Lidah Panas Akibat Makanan Terlalu Panas? Begini Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Saat ini sudah banyak restoran yang menawarkan pilihan untuk memasak makanan sendiri di meja, menyenangkan rasanya ketika kita bisa menentukan tingkat kematangan makanan yang ingin kita makan. Ada juga yang menyajikan makanan cepat saji dengan hot plate, di mana kita harus menunggu makanannya matang terlebih dahulu dengan mengaduk-ngaduknya. Namun, rasa lapar pun kadang sudah tak tertahankan, uap yang mengepul dari makanan membuat kita ingin cepat-cepat menyicipinya.

Akhirnya kita memutuskan untuk menyicipi makanan panas tersebut secepatnya, hanya meniup-niupnya sebentar lalu melahapnya. Tiba-tiba saja lidah kita pun merasakan sensasi seperti terbakar. Pernahkah Anda mengalami hal tersebut? Alhasil, lidah menjadi kelu dan rasa makanan tidak bisa dicecap dengan baik. Kejadian tidak sengaja memakan dan meminum minuman panas pun tidak hanya sekali dua kali saja, bahkan terkadang kita lupa menyeruput kopi atau minuman lainnya yang masih panas. Bagaimana solusinya?

Bagaimana cara mengatasi lidah panas?

Lidah panas memiliki level sensasi panas yang berbeda. Perbedaan tersebut ditentukan dari seberapa banyak lapisan yang terluka, seperti berikut:

  • Tingkat pertama: luka bakar pada lidah hanya di lapisan luar saja. Efek yang dialami adalah rasa sakit, selain itu lidah Anda akan mengalami bengkak dan memerah
  • Tingkat kedua: rasa terbakar lebih menyakitkan, sebab lapisan luas dan lapisan bawah terluka. Pada tingkat ini, lidah bisa lecet karena melepuh, bengkak dan kemerahan pada lidah juga akan Anda alami
  • Tingkat ketiga: pada tingkat ini, luka bakar mempengaruhi jaringan terdalam lidah. Efek yang ditimbulkan bisa berupa warna kulit menjadi putih atau hitam seperti kulit terbakar. Lidah Anda juga akan mengalami mati rasa dan sakit parah

Rasa sakit yang ditimbulkan bisa mengganggu aktivitas Anda seperti tidur, makan, dan berbicara. Anda bisa menggunakan obat penghilang rasa sakit alias pain killers untuk meredakan rasa sakit yang ditimbulkan. Namun, Anda juga bisa mencoba cara berikut untuk mengatasi lidah terbakar agar rasa sakitnya mereda:

1. Berikan sesuatu yang dingin

Anda juga bisa memberikan potongan es batu. Menurut Hadie Rifai, DDS, dokter gigi di Klinik Cleveland yang dikutip Everyday Health, mengemut es batu juga dapat meringankan sensasi lidah panas. Anda juga bisa memakan makanan dingin lainnya. Pilihlah makanan yang mudah ditelan seperti es krim atau frozen yogurt, selain mudah ditelan, makanan tersebut juga mudah ditemukan. Memakan makanan yang mudah ditelan diperlukan untuk memberikan waktu pada lidah Anda supaya lebih mudah menyembuhkan diri. Anda bisa mendiamkan makanan dingin tersebut beberapa menit di mulut, agar tidak terjadi bengkak pada lidah Anda.

2. Meminum air putih

Meminum air putih yang dingin adalah hal pertama yang bisa Anda lakukan untuk menetralkan rasa panas tersebut. Ketika lidah terbakar setelah makan dan minuman panas, lidah akan terasa kering sebab mulut kehilangan kelembapannya. Tak jarang rasa kering pun menyebabkan lidah terasa sakit dan sariawan pun bisa muncul jika seseorang mengalami luka bakar tingkat dua. Membuat mulut tetap lembap dapat mengurangi rasa perihnya. Anda bisa meminumnya ketika mulut terasa kering, bahkan sebaiknya jangan menunggu mulut terasa perih sekali dan kering.

Memakan makanan panas juga dapat membuat langit-langit mulut Anda menjadi kering, ini dapat menimbulkan mulut kering dan mengakibatkan sakit tenggorokan. Memperbanyak minum bisa mengurangi risiko sakit tenggorokan ini.

3. Berkumur dengan air garam

Menurut The U.S. National Library of Medicine, berkumur dengan garam dapat mengurangi rasa sakit. Air garam adalah solusi isotonik, jika dipakai berkumur tidak akan mengiritasi membran mukosa – membran yang melapisi beberapa organ tubuh termasuk mulut. Air garam direkomendasikan sebab metode penyembuhan ini sangat ringan. Anda bisa menyiapkan satu gelas air dingin, lalu ditambahkan dengan satu sendok teh garam, kemudian campurkan. Berkumulah kira-kira selama 30 detik. Jika memungkinkan, biarkan butiran garam tersebut melapisi lidah Anda. Tak hanya menyembuhkan, garam juga akan membersihkan lecet-lecet pada lidah Anda.

4. Menghindari beberapa makanan

Anda juga harus menghindari beberapa makanan selama masa penyembuhan lidah, seperti makanan pedas. Makanan pedas dapat menyebabkan peradangan pada lidah Anda yang lecet, menyebabkan rasa sakit yang semakin parah dan proses penyembuhan pun bisa tertunda. Capsaicin yang terkadung pada makanan pedas dapat mengiritasi kulit Anda yang terluka. Selain itu yang perlu Anda hindari adalah kopi dan teh panas, sebab dapat menambah lecet-lecet pada mulut Anda, ungkap American Academy of Family Physicians yang dikutip Livestrong. Selain itu Anda juga sebaiknya menghindari makan makanan yang asam seperti jeruk, jeruk nipis, lemon, nanas, tomat dan cuka.

5. Obat-obatan

Anda bisa mengonsumsi beberapa obat-obatan penghilang sakit. Menurut Steve Krendl, DDS, dari Hopewell Dental Care di New Jersey, ibuprofen dan acetaminofen aman untuk dikonsumsi ketika lidah terbakar. Keduanya dapat meringankan sakit dan peradangan.

6. Madu dan susu

Anda juga bisa meminum susu, sebab melapisi lidah dengan susu dapat meringankan sensasi terbakar, sama halnya dengan madu. Madu dapat meningkatkan sirkulasi darah di mulut untuk menyembuhkan lidah panas. Anda juga bisa menambah asupan makanan yang kaya akan zat besi seperti bayam, daging, buah kering dan lain-lain. Zat besi dapat memproduksi sel darah merah, yang mana dapat mengganti sel-sel lidah yang rusak.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

MMR adalah singkatan dari tiga macam penyakit infeksi fatal yang paling rentan menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupannya. Kapan harus vaksin MMR?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

Banyak kebiasaan sehari-hari yang tanpa Anda sadari dapat berdampak negatif pada kesehatan mulut dan gigi. Begini cara mengakalinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

Obat apa yang Anda andalkan ketika sakit gigi menyerang? Berikut adalah obat sakit gigi paling ampuh yang bisa dijadikan pilihan!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bikin kopi yang sehat

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
perlukah lansia minum susu

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
bahaya makanan asin

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit