Kenapa Tumit Saya Sakit Saat Berdiri Setelah Duduk Lama?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Tidak sedikit orang yang mengeluhkan tumitnya terasa sakit setelah bangkit berdiri dari duduk lama atau berbaring. Tumit sakit setelah kaki beristirahat dalam waktu cukup lama adalah ciri khas taji tumit. Apa itu taji tumit? Bagaimana cara mengobatinya? Cari tahu jawabannya dalam ulasan berikut ini.

Taji tumit, penyebab tumit sakit saat bangkit berdiri

Taji tumit adalah tonjolan tulang memanjang berbentuk runcing atau bengkok di bagian bawah tumit yang terbentuk dari endapan kalsium. Selain dikenal sebagai taji tumit, kondisi ini disebut juga dengan taji calcaneal, osteofit, atau Hell Spurs.

Tonjolan tulang ini umumnya berukuran sekitar 1,5 cm dan hanya bisa dilihat dengan rontgen. Bila kondisi ini tidak dapat dibuktikan dengan bantuan sinar X, maka dokter akan merujuk kondisi tersebut pada sindrom taji tumit.

Gejala yang timbul akibat taji tumit

Dilansir dari WebMD, taji tumit bisa mengakibatkan tumit sakit yang amat sangat ketika baru saja berdiri setelah duduk dalam waktu yang lama, terutama pada pagi hari. Rasa sakitnya akan terasa tumpul di siang hari.

Namun, taji tumit tidak selalu langsung menyebabkan tumit sakit. Beberapa orang awalnya bisa tidak merasakan apapun, namun rasa sakitnya muncul perlahan seiring waktu seiring dengan perubahan tulang.

Gejala taji tumit yang mungkin muncul, meliputi:

  • Nyeri tajam seperti tumit tertusuk pisau
  • Nyeri tumpul di tumit
  • Peradangan dan pembengkakan di bagian depan tumit
  • Timbul rasa panas yang menyebar dari sekitar tumit
  • Terasa ada tonjolan tulang kecil di bawah tumit

Penyebab taji tumit

Taji tumit disebabkan oleh endapan kalsium yang mengeras di bawah tumit. Seiring waktu, endapan ini membentuk tonjolan tulang baru. Selain itu, taji tumit juga bisa terjadi akibat adanya tekanan pada otot dan ligamenkaki, cedera robekan berulang pada selaput yang menutupi tulang tumit, dan juga peregangan pada fasia plantar.

Siapa yang berisiko mengalami hal ini?

Taji tumit lebih berisiko terjadi pada:

  • Atlet yang aktivitasnya sering berlari atau melompat
  • Orang yang memiliki lengkungan kaki tinggi
  • Bertambahnya usia sehingga fleksibilitas plantar fascia menurun dan membran penutup tulang tumit menipis
  • Menggunakan sepatu yang tidak pas
  • Memiliki berat badan berlebih
  • Memiliki kelainan gaya berjalan sehingga terjadi tekanan pada tulang tumit, ligamen, atau saraf yang berada di sekitarnya

Selain itu, beberapa kondisi medis juga bisa menjadi penyebab taji tumit, seperti:

  • Sindrom Reiter atau arthritis reaktif
  • Ankylosing spondylitis
  • Hipostosis skeletal difus idiopatik
  • Plantar fasciitis

Pengobatan dan perawatan sekaligus tindakan pencegahan taji tumit

Ada banyak pengobatan yang dilakukan untuk meringankan kondisi taji tumit, seperti perawatan di rumah, mengonsumsi obat, dan proses pembedahan. Beberapa perawatan yang bisa dilakukan di rumah, meliputi:

  • Istirahat supaya tekanan dan bengkak pada kaki berkurang
  • Kompres dengan es untuk mengurangi nyeri dan bengkak
  • Menggunakan sisipan sepatu (orthotics custom-made) yang diletakkan di bawah tumit
  • Menggunakan sepatu yang empuk untuk mengurangi tekanan dan rasa sakit yang timbul

Orang yang memiliki taji tumit sekaligus fasciitis plantar mungkin tidak akan membaik hanya dengan beristirahat. Sebab, rasa sakitnya bersifat kambuhan dan akan lebih buruk setelah Anda bangun dari tidur dan saat berdiri atau berjalan. Rasa sakit semakin berkurang ketika Anda terus berjalan, tapi akan muncul lagi setelah Anda beritirahat.

Jika Anda mengalami sakit pada tumit akibat taji tumit yang menetap selama lebih dari satu bulan, sebaiknya konsultasikan kepada dokter. Biasanya dokter akan mengajukan perawatan rutin non-bedah selama 9 sampai 12 bulan, seperti:

  • Latihan peregangan
  • Melakukan taping (kaki tegap) untuk mengistirahatkan otot dan tendon yang tertekan
  • Mengikuti terapi fisik
  • Membidai kaki di malam hari

Ada beberapa obat yang bisa meringankan gejala taji tumit, seperti paracetamol atau ibuprofen yang mudah dibeli di apotek. Pada beberapa kasus, dokter akan menyarankan untuk menyuntikkan kortikosteroid untuk meredakan peradangan pada area tumit.

Lebih dari 90% orang dengan taji tumit dapat sembuh dengan perawatan non-bedah.Namun, bila tidak berhasil maka akan dilakukan pembedahan, seperti pelepasan fasia plantar dan menghilangkan kelebihan tulang. Setelah dilakukan operasi mungkin Anda harus beristirahat, menggunakan perban, splint, gips, atau kruk sementara.

tumit sakit

Bagaimana mencegahnya?

Untuk mencegah tumit sakit akibat taji tumit terjadi, maka mulailah perhatikan apa saja yang Anda lakukan, khususnya pada kaki Anda. Gunakan sepatu yang sesuai dengan aktivitas dan ukuran kaki Anda.

Kemudian, jaga berat badan Anda dengan menjaga asupan makanan dan rutin olahraga untuk mengurangi adanya tekanan pada kaki Anda. Namun, jangan lupa untuk melakukan pemanasan dan pendinginan baik sebelum atau setelah olahraga.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca