Mengulas Prosedur Endoskopi Dalam Perawatan Kanker Esofagus

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Endoskopi adalah salah satu prosedur yang paling sering dilakukan dokter untuk mendiagnosis atau mengobati kanker esofagus. Sebelum menjalani endoskopi kanker kerongkongan, ada baiknya Anda memahami persiapan, proses, dan potensi efek sampingnya dalam ulasan berikut.

Apa itu endoskopi?

Endoskopi adalah prosedur medis untuk membantu dokter mengamati gejala, mendiagnosis, dan mengobati suatu penyakit. Endoskopi biasanya dilakukan untuk pasien kanker yang masih dalam stadium awal.

Prosedur ini dilakukan dengan cara memasukkan sebuah alat bernama endoskop melalui mulut. Endoskopi juga dapat dimasukkan ke dalam tubuh melalui hidung, anus, atau sayatan kecil di kulit. Endoskop merupakan selang tipis, panjang, dan fleksibel yang di ujungnya terdapat lampu dan kamera kecil.

Di dalam tubuh, kamera tersebut akan akan memperlihatkan gambar kerongkongan Anda ke layar monitor. Dengan begitu dokter dapat mengetahui letak dan ukuran tumor yang tumbuh di sekitar jaringan kerongkongan.

Dokter juga dapat mencari adanya luka terbuka, iritasi, atau perdarahan pada kerongkongan. Dalam kasus tertentu, prosedur ini juga dapat mengambil sampel kecil jaringan tubuh pasien untuk dianalisis lebih lanjut (biopsi) atau menghilangkan lapisan jaringan abnormal yang tumbuh di sana.

Prosedur endoskopi dapat dibarengi dengan prosedur lainnya, seperti ultrasound.

Persiapan sebelum endoskopi kanker esofagus

Tenggorokan Sakit Saat Menelan Bisa Jadi Gejala Odinofagia

Endoskopi kanker esofagus hanya bisa dilakukan di rumah sakit.

Ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan supaya prosedur ini dapat berjalan lebih optimal, di antaranya:

  • Memberi tahu dokter atau perawatan bila Anda punya riwayat penyakit medis kronis. Meliputi diabetes, penyakit ginjal dan hati, penyakit jantung, gangguan pembekuan darah dan lain sebagainya.
  • Memberi tahu dokter atau perawat perihal semua jenis obat-obatan yang sedang rutin diminum setiap hari. Entah itu obat resep, vitamin, suplemen, makanan, atau sekalipun obat herbal.
  • Memberi tahu dokter atau perawat bila Anda punya riwayat alergi terhadap obat bius atau bahan kimia lain yang digunakan dalam prosedur medis.

Sebelumnya dokter atau perawat akan meminta Anda untuk berpuasa dulu setidaknya 12 jam. Dokter juga dapat memberikan obat pencahar untuk membantu mengosongkan sisa makanan dan feses yang masih mengendap di saluran cerna.

Proses endoskopi kanker esofagus

operasi kanker tenggorokan

Rata-rata lama waktu yang dihabiskan untuk menjalani endoskopi sekitar 15-60 menit. Setiap orang mungkin berbeda, ada yang lebih cepat atau lama, tergantung dari lokasi dan ukuran tumor di kerongkongan, serta kondisi tubuh masing-masing.

Sebelum memulai prosedur, dokter dapat memberikan obat bius dalam bentuk semprotan atau cairan yang dikumur. Anestesi ini akan membuat kerongkongan kebas dan mencegah refleks muntah. Dengan begitu, Anda akan merasa santai dan nyaman selama prosedur berlangsung.

Selanjutnya Anda akan diminta untuk berbaring menyamping di atas meja operasi. Dokter kemudian akan mulai memasukkan endoskop ke dalam kerongkongan secara perlahan. Anda mungkin merasa sedikit tidak nyaman atau ingin muntah, tapi sebaiknya ditahan sampai endoskop berhasil masuk sempurna.

Setelah berhasil masuk, kamera kecil yang terpasang di ujung selangnya akan memperlihatkan kondisi kerongkongan Anda. Dokter akan mengamati gambar tersebut lewat monitor dan mencari kelainan yang ada di sepanjang jalur kerongkongan.

Tergantung tujuannya, dokter dapat mengangkat tumor yang tumbuh di kerongkongan, melakukan biopsi, menghentikan perdarahan, atau melakukan prosedur medis lainnya.

Perawatan setelah endoskopi kanker esofagus

sebelum operasi angkat rahim

Setelah prosedur selesai, dokter akan memindahkan Anda ke ruang perawatan biasa.

Bila prosedur ini dilakukan tanpa obat bius, Anda biasanya dapat segera pulang setelah prosedur selesai. Sementara bila prosedur ini dilakukan di bawah pengaruh obat bius, maka Anda perlu beristirahat selama 1-2 jam sampai efek obat biusnya hilang.

Berikut beberapa pantangan yang harus dihindari ketika Anda masih di bawah pengaruh obat bius:

  • Berkendara
  • Mengoprasikan mesin berat
  • Minum alkohol
  • Olahraga atau pergi bekerja
  • Menandatangani kontrak atau dokomen hukum apa pun

Hasilnya dapat diketahui beberapa jam setelah prosedur selesai atau beberapa hari kemudian. Jangan ragu untuk bertanya ke dokter perihal jadwal konsultasi berikutnya untuk mengetahui hasil dari prosedur endoskopi kanker esofagus.

Efek samping endoskopi kanker esofagus

gejala ciri-ciri kanker tenggorokan

Sama seperti prosedur medis lainnya, endoskopi untuk kanker esofagus juga memiliki sejumlah potensi efek samping. Beberapa efek samping paling umum dari prosedur ini di antaranya:

  • Mual dan muntah
  • Perut kembung
  • Sakit tenggorokan
  • Kesulitan menelan
  • Suara agak serak

Berbagai efek samping di atas umumnya akan mereda dalam hitungan hari. Supaya mempercepat proses pemulihan, sebaiknya Anda mengonsumsi makanan yang lunak. Kunyahlah makanan yang Anda makan sampai benar-benar lembut dan makanlah dengan pelan-pelan.

Selain itu, pilihlah makanan yang mengandung nutrisi tinggi, terutama yang tinggi vitamin C. Vitamin C membantu meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus mempercepat perbaikan jaringan yang rusak. Yang tak kalah penting, jangan lupa untuk memperbanyak minum air putih, berusaha untuk berhenti merokok, dan mengurangi konsumsi alkohol.

Risiko komplikasi endoskopi kanker esofagus

makanan nyangkut di tenggorokan

Selain efek samping, endoskopi juga memiliki potensi komplikasi dari ringan hingga berat. Kabar baiknya, risiko komplikasi ini bisa dibilang jarang terjadi.

Berikut beberapa komplikasi endoskopi kanker esofagus yang perlu Anda waspadai.

  • Luka sobek. Pasien dapat mengalami perforasi (luka sobek) pada kerongkongan atau organ pada saluran pencernaan atas lainnya. Derajat keparahan luka sobek ini dapat bervariasi pada setiap pasien.
  • Perdarahan. Risiko perdarahan biasanya terjadi jika prosedur endoskopi melibatkan pengambilan sampel jaringan di kerongkongan untuk diuji lebih lanjut oleh dokter.
  • Infeksi. Pasien juga dapat mengalami infeksi setelah menjalani prosedur endoskopi kanker esofagus. Infeksi dapat muncul di dalam tubuh atau pada luka bekas sayatan.

Segera periksa ke dokter bila setelah menjalani prosedur endoskopi Anda mengalami sejumlah gejala yang tidak biasa. Semakin cepat masalah Anda terdeteksi, maka semakin mudah pula pengobatannya.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Oktober 31, 2019 | Terakhir Diedit: September 20, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca