6 Jenis Obat yang Bisa Menyebabkan Kerusakan Gigi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 07/09/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin tidak menyadari jika banyak obat tertentu yang beredar di pasaran ataupun yang berasal dari resep dokter bisa menyebabkan kerusakan gigi, terutama jika Anda sering minum obat ini. Lebih dari 400 obat nyatanya telah terbukti secara klinis menyebabkan mulut kering, atau dalam bahasa medisnya xerotomia.

Sebenarnya, mulut kering adalah salah satu efek samping dari mengonsumsi obat yang paling umum terlihat, namun banyak orang yang tidak menyadarinya. Padahal, mulut kering adalah penyebab utama seseorang mengalami gangguan mulut seperti infeksi gusi dan kerusakan gigi. Berikut beberapa obat yang bisa menyebabkan kerusakan gigi:

1. Antasida

Jika Anda sering minum obat antasida, obat yang digunakan untuk menetralkan asam lambung, Anda rentan mengalami kerusakan gigi. Antasida tidak hanya menyebabkan mulut kering, tapi sering kali mengandung banyak gula. 

Anda bisa mengurangi penggunaan obat-obatan antasida dengan memilih versi antasida yang bebas gula. Selain itu, Anda juga bisa melakukan perawatan gigi seperti flossing untuk membantu mencegah kerusakan gigi lebih lanjut.

2. Obat pereda nyeri

Sering minum obat pereda nyeri seperti NSAID (obat anti inflamasi nonsteroid) juga terbukti menyebabkan kerusakan gigi akibat dari mulut kering. Jika Anda terbiasa mengonsumsi obat sakit nyeri dalam waktu yang lama, maka Anda akan rentan mengalami masalah gigi yang lebih serius bahkan sampai menimbulkan nyeri kronis.

Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa memperbanyak minum air putih, rutin sikat gigi, dan gunakan semprotan pelembab mulut.

3. Antihistamin dan dekongestan

Antihistamin adalah obat alergi yang bisa menghalau reseptor histamin dalam mencegah berbagai macam alergi dalam tubuh. Namun nyatanya terdapat efek samping yang ditimbulkan pada bagian tubuh lain, seperti mulut dan lidah. Pasalnya, antihistamin menghambat produksi air liur sehingga membuat mulut kering. Sedangkan mengonsumsi dekongestan (obat flu dan pilek) dalam bentuk sirup akan menyebabkan erosi pada gigi karena terdapat kandungan asam yang sangat tinggi.

Anda bisa menggunakan pasta gigi berfluorida setelah mengkonsumsi sirup obat batuk agarmembantu mencegah erosi gigi.

4. Obat tekanan darah tinggi

Beta blocker adalah obat yang berfungsi menghambat reseptor beta-adrenergik pada memodulasi fungsi jantung, pernapasan, pelebaran pembuluh darah yang memiliki efek samping menyebabkan mulut kering sehingga bisa meningkatkan risiko kerusakan gigi.  

Namun, ada beberapa pilihan obat lain untuk tekanan darah tinggi seperti Lisinopril yang telah menunjukkan efek samping oral lebih sedikit. Jadi jika Anda melihat adanya kerusakan gigi seperti gigi berlubang sejak mengonsumsi obat tekanan darah tinggi, mintalah dokter Anda untuk mengganti.

5. Antidepresan

Sebuah penelitian pada tahun 2016 yang dilakukan di Universitas Buffalo’s School of Dental Medicine telah berhasil mengamati hubungan antara penggunaan obat antidepresan dengan kegagalan implan gigi. Meskipun informasi baru ini perlu dikonfirmasi dengan melakukan penelitian yang lebih besar, namun penggunaan antidepresan telah dikaitkan dengan kehilangan metabolisme tulang selama lebih dari satu dekade. Sehingga, ini dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami kerusakan gigi yang merajalela seperti bau mulut, penyakit gusi, Infeksi ragi mulut, dan masalah kesehatan mulut lainnya.

6. Kortikosteroid

Kortikosteroid digunakan untuk mengobati berbagai penyakit seperti asma, lupus, dan rheumatoid arthritis. Namun penggunaan kortikosteroid jangka panjang akan menyebabkan kalsifikasi pulpa gigi. Penyakit batu pulpa ini bisa menyebabkan rasa sakit, infeksi mulut, abses gigi, dan pengerasan jaringan pulpa yang sangat parah sehingga harus dilakukan perawatan saluran akar gigi.

Mengurangi obat kortikosteroid untuk pasien penyakit tertentu memang sangat sulit, oleh karena itu penting bagi Anda untuk melakukan dialog terbuka dengan dokter dan dokter gigi Anda.

Kesimpulan

Memang akan menjadi pilihan yang sulit ketika Anda diharuskan mengonsumsi obat untuk mengobati penyakit tertentu, namun obat itu malah memiliki efek samping yang bisa menyebabkan kerusakan gigi. Oleh sebabnya, Anda harus rutin berkonsultasi ke dokter untuk memastikan bahwa mengonsumsi obat tertentu tidak menyebabkan kerusakan gigi. Selain itu, rutin menggosok gigi dengan teknik yang benar dan banyak minum air putih bisa mencegah kerusakan lebih lanjut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Langkah Mencegah Ngilu Akibat Gigi Sensitif Saat Puasa

Ngilu akibat gigi sensitif dapat kambuh saat berbuka dan sahur saat puasa. Agar makan dan minum tetap nikmat, yuk ketahui cara mengcegah gigi ngilu ini!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
mencegah gigi ngilu
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 20/05/2020 . Waktu baca 4 menit

3 Pilihan Obat untuk Sakit Gigi Berlubang, Plus Cara Mengatasinya di Rumah dan di Dokter Gigi

Gigi yang berlubang jangan dibiarkan begitu saja. Cepat redakan sakit nyut-nyutan Anda dengan beragam pilihan obat untuk gigi berlubang ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 18/05/2020 . Waktu baca 9 menit

4 Cara Ampuh Mengatasi Sakit Gigi Saat Sedang Puasa

Puasa saat sakit gigi? Jangan khawatir! pasalnya ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk meredakan sakit gigi saat puasa tanpa harus menelan obat!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hari Raya, Ramadan 05/05/2020 . Waktu baca 4 menit

7 Cara Cepat Menghilangkan Bau Mulut Saat Puasa

Bau mulut adalah masalah yang umum terjadi selama puasa. Tenang saja, Anda bisa menghilangkan bau mulut saat puasa dengan cara alami berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Hari Raya, Ramadan 24/04/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
cara menjaga kesehatan gigi

Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di Masa Pandemi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . Waktu baca 4 menit
memperbaiki enamel gigi

Adakah Cara untuk Memperbaiki Lapisan Enamel Gigi yang Rusak?

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . Waktu baca 4 menit
cara mencegah sakit gigi

8 Cara Mencegah Sakit Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . Waktu baca 6 menit
gejala sakit gigi

7 Gejala Sakit Gigi yang Perlu Anda Waspadai

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020 . Waktu baca 7 menit