5 Jenis Metode Pengobatan Kanker Lidah yang Utama

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 12/10/2019
Bagikan sekarang

Kanker lidah termasuk dalam kategori kanker leher dan kepala. Sel kanker yang menyerang bagian depan lidah disebut kanker lidah oral, sementara kanker yang menyerang pangkal lidah paling dekat tenggorokan dinamakan kanker orofaring. Mana pun jenis kanker lidah yang Anda alami, pengobatan harus dimulai sesegera mungkin agar kualitas hidup Anda tetap baik dan bisa beraktivitas seperti selayaknya. Lantas, bagaimana cara dokter mengobati kanker lidah? Berikut penjelasannya

Cara mengobati kanker lidah yang paling umum

Secara umum, pilihan cara mengobati kanker lidah disesuaikan dengan ukuran tumor, keparahan kondisi, serta seberapa jauh perkembangan sel kankernya.

Bila Anda masih dalam stadium awal, Anda mungkin hanya membutuhkan satu jenis perawatan saja. Sementara bila sel kanker sudah menyebar ke bagian lain, Anda mungkin membutuhkan terapi gabungan dari beragam perawatan.

Berikut berbagai cara mengobati kanker lidah yang sering dilakukan dokter.

1. Operasi

darah menggumpal setelah operasi

Operasi sering menjadi cara terbaik untuk mengobati kanker lidah. Jenis operasinya itu sendiri akan tergantung pada besar kecil ukuran tumor yang tumbuh.

Bila tumornya kecil, dokter cukup mengangkat benjolannya saja. Namun jika tumornya cukup besar, dokter dapat mengangkat sebagian lidah atau bahkan tulang rahang pasien.

Dokter juga dapat mengangkat jaringan sehat dan kelenjar getah bening terdekatnya untuk memastikan bahwa sel kanker benar-benar hilang.

Namun sama seperti prosedur medis umumnya, operasi pengangkatan tumor di lidah dapat menimbulkan efek samping. Pengangkatan tumor di lidah dapat membuat pasien kesulitan untuk berbicara, makan, dan berbagai hal lainnya yang melibatkan lidah.

Maka untuk memperbaikinya, dokter dapat melakukan operasi rekonstruksi menggunakan cangkok kulit, otot, maupun tulang dari bagian tubuh lainnya. Bila gigi pasien tanggal atau copot setelah pengangkatan tumor, dokter dapat melakukan prosedur implan gigi alias tanam gigi palsu.

2. Kemoterapi

mual setelah kemoterapi

Anda mungkin sudah tak asing lagi mendengar kemoterapi.

Kemoterapi adalah metode pengobatan kanker dengan memasukkan obat-obatan dosis tinggi lewat konsumsi langsung (obat diminum) atau lewat pembuluh darah (suntik atau infus). Cara mengobati kanker lidah dengan kemoterapi efektif menghambat perkembangan sel kanker di dalam tubuh.

Namun tergantung dari kondisi Anda dan keparahan penyakitnya, dokter dapat memberikan satu jenis obat kemoterapi sebagai pengobatan tunggal atau mengombinasikan beberapa jenis obat yang berbeda. Bahkan, dokter pun dapat menggabungkan kemoterapi dengan perawatan kanker lainnya.

Kemoterapi dapat berisiko menimbulkan sejumlah efek samping, yang meliputi:

  • Mual dan muntah.
  • Rambut rontok.
  • Badan lemah, lesu, dan tidak bertenaga.
  • Nyeri otot dan sendi.
  • Nyeri di bagian lidah yang tak kunjung hilang meski sudah minum obat antinyeri.
  • Sering terjadi perdarahan tanpa sebab di lidah.
  • Nafsu makan menurun.
  • Muncul luka yang mirip sariawan di sisi kanan kiri, bagian atas, dan bawah lidah.
  • Mati rasa atau sensasi kesemutan pada tangan dan kaki.

Mungkin masih banyak efek samping kemoterapi yang belum disebutkan di atas.

Kabar baiknya, kebanyakan efek samping kemoterapi hanya bersifat sementara dan dapat hilang setelah Anda selesai melakukan pengobatan.

Bila Anda khawatir mengenai efek samping kemoterapi, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter.

3. Terapi obat yang ditargetkan

obat kemoterapi minum

Pilihan cara mengobati kanker lidah lainnya adalah terapi target menggunakan obat-obatan.

Obat yang biasanya digunakan untuk terapi target salah satunya adalah Cetuximab (Erbitux). Obat ini mampu menghentikan perkembangan kanker dengan mengubah struktur sel kanker.

Terapi target dapat membunuh sel kanker tanpa merusak sel-sel sehat di sekitarnya. Nah, hal inilah yang menjadi perbedaan paling mendasar antara terapi target dengan kemoterapi.

Terapi target juga dapat digunakan untuk mengobati kanker di semua stadium. Dengan catatan, Anda minum obat dan menaati anjuran yang diberikan dokter.

Obat target bisa diminum sendiri atau digabung bersama dengan pengobatan kanker lidahnya.

4. Terapi radiasi

yang harus diketahui sebelum melakukan pemeriksaan MRI

Terapi radiasi (radioterapi) adalah metode pengobatan menggunakan sinar-X berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker di dalam tubuh. Terapi radiasi dapat diberikan sehari 1-2 kali, sebanyak 5 kali dalam seminggu, selama 2-8 minggu.

Untuk mengobati kanker lidah, terapi radiasi dapat diberikan dalam dua cara. Pertama, dengan mesin X-ray yang disebut external beam radiation. Kedua, ditanam di sebelah tumor menggunakan kateter atau jarum, dinamakan internal seed radiation. 

Seseorang pasien dapat menjalani terapi radiasi sendiri atau digabungkan bersama dengan pengobatan kemoterapi. Namun, dalam banyak kasus, kombinasi dari dua terapi ini dinilai lebih efektif ketimbang perawatan tunggal. Biasanya perawatan kombinasi dilakukan untuk pasien dengan stadium lanjut.

Efek samping tergantung pada jenis terapi yang digunakan, dosis, bagian tubuh yang mendapatkan sinar radiasi, hingga kesehatan pasien secara menyeluruh. Berikut efek samping terapi radiasi yang paling umum.

  • Tubuh lemas, lesu, dan tidak bertenaga.
  • Mual dan mutah.
  • Rambut rontok.
  • Kulit di area yang mendapatkan paparan sinar radiasi menjadi lebih gelap.
  • Muncul ruam kemerahan yang terasa gatal di kulit.
  • Mulut kering.
  • Kerusakan gigi.
  • Perubahan kemampuan mengecap dan mencium.
  • Nafsu makan menurun.

Selain melawan sel kanker yang sudah ada, radioterapi bisa mengurangi risiko penyakit kekambuhan penyakit di kemudian hari.

5. Imunoterapi

imunoterapi untuk kanker

Imunoterapi adalah cara mengobati kanker lidah dengan menggunakan obat-obatan yang merangsang sistem imun guna melawan sel-sel kanker.

Idealnya, sistem imun tubuh akan bekerja untuk melawan mikroorganisme penyebab penyakit. Akan tetapi, sel kanker justru mengganggu kerja sistem kekebalan tubuh tersebut.

Nah, imunoterapi akan membantu mengembalikan respon sistem kekebalan tubuh untuk melawan sel-sel kanker yang berkembang di lidah. Cara mengobati kanker lidah satu ini biasanya dilakukan bila pengobatan lain sudah tidak lagi mempan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Gejala Kanker Esofagus yang Paling Mudah Dikenali

Kanker esofagus dapat menyebabkan kematian bila terlambat didiagnosis. Maka itu, penting untuk mengetahui gejala awal kanker esofagus (kanker kerongkongan).

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

7 Gejala Kanker Tenggorokan yang Paling Mudah Dikenali

Meski kanker jenis ini masih dibilang jarang, tapi tak ada salahnya untuk mengenali ciri-ciri atau gejala kanker tenggorokan sejak dini. 

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

3 Cara Utama Mengobati Kanker Esofagus di Rumah Sakit

Semakin dini kanker esofagus didiagnosis, maka pengobatannya akan kian mudah. Berikut cara mengobati kanker esofagus yang paling sering dianjurkan dokter.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

6 Penyebab Kanker Tenggorokan yang Sering Diabaikan

Faktanya, ada banyak kebiasaan sehari-hari yang bisa menjadi penyebab kanker tenggorokan. Salah satu yang pasti adalah merokok. Apa lagi?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat nanas untuk kanker

Manfaat Tak Terduga Nanas untuk Mencegah Perkembangan Penyakit Kanker

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 13/12/2019
kanker tenggorokan stadium 4

Kanker Tenggorokan Stadium 4: Gejala, Harapan Hidup, Cara Mengobati, dan Perawatannya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 04/11/2019
kanker tenggorokan stadium 1

Kanker Tenggorokan Stadium 1: Gejala, Cara Mendeteksi, dan Pengobatannya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 31/10/2019
operasi kanker tenggorokan

5 Jenis Operasi yang Paling Sering Direkomendasikan Dokter untuk Kanker Tenggorokan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 31/10/2019