Yuk, Rapikan Gigi yang Renggang dengan Behel TransparanIni adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Tidak pede tersenyum karena gigi renggang dan tidak rapi? Jangan khawatir, Anda bisa merapikan gigi yang berantakan ini tanpa perlu cabut gigi atau pasang kawat gigi. Sebagai gantinya, Anda bisa memakai behel transparan untuk merapikan dan meratakan gigi renggang. Apa itu behel transparan? Simak ulasannya berikut ini.

Apa dampaknya punya gigi renggang?

Gigi renggang bisa terjadi karena ukuran gigi yang terlalu kecil atau ukuran tulang rahang yang terlalu besar. Akibatnya, muncul jarak antar gigi yang kemudian menciptakan celah kosong.

Kondisi ini bisa bawaan lahir, bisa juga terbentuk akibat kebiasaan tertentu di masa kecil, seperti mengisap jempol.

Tentu saja, masalah gigi ini kadang membuat Anda tidak percaya diri untuk memamerkan senyum lebar yang Anda miliki. Tak hanya itu, gigi renggang juga bisa membuat Anda kesulitan makan karena ukuran gigi yang kecil.

Behel transparan bisa jadi perawatan gigi renggang

keunggulan behel transparan

Pada kasus ringan, gigi renggang tidak menimbulkan masalah. Namun, tidak ada salahnya jika orang dengan kondisi ini melakukan perawatan untuk merapikan giginya.

Kawat gigi adalah perawatan umum untuk gigi renggang. Gigi Anda akan ditempelkan kawat dan bracket untuk menggeser gigi dan menutup celah.

Pada bayi atau anak yang lebih muda usianya, gigi yang ukurannya kecil akan dicabut untuk memungkinkan gigi baru yang ukurannya normal kembali tumbuh dan gigi tidak lagi renggang.

Namun, cara ini kadang menimbulkan ketakutan tersendiri bagi mereka yang hendak merapikan giginya demi mendapatkan senyum yang indah menawan.

Berbeda dengan kawat gigi biasa, behel transparan tidak mengharuskan seseorang untuk mencabut giginya dahulu untuk meratakan tampilan giginya.

Menurut laporan dokter gigi Paul H. Ling, DDS dalam Journal Canadian Dental Association, behel transparan bisa dijadikan perawatan untuk gigi renggang yang jaraknya 1 hingga 5 mm.

Bila Anda tertarik memakai behel transparan, perhatikan hal ini

cara memilih dokter internis terbaik

Bila Anda tertarik menggunakan behel transparan untuk merapikan gigi, lakukanlah konsultasi pada dokter gigi terlebih dahulu. Anda juga dapat menambah referensi dengan mencari klinik tepercaya melalui internet.

Banyaknya iklan behel transparan di sosial media dengan harga murah di bawah Rp10 juta jangan sampai membuat Anda tergoda. Pasalnya, meski sekilas terlihat sama, kualitasnya pastilah berbeda dan tidak nyaman dipakai.

Bukannya menghasilkan gigi yang rapi, behel transparan yang dipilih secara sembarangan justru bisa menimbulkan masalah pada gigi dan mulut Anda. Akhirnya, Anda pun harus merogoh kocek lebih dalam lagi untuk perawatan. Usaha Anda untuk memiliki senyum sempurna pun jadi sia-sia.

Memang banyak pilihan untuk behel transparan. Agar tak salah pilih, Anda harus cermat menentukan aligners yang tepat untuk Anda.

Pastikan Anda memilih perawatan behel transparan yang diawasi langsung dokter gigi tepercaya dari awal hingga akhir perawatan. Dengan begitu, perawatan bisa berjalan dengan baik dan minim risiko, keinginan Anda memiliki senyum sempurna pun dapat terwujud.

Normalnya, dalam 3-9 bulan Anda sudah bisa mendapatkan gigi yang tertata rapi dan senyum yang sempurna. Apalagi, behel transparan juga dapat dilepas kapan saja, terutama ketika makan, berkumur, dan menggosok gigi.

Meski begitu, hasil perawatan akan optimal jika behel digunakan selama 20-22 jam per hari. Jadi, pastikan Anda tidak terlalu sering melepasnya.

Sebelum menggunakan behel, Anda harus membersihkan gigi lebih dulu dengan berkumur air atau menggosok gigi.

Behel juga perlu dibersihkan dengan cairan pembersih khusus. Tujuannya, agar behel transparan bebas dari penumpukan liur maupun bakteri yang bisa menginfeksi gigi.

Hindari membersihkan behel dengan pasta gigi atau air hangat. Kedua bahan tersebut bersifat korosif sehingga dapat menipiskan lapisan behel dan membuatnya jadi lebih mudah rusak.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Oktober 15, 2019 | Terakhir Diedit: Oktober 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca