3 Cara Utama Mengobati Kanker Esofagus di Rumah Sakit

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Ada banyak cara untuk mengobati kanker esofagus. Namun, dokter biasanya menentukan cara mengobati kanker esofagus yang paling cocok untuk Anda setelah melakukan sederet tes dan pemeriksaan fisik terlebih dulu. Dokter juga akan mempertimbangkannya berdasarkan tingkat stadium kanker dan kondisi kesehatan tubuh Anda keseluruhan. Agar lebih jelas, berikut beragam cara mengobati kanker esofagus yang paling sering dilakukan dokter.

Beragam cara mengobati kanker esofagus

Kerongkongan adalah tabung berotot yang berfungsi sebagai saluran penghubung antara mulut dan lambung. Kanker esofagus merupakan jenis kanker yang menyerang sel-sel di kerongkongan.

Kanker umumnya muncul pertama kali di lapisan dalam (mukosa) kerongkongan. Lambat laun kanker dapat berkembang ke otot dan bagian terluar esofagus, dan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Kanker esofagus dapat menyebar ke kelenjar limfa, pembuluh darah, paru-paru, hati, lambung, dan tulang. Itu sebabnya, pengobatan kanker esofagus harus cepat dan tepat.

Berikut adalah berbagai cara mengobati kanker esofagus yang paling sering dilakukan dokter.

1. Operasi

operasi kanker tenggorokan

Operasi menjadi perawatan terbaik untuk mengangkat tumor yang tumbuh di kerongkongan. Setiap pasien mungkin membutuhkan teknik operasi yang berbeda-beda. Hal ini disesuaikan dengan ukuran dan lokasi tumor, stadium kanker, serta kesehatan pasien secara menyeluruh.

Berikut pilihan operasi untuk mengobati kanker esofagus.

Operasi kecil

Bila tumor yang tumbuh di kerongkongan masih sangat kecil dan belum menyebar ke bagian lainnya, dokter dapat melakukan operasi kecil dengan teknik endoskopi.

Endoskopi dilakukan dengan cara memasukkan sebuah tabung panjang, tipis, dan fleksibel yang dilengkapi dengan kamera kecil dan senter di ujungnya melalui mulut.

Prosedur ini nantinya dapat memperlihatkan kondisi dalam kerongkongan Anda, sekaligus mengikis, memotong, atau menghilangkan lapisan jaringan abnormal yang tumbuh di sana.

Cara mengobati kanker esofagus dengan endoskopi biasanya melibatkan bius lokal agar Anda tidak merasakan sakit. Obat bius dapat diberikan dalam bentuk semprotan atau permen supaya kerongkongan Anda mati rasa.

Esofagektomi

Esofagektomi adalah cara mengobati kanker esofagus yang dilakukan dengan mengangkat sebagian atau semua kerongkongan pasien. Bila diperlukan, dokter juga dapat mengangkat jaringan sehat dan kelenjar getah bening terdekat untuk memastikan bahwa sel kanker benar-benar hilang.

Esofagogastrektomi

Esofagogastrektomi dilakukan dengan mengangkat kerongkongan, kelenjar getah bening terdekat, serta sebagian besar organ perut Anda.

Setelah prosedur selesai, dokter akan melakukan operasi rekonstruksi. Bagian perut yang tersisa akan ditarik ke atas dan disambungkan kembali ke kerongkongan.

Operasi kanker kerongkongan memiliki risiko komplikasi serius, seperti infeksi, perdarahan, dan kebocoran esofagus. Itu sebabnya, dokter akan sangat hati-hati dalam menentukan prosedur operasi yang harus dijalani pasien.

2. Kemoterapi

obat kemoterapi kanker tenggorokan

Cara mengobati kanker esofagus yang paling umum adalah kemoterapi. Kemoterapi adalah cara pemberian obat-obatan kimia berdosis tinggi lewat suntikan atau bisa diminum langsung untuk mematikan sel kanker yang ada di tubuh.

Berhubung obat kemoterapi memiliki dosis yang tinggi, obat ini tak boleh diminum sembarangan. Hanya dokter yang dapat menentukan jenis dan dosis obat yang aman untuk diminum pasien.

Pasien dapat menggunakan obat-obatan kemoterapi sebelum atau setelah menjalani operasi. Dokter juga dapat mengombinasikan kemoterapi dengan terapi radiasi supaya hasil pengobatan kanker yang dijalani pasien akan lebih maksimal.

Sama seperti prosedur medis lainnya, kemoterapi juga mempunyai potensi efek samping dari yang ringan hingga berat. Kabar baiknya, kebanyakan efek samping kemoterapi hanya terjadi selama masa pengobatan saja. Begitu pasien selesai menjalani perawatan kemoterapi, efek sampingnya akan mereda atau bahkan menghilang.

Berikut beberapa kemungkinan efek samping perawatan kemoterapi yang perlu Anda waspadai.

  • Rambut rontok
  • Mual dan muntah
  • Badan lemah, lesu, dan tidak bertenaga
  • Nyeri otot dan sendi
  • Nafsu makan menurun
  • Mati rasa atau sensasi kesemutan pada tangan dan kaki
  • Lebih mudah untuk terkena sariawan

Jangan ragu berkonsultasi ke dokter untuk menanyakan potensi efek samping dari setiap prosedur medis yang sedang Anda jalani.

3. Terapi radiasi

efek samping radioterapi

Hampir sebagian pasien kanker dianjurkan untuk menjalani terapi radiasi. Terapi radiasi atau radioterapi adalah cara pengobatan kanker menggunakan pancaran sinar-X berenergi tinggi yang ditargetkan langsung ke area tubuh yang ditumbuhi sel kanker.

Cara mengobati kanker esofagus dengan radioterapi ada dua pilihan. Pertama, dengan mesin X-ray yang disebut external beam radiation. Kedua, ditanam di sebelah tumor menggunakan kateter atau jarum (brachytherapy).

Cara mengobati kanker esofagus ini paling sering digabungkan dengan perawatan kemoterapi. Biasanya pasien akan menjalani terapi radiasi sebelum operasi. Meski begitu, beberapa pasien juga ada yang menjalani terapi ini setelah selesai menjalani operasi pengangkatan tumor.

Terapi radiasi tidak selalu langsung berhasil membunuh sel kanker di dalam tubuh. Anda mungkin butuh mengulang beberapa kali sesi pengobatan ini sampai sel kanker benar-benar mati dan tidak tumbuh kembali. Lamanya waktu perawatan ini tergantung tingkat keparahan kanker dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.

Selain membunuh sel kanker dan mengecilkan ukuran tumor, radioterapi bisa mengurangi risiko kekambuhan penyakit di kemudian hari.

Efek samping radioterapi yang paling umum adalah:

  • Kulit kering atau mengelupas
  • Sensasi panas atau terbakar di kulit yang terkena radiasi
  • Kulit yang terkena radiasi akan menghitam
  • Rambut rontok
  • Mual dan muntah
  • Nafsu makan menurun
  • Tubuh terasa lemas, lesu, dan tidak bertenaga

Pasien kanker esofagus yang masih dalam stadium awal mungkin hanya membutuhkan salah satu jenis pengobatan di atas. Namun, jika sel kanker sudah menyebar mungkin perlu kombinasi lebih dari satu jenis terapi. Maka itu, diskusikan lebih lanjut bersama dokter tentang pilihan cara mengobati kanker esofagus yang paling tepat untuk Anda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca