3 Cara Utama Mengobati Kanker Esofagus di Rumah Sakit

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 24/10/2019 . 6 menit baca
Bagikan sekarang

Ada banyak cara untuk mengobati kanker esofagus. Namun, dokter biasanya menentukan cara mengobati kanker esofagus yang paling cocok untuk Anda setelah melakukan sederet tes dan pemeriksaan fisik terlebih dulu. Dokter juga akan mempertimbangkannya berdasarkan tingkat stadium kanker dan kondisi kesehatan tubuh Anda keseluruhan. Agar lebih jelas, berikut beragam cara mengobati kanker esofagus yang paling sering dilakukan dokter.

Beragam cara mengobati kanker esofagus

Kerongkongan adalah tabung berotot yang berfungsi sebagai saluran penghubung antara mulut dan lambung. Kanker esofagus merupakan jenis kanker yang menyerang sel-sel di kerongkongan.

Kanker umumnya muncul pertama kali di lapisan dalam (mukosa) kerongkongan. Lambat laun kanker dapat berkembang ke otot dan bagian terluar esofagus, dan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Kanker esofagus dapat menyebar ke kelenjar limfa, pembuluh darah, paru-paru, hati, lambung, dan tulang. Itu sebabnya, pengobatan kanker esofagus harus cepat dan tepat.

Berikut adalah berbagai cara mengobati kanker esofagus yang paling sering dilakukan dokter.

1. Operasi

operasi kanker tenggorokan

Operasi menjadi perawatan terbaik untuk mengangkat tumor yang tumbuh di kerongkongan. Setiap pasien mungkin membutuhkan teknik operasi yang berbeda-beda. Hal ini disesuaikan dengan ukuran dan lokasi tumor, stadium kanker, serta kesehatan pasien secara menyeluruh.

Berikut pilihan operasi untuk mengobati kanker esofagus.

Operasi kecil

Bila tumor yang tumbuh di kerongkongan masih sangat kecil dan belum menyebar ke bagian lainnya, dokter dapat melakukan operasi kecil dengan teknik endoskopi.

Endoskopi dilakukan dengan cara memasukkan sebuah tabung panjang, tipis, dan fleksibel yang dilengkapi dengan kamera kecil dan senter di ujungnya melalui mulut.

Prosedur ini nantinya dapat memperlihatkan kondisi dalam kerongkongan Anda, sekaligus mengikis, memotong, atau menghilangkan lapisan jaringan abnormal yang tumbuh di sana.

Cara mengobati kanker esofagus dengan endoskopi biasanya melibatkan bius lokal agar Anda tidak merasakan sakit. Obat bius dapat diberikan dalam bentuk semprotan atau permen supaya kerongkongan Anda mati rasa.

Esofagektomi

Esofagektomi adalah cara mengobati kanker esofagus yang dilakukan dengan mengangkat sebagian atau semua kerongkongan pasien. Bila diperlukan, dokter juga dapat mengangkat jaringan sehat dan kelenjar getah bening terdekat untuk memastikan bahwa sel kanker benar-benar hilang.

Esofagogastrektomi

Esofagogastrektomi dilakukan dengan mengangkat kerongkongan, kelenjar getah bening terdekat, serta sebagian besar organ perut Anda.

Setelah prosedur selesai, dokter akan melakukan operasi rekonstruksi. Bagian perut yang tersisa akan ditarik ke atas dan disambungkan kembali ke kerongkongan.

Operasi kanker kerongkongan memiliki risiko komplikasi serius, seperti infeksi, perdarahan, dan kebocoran esofagus. Itu sebabnya, dokter akan sangat hati-hati dalam menentukan prosedur operasi yang harus dijalani pasien.

2. Kemoterapi

obat kemoterapi kanker tenggorokan

Cara mengobati kanker esofagus yang paling umum adalah kemoterapi. Kemoterapi adalah cara pemberian obat-obatan kimia berdosis tinggi lewat suntikan atau bisa diminum langsung untuk mematikan sel kanker yang ada di tubuh.

Berhubung obat kemoterapi memiliki dosis yang tinggi, obat ini tak boleh diminum sembarangan. Hanya dokter yang dapat menentukan jenis dan dosis obat yang aman untuk diminum pasien.

Pasien dapat menggunakan obat-obatan kemoterapi sebelum atau setelah menjalani operasi. Dokter juga dapat mengombinasikan kemoterapi dengan terapi radiasi supaya hasil pengobatan kanker yang dijalani pasien akan lebih maksimal.

Sama seperti prosedur medis lainnya, kemoterapi juga mempunyai potensi efek samping dari yang ringan hingga berat. Kabar baiknya, kebanyakan efek samping kemoterapi hanya terjadi selama masa pengobatan saja. Begitu pasien selesai menjalani perawatan kemoterapi, efek sampingnya akan mereda atau bahkan menghilang.

Berikut beberapa kemungkinan efek samping perawatan kemoterapi yang perlu Anda waspadai.

  • Rambut rontok
  • Mual dan muntah
  • Badan lemah, lesu, dan tidak bertenaga
  • Nyeri otot dan sendi
  • Nafsu makan menurun
  • Mati rasa atau sensasi kesemutan pada tangan dan kaki
  • Lebih mudah untuk terkena sariawan

Jangan ragu berkonsultasi ke dokter untuk menanyakan potensi efek samping dari setiap prosedur medis yang sedang Anda jalani.

3. Terapi radiasi

efek samping radioterapi

Hampir sebagian pasien kanker dianjurkan untuk menjalani terapi radiasi. Terapi radiasi atau radioterapi adalah cara pengobatan kanker menggunakan pancaran sinar-X berenergi tinggi yang ditargetkan langsung ke area tubuh yang ditumbuhi sel kanker.

Cara mengobati kanker esofagus dengan radioterapi ada dua pilihan. Pertama, dengan mesin X-ray yang disebut external beam radiation. Kedua, ditanam di sebelah tumor menggunakan kateter atau jarum (brachytherapy).

Cara mengobati kanker esofagus ini paling sering digabungkan dengan perawatan kemoterapi. Biasanya pasien akan menjalani terapi radiasi sebelum operasi. Meski begitu, beberapa pasien juga ada yang menjalani terapi ini setelah selesai menjalani operasi pengangkatan tumor.

Terapi radiasi tidak selalu langsung berhasil membunuh sel kanker di dalam tubuh. Anda mungkin butuh mengulang beberapa kali sesi pengobatan ini sampai sel kanker benar-benar mati dan tidak tumbuh kembali. Lamanya waktu perawatan ini tergantung tingkat keparahan kanker dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.

Selain membunuh sel kanker dan mengecilkan ukuran tumor, radioterapi bisa mengurangi risiko kekambuhan penyakit di kemudian hari.

Efek samping radioterapi yang paling umum adalah:

  • Kulit kering atau mengelupas
  • Sensasi panas atau terbakar di kulit yang terkena radiasi
  • Kulit yang terkena radiasi akan menghitam
  • Rambut rontok
  • Mual dan muntah
  • Nafsu makan menurun
  • Tubuh terasa lemas, lesu, dan tidak bertenaga

Pasien kanker esofagus yang masih dalam stadium awal mungkin hanya membutuhkan salah satu jenis pengobatan di atas. Namun, jika sel kanker sudah menyebar mungkin perlu kombinasi lebih dari satu jenis terapi. Maka itu, diskusikan lebih lanjut bersama dokter tentang pilihan cara mengobati kanker esofagus yang paling tepat untuk Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Jenis Operasi yang Paling Sering Direkomendasikan Dokter untuk Kanker Tenggorokan

Untuk pasien kanker tenggorokan stadium awal, dokter sering merekomendasikan pengobatan langsung lewat operasi. Mana yang akan Anda jalani?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Tiroid, Health Centers 31/10/2019 . 5 menit baca

5 Gejala Kanker Esofagus yang Paling Mudah Dikenali

Kanker esofagus dapat menyebabkan kematian bila terlambat didiagnosis. Maka itu, penting untuk mengetahui gejala awal kanker esofagus (kanker kerongkongan).

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 28/10/2019 . 5 menit baca

7 Gejala Kanker Tenggorokan yang Paling Mudah Dikenali

Meski kanker jenis ini masih dibilang jarang, tapi tak ada salahnya untuk mengenali ciri-ciri atau gejala kanker tenggorokan sejak dini. 

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 25/10/2019 . 7 menit baca

6 Penyebab Kanker Tenggorokan yang Sering Diabaikan

Faktanya, ada banyak kebiasaan sehari-hari yang bisa menjadi penyebab kanker tenggorokan. Salah satu yang pasti adalah merokok. Apa lagi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 24/10/2019 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat nanas untuk kanker

Manfaat Tak Terduga Nanas untuk Mencegah Perkembangan Penyakit Kanker

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 13/12/2019 . 4 menit baca
kanker tenggorokan stadium 4

Kanker Tenggorokan Stadium 4: Gejala, Harapan Hidup, Cara Mengobati, dan Perawatannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 04/11/2019 . 6 menit baca
kanker tenggorokan stadium 1

Kanker Tenggorokan Stadium 1: Gejala, Cara Mendeteksi, dan Pengobatannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 31/10/2019 . 6 menit baca
endoskopi kanker esofagus

Mengulas Prosedur Endoskopi Dalam Perawatan Kanker Esofagus

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 31/10/2019 . 6 menit baca