home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Mengenal Prosedur Dental Bridge untuk Merapikan Gigi Renggang

Mengenal Prosedur Dental Bridge untuk Merapikan Gigi Renggang

Gigi renggang bisa menurunkan rasa percaya diri ketika kita harus tersenyum atau sekadar membuka mulut. Gigi yang renggang pun bisa membuat mengunyah makanan jadi tugas yang sulit. Itu mengapa Anda sebenarnya sangat dianjurkan untuk menjalani prosedur bridge gigi untuk merapikan gigi yang renggang.

Apa itu dental bridge?

Bridge gigi adalah perawatan medis yang mengisi ruang atau celah di antara gigi atau mengisi gigi yang hilang. Bridge mampu membantu memulihkan gigitan Anda dan menjaga bentuk alami wajah. Sebelum Anda membuat bridge gigi, dokter gigi akan memberi tahu jenis dental bridge mana yang terbaik untuk Anda.

Prosedur penutupan atau pembuatan penyangga antar ruang gigi yang renggang ini menggunakan gigi palsu (disebut pontik). Biasanya, pontik terbuat dari bahan porselen agar dapat menyesuaikan dengan warna alami gigi. Setelah pontik ditanam, maka tidak ada lagi ruang antar gigi yang kosong.

Secara umum, prosedur ini dibutuhkan untuk:

  • Mengembalikan kemampuan gigi untuk menggigit dan mengunyah.
  • Memperjelas ucapan saat Anda berbicara.
  • Mempertahankan bentuk wajah.
  • Mencegah gigi yang masih tersisa copot atau bergeser posisi.

Pemasangan pontik melalui proses ini perlu diulang setiap 5-15 tahun sekali, tergantung pada jenis perawatannya.

Siapa yang membutuhkan dental bridge?

Gigi yang hilang adalah masalah serius. Hal itu karena gigi harus bekerjasama dalam melakukan tugasnya. Saat Anda kehilangan gigi, gigi di dekatnya mungkin bisa jadi miring. Gigi di rahang yang berlawanan pun juga bisa bergeser ke atas atau ke bawah.

Hal itulah dapat memengaruhi gigitan Anda dan memberi lebih banyak tekanan pada gigi dan sendi rahang Anda ketika bekerja. Kondisi itu mungkin dapat memberikan rasa sakit pada akhirnya.

Gigi yang miring atau bergeser akan menjadi lebih sulit untuk dibersihkan. Hal inilah yang dapat membuat Anda berisiko lebih tinggi dalam mengalami kerusakan gigi dan penyakit gusi.

Saat gigi hilang, tulang bisa menyusut. Jika itu terjadi, ini dapat mengubah cara tulang rahang menopang bibir dan pipi. Seiring waktu, hal ini bisa membuat wajah Anda terlihat berbeda. Oleh karenanya, prosedur medis dental bridge menjadi penting untuk dilalui.

Jenis-jenis dental bridge

proses pemasangan dental bridge

Terdapat empat jenis dental bridge yang menjadi pilihan untuk “menjembatani” ruang gigi yang kosong, yaitu:

1. Traditional

Traditonal bridge adalah jenis yang paling populer. Cara ini digunakan ketika terdapat ruang kosong di antara dua gigi akibat gigi copot. Melalui prosedur ini, pontik ditahan oleh mahkota gigi (crown) yang telah disemen pada masing-masing gigi penyangga.

2. Cantilever

Jenis bridge gigi ini hampir mirip dengan traditional bridge. Perbedaannya adalah pontik ditahan oleh mahkota gigi yang disemen hanya pada satu gigi penyangga. Hanya dibutuhkan gigi asli di sebelah celah gigi yang hilang.

3. Maryland

Prosedur ini juga mirip dengan traditional bridge karena menggunakan dua gigi penyangga, masing-masing satu di setiap sisi celah.

Namun, traditional bridge menggunakan mahkota gigi pada gigi penyangga. Sementara jenis ini menggunakan kerangka logam atau porselen yang diikat ke bagian belakang gigi penyangga.

4. Implant-supported dental bridge

Seperti namanya, jenis ini menggunakan implan gigi sebagai ganti mahkota gigi atau kerangka. Satu implan akan dipasang di tulang rahang melalui prosedur operasi untuk setiap gigi yang hilang. Fungsinya untuk menahan gigi agar tetap pada posisinya.

Operasi kedua dilakukan untuk memasang jembatan gigi. Jika tidak memungkinkan, pontik dipasang di antara dua mahkota gigi yang telah dipasang implan. Jenis bridge gigi ini dianggap paling kuat dan stabil.

Bagaimana bridge gigi ditempatkan?

Menempatkan bridge gigi biasanya membutuhkan lebih dari satu kunjungan ke dokter. Pada kunjungan pertama, dokter gigi akan menyiapkan gigi di kedua sisi celah. Bridge tersebut nantinya akan menempel pada gigi-gigi. Saat berbicara tentang bridge, dokter gigi Anda mungkin akan menggunakan beberapa istilah ini:

  • Pontik: penggantian gigi yang hilang.
  • Mahkota: sebuah “penutup” yang menutupi gigi yang ditempel.

Dokter gigi Anda kemudian memeriksa gigi dan ruang gigi lalu mengirimkannya ke laboratorium. Teknisi di lab kemudian mulai membuat bridge sesuai hasil pemeriksaan.

Dokter gigi Anda akan memasang bridge sementara untuk melindungi gigi Anda yang terbuka, sementara Anda menunggu bridge yang permanen. Bridge permanen tersebut nantinya dipasang atau disemen ke gigi yang telah disiapkan.

Dental bridge jenis ini bersifat permanen dan tidak dapat dilepas dari mulut Anda tanpa bantuan dokter gigi. Selama satu atau lebih kunjungan tindak lanjut, dental bridge dipasang, disesuaikan, dan disemen di tempatnya.

Biaya pemasangan bridge gigi

Biaya yang dibutuhkan untuk pemasangan bridge gigi bervariasi. Hal ini dipengaruhi oleh jumlah gigi yang dibutuhkan untuk mengisi ruang antar gigi, bahan yang digunakan untuk membuat gigi palsu (pontik), kerumitan pemasangan, dan ada atau tidaknya perawatan tambahan untuk mengatasi masalah pada gigi (seperti gum disease).

Tiap jenis pemasangan bridge gigi juga membutuhkan biaya yang berbeda-beda.

Cara merawat bridge gigi

Bridge dapat kehilangan penyangga jika gigi atau tulang rahang di sekitarnya yang menahannya rusak karena penyakit gigi.

Anda dapat mengikuti tips berikut untuk menjaga kesehatan mulut yang baik agar bridge gigi Anda tahan lama dan tetap sehat:

  • Sikat gigi dua kali sehari dan bersihkan gigi menggunakan dental floss. Menyikat dan membersihkan sela-sela gigi membantu menghilangkan plak, lapisan lengket yang mengandung bakteri. Selalu bersihkan sela-sela gigi dan kolong bridge. Ada banyak jenis dental floss, tanyakan lebih lanjut kepada dokter gigi Anda mengenai jenis mana yang cocok dengan bridge Anda.
  • Temui dokter gigi Anda secara teratur untuk pemeriksaan dan pembersihan yang lebih profesional dan menyeluruh.
  • Makan makanan yang seimbang untuk kesehatan yang baik.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Bridges. (2020). Retrieved 6 October 2020, from https://www.ada.org/~/media/ADA/Publications/Files/ADA_PatientSmart_Bridges.pdf?la=en 

Bridges, implants, and dentures. (2015). The Journal Of The American Dental Association, 146(6), 490. doi: 10.1016/j.adaj.2015.04.004

Bridge Dental – American Dental Association . (2020). Retrieved 6 October 2020, from https://www.mouthhealthy.org/en/az-topics/b/bridges 

Canadian Dental Association. (2020). Retrieved 6 October 2020, from http://www.cda-adc.ca/en/oral_health/procedures/bridges_dentures/bridges.asp 

Gaviria, L., Salcido, J., Guda, T., & Ong, J. (2014). Current trends in dental implants. Journal Of The Korean Association Of Oral And Maxillofacial Surgeons, 40(2), 50. doi: 10.5125/jkaoms.2014.40.2.50

Sharma, A., Rahul, G., Poduval, S., & Shetty, K. (2012). Assessment of Various Factors for Feasibility of Fixed Cantilever Bridge: A Review Study. ISRN Dentistry, 2012, 1-7. doi: 10.5402/2012/259891

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novi Sulistia Wati Diperbarui 07/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan