home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

9 Kesalahan Menyikat Gigi yang Paling Sering Anda Lakukan

9 Kesalahan Menyikat Gigi yang Paling Sering Anda Lakukan

Menyikat gigi adalah rutinitas harian yang tidak mungkin Anda tidak perlu pikir panjang untuk melakukannya, cukup gosok, kumur, buang. Lagipula, Anda telah terbiasa melakukannya sejak kecil, bukan? Walaupun sudah rutin Anda lakukan dua kali sehari, sayangnya banyak masih banyak orang yang ternyata melakukan cara menyikat gigi yang salah.

Kesalahan saat menyikat gigi yang sering Anda lakukan

Berbagai kesalahan saat menyikat gigi justru semakin membuka peluang bagi bakteri untuk hidup dan berkembang dalam rongga mulut. Kondisi ini tentu bisa mengakibatkan berbagai gangguan kesehatan gigi dan mulut. Nah, di bawah ini teknik menyikat gigi yang kurang sesuai dan beberapa kebiasaan buruk yang harus Anda hindari.

1. Menyikat gigi terlalu sebentar

jarang gosok gigi

Tahukah Anda bahwa menyikat gigi yang tepat membutuhkan waktu setidaknya dua menit? Kebanyakan orang dewasa tidak sadar melakukannya dengan sangat cepat, bahkan di bawah satu menit.

Untuk mencapai waktu yang direkomendasikan, coba gunakan stopwatch. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan sikat gigi elektrik dengan built-in alarm yang berbunyi ketika Anda selesai menyikat selama dua menit. Richard H. Price, DMD, penasihat konsumen American Dental Association seperti dilansir oleh WebMD, menyarankan untuk membagi mulut Anda menjadi empat daerah dan menghabiskan 30 detik untuk setiap bagian.

2. Menggosok gigi terlalu keras

Jika kekuatan Anda saat menyikat gigi hampir sama kerasnya seperti saat menggosok kerak lengket di punggung wajan penggorengan, sama saja Anda membahayakan kesehatan gigi. Menggosok dengan keras memberi sugesti bahwa Anda sukses mengangkat semua plak dan sisa makanan yang terselip.

Padahal menggosok gigi terlalu keras bisa membuat jaringan gusi stres berat, hingga menyebabkan gusi turun dan longgar, sehingga memperlihatkan sebagian akar gigi. Plak memiliki tekstur lengket namun lembut, sehingga Anda tidak perlu mengerahkan tenaga berlebihan setiap kali menyikat gigi.

Selain itu Anda juga tak perlu menyikat gigi lebih dari tiga kali sehari. Terlalu sering menyikat gigi dapat membuat enamel atau lapisan terluar gigi lebih cepat aus dan merusak gusi Anda.

3. Menggosok gigi secara asal-asalan

Menyikat gigi lurus dan bolak-balik seperti sedang menyetrika bukan cara yang terbaik untuk membersihkan gigi dengan optimal. Konsentrasikan pembersihan gigi Anda sampai tuntas pada setiap daerah gigi dengan memberikan perhatian ekstra untuk gusi, daerah gigi belakang, dan dalam yang sulit untuk Anda jangkau.

Perhatikan pula bagian sekitar gigi tambalan, mahkota gigi (crown), atau area perbaikan gigi lainnya yang pernah Anda lakukan. Berikut langkah-langkah menggosok gigi dengan teknik yang benar sesuai anjuran.

  • Genggam sikat gigi Anda dengan menempatkan sudut kepala sikat gigi sedikit miring 45 derajat melawan garis gusi (tidak menempelkan keseluruhan permukaan bulu sikat langsung di gigi).
  • Sikat dengan gerakan sapuan pendek dan memutar, mirip menyapu dalam lingkaran kecil, menjauhi garis gusi untuk seluruh permukaan gigi depan. Teknik ini berfungsi agar bulu sikat dapat mengeluarkan plak yang bersembunyi di balik batas gusi.
  • Mulailah dengan membersihkan barisan gigi atas, kemudian bawah sambil tetap menjaga posisi bulu sikat miring terhadap garis gusi.
  • Gunakan metode yang sama untuk membersihkan barisan gigi bagian samping kanan dan kiri, mulai dari atas kemudian bawah dan ujung terdalam menuju terluar.
  • Sikat bagian permukaan gigi yang berfungsi untuk menggigit dengan gerakan menyapu, dari ujung terdalam ke luar. Bersihkan bagian atas dalam, kemudian bawahnya.
  • Untuk membersihkan sisi dalam barisan gigi depan, posisikan bulu sikat secara vertikal dan sikat dengan gerakan melingkar kecil dengan bagian ujung kepala sikat.
  • Terakhir, Anda perlu membersihkan lidah dengan sikat khusus untuk membantu mengikis plak pada permukaan lidah sekaligus menyegarkan napas

4. Berkumur dengan terburu-buru

berkumur setelah menyikat gigi

Setelah menyikat gigi, ludahkan kelebihan busa sikat gigi tetapi jangan langsung berkumur setelahnya. Berkumur setelah menyikat gigi akan membilas konsentrasi fluoride dari busa pasta gigi yang tersisa, sehingga mencairkannya dan mengurangi efek pasta gigi. Padahal, fluoride sangat penting dalam proses remineralisasi lapisan email dan mengurangi tingkat keasaman pada rongga mulut Anda.

Cukup biarkan selama beberapa saat sebelum Anda bisa membilas gigi dengan air. Beberapa pakar juga menyarankan untuk berkumur dengan air hangat, terutama jika Anda rentan terhadap masalah sensitivitas gigi dari air dingin.

5. Langsung menyikat gigi setelah makan

Jangan segera menyikat gigi setelah makan atau minum yang asam, selalu tunggu setidaknya 30 menit. Penelitian menunjukkan bahwa menyikat terlalu cepat setelah makan dan minum bisa membawa lebih banyak dampak buruk bagi kesehatan gigi. Jika Anda sudah mengonsumsi makanan atau minuman asam, Anda harus menghindari menyikat gigi minimal 30 menit.

Makanan yang mengandung asam sitrat, seperti jeruk atau lemon bisa melemahkan enamel gigi. Senyawa asam akan menyerang gigi, mengikis enamel dan lapisan di bawahnya yang disebut dentin. Alhasil, menyikat gigi malah bisa mempercepat proses pengikisan.

Asam refluks pun menimbulkan masalah yang sama. Meskipun mungkin baik untuk menyikat gigi setelah asam lambung naik untuk menghindari rasa pahit pedasnya, hal ini malah dapat merusak gigi Anda.

Pakar kesehatan gigi menyarankan untuk lebih baik menyikat gigi sebelum makan atau minum asam, dan minum segelas air putih ketika Anda selesai mengonsuminya untuk membilas asam yang menempel pada permukaan gigi gigi.

Sebaliknya, makanan dan minuman tertentu yang tinggi karbohidrat dan gula bisa memicu bakteri berkembang biak dalam mulut yang akan menyerang enamel gigi setidaknya dua puluh menit setelah Anda makan. Dengan menyikat gigi segera setelah mengonsumsi makanan ini, Anda akan menyingkirkan bakteri sebelum mereka mulai menggerogoti lapisan gigi.

6. Salah memilih sikat dan pasta gigi

Seiring waktu bulu sikat menjadi kasar, kusut, bengkok, dan melengkung sehingga saat Anda meyudutkan sikat Anda dalam kemiringan 45 derajat, bulu-bulunya tidak lagi mengarah ke arah yang benar. Bulu sikat gigi menjadi lebih lembut dan berhenti bekerja secara efektif. Setiap tiga bulan, pastikan Anda mengganti sikat gigi dengan yang baru.

Sikat gigi Anda harus masuk ke dalam mulut Anda dengan nyaman, pada umumnya kepala sikat yang kecil lebih baik untuk Anda gunakan. Kecuali jika Anda memiliki mulut yang besar, kepala sikat kecil sama efektifnya untuk membantu dalam menjangka gigi geraham yang umumnya lebih sulit untuk dibersihkan.

Jenis pasta gigi yang Anda gunakan juga tidak kalah penting. Kandungan dalam pasta gigi khusus pemutih atau pengontrol tartar dapat bersifat keras untuk lapisan gigi Anda. Partikel pemutih dalam pasta gigi dapat berbahaya dan mengikis struktur gigi.

Sebaiknya, Anda menggunakan pasta gigi fluoride biasa. Orang dewasa harus menggunakan pasta gigi yang mengandung sedikitnya 1.350 bagian per juta (ppm) fluoride. Sementara itu, anak-anak tidak perlu menggunakan pasta gigi khusus. Cukup gunakan pasta gigi keluarga, asalkan mengandung fluoride sebanyak 1,350-1,500 ppm.

Jika Anda ingin memutihkan senyum Anda, pertimbangkanlah untuk beralih ke pasta gigi pemutih. Namun, sebelumnya pastikan konsultasi ke dokter lebih dulu karena pasta gigi pemutih memiliki efek pengikisan yang lebih kuat daripada pasta gigi biasa.

7. Tidak melakukan flossing

waktu memakai benang gigi

Anda tidak sendirian jika jarang atau bahkan tidak pernah flossing dengan menggunakan benang gigi (dental floss). Faktanya memang sikat gigi saja tidak cukup, terlebih untuk bisa menjangkau sela-sela gigi. Sikat gigi biasa tidak mampu mengangkat semua plak yang membandel dan menyangkut tanpa Anda ketahui.

Flossing bukan hanya untuk mencabut plak dan sisa makanan yang terselip pada sela-sela gigi. Rutin melakukan flossing juga bisa mengurangi risiko penyakit gusi dan bau mulut akibat plak di sepanjang garis gusi. Para pakar merekomendasikan untuk flossing terlebih dahulu sebelum menggosok gigi dan juga setiap hari sebelum tidur.

8. Memakai obat kumur setelah sikat gigi

Menggunakan obat kumur yang mengandung fluoride dapat membantu mencegah kerusakan gigi. Namun, jangan menggunakan obat kumur langsung setelah menyikat gigi. Sama halnya dengan berkumur, hal ini akan membasuh konsentrasi fluoride dari sisa pasta gigi yang masih menempel pada permukaan gigi Anda.

Pilih waktu yang berbeda untuk menggunakan obat kumur, misalnya seperti setelah makan siang. Kemudian, jangan makan atau minum selama 30 menit setelah menggunakan obat kumur untuk mendapatkan manfaat yang optimal.

9. Jarang menyikat gigi

Kesalahan menyikat gigi yang mungkin Anda pernah lakukan adalah menyepelekan kegiatan ini sebelum tidur dan menganggapnya bukan masalah besar. Pasalnya, 98 persen dari semua penyakit gigi dapat Anda hindari dengan menyikat rutin dua kali sehari. Sejumlah penelitian juga menyebutkan kebersihan mulut yang buruk juga bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

American Dental Association (ADA) merekomendasikan menyikat gigi pada pagi hari dan malam sebelum tidur selama 2 menit. Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride, obat kumur, dan flossing, sekaligus lakukan pemeriksaan dokter gigi rutin 6 bulan sekali.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Bender, R., & Jackson, S. (2016). 8 Ways You’ve Been Brushing Your Teeth All Wrong. The Healthy. Retrieved 21 October 2016, from https://www.thehealthy.com/dental/how-to-brush-your-teeth/

Donovan, J., & Wyatt Jr., A. (2016). 8 Mistakes We Make Brushing Our Teeth. WebMD. Retrieved 21 October 2016, from https://www.webmd.com/oral-health/features/brushing-teeth-mistakes#1

O’Connor, A. (2012). Really? Never Brush Your Teeth Immediately After a Meal. The New York Times. Retrieved 21 October 2016, from https://well.blogs.nytimes.com/2012/05/21/really-never-brush-your-teeth-immediately-after-a-meal/

How to keep your teeth clean. NHS. (2015). Retrieved 21 October 2016, from https://www.nhs.uk/live-well/healthy-body/how-to-keep-your-teeth-clean

Why should I use dental floss?. NHS. (2019). Retrieved 16 June 2021, from https://www.nhs.uk/common-health-questions/dental-health/why-should-i-use-dental-floss/

Is It Okay To Rinse Your Mouth With Water After Brushing. Icon Dental Center. Retrieved 16 June 2021, from https://icondentalcenter.com/is-it-okay-to-rinse-your-mouth-with-water-after-brushing/

Toothbrushes. American Dental Association. (2019). Retrieved 16 June 2021, from https://www.ada.org/en/member-center/oral-health-topics/toothbrushes

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ajeng Quamila Diperbarui 13/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x