadi jarang sakit, memiliki gigi yang sehat juga ternyata bantu meningkatkan performa akademis anak di sekolah. Lho, apa hubungannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 07/10/2019 . 4 menit baca

Panduan Melakukan Flossing Gigi yang Baik dan Benar

Selain menyikat gigi, Anda juga perlu flossing gigi secara teratur. Supaya hasilnya optimal, simak panduan cara flossing gigi berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 03/10/2019 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

obat sakit gigi berlubang

3 Pilihan Obat untuk Sakit Gigi Berlubang, Plus Cara Mengatasinya di Rumah dan di Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020 . 9 menit baca
asam mefenamat (mefenamic acid)

4 Cara Ampuh Mengatasi Sakit Gigi Saat Sedang Puasa

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 05/05/2020 . 4 menit baca
hypodontia adalah

Mengenal Hypodontia, Kelainan Genetik Saat Sejumlah Gigi Tak Tumbuh

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 30/12/2019 . 4 menit baca
penyakit gigi

5 Penyakit yang Mengintai Kesehatan Tubuh Jika Anda Malas Sikat Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 14/12/2019 . 4 menit baca